Selasa, 26 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Kesehatan

Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola Baru, Siap Masuk Uji Klinis dalam Beberapa Bulan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
26 Mei 2026
in Kesehatan
A A
0
Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola Baru, Siap Masuk Uji Klinis dalam Beberapa Bulan

Foto: getty images

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Para ilmuwan dari University of Oxford tengah mengembangkan vaksin baru untuk melawan virus Ebola yang saat ini kembali menjadi perhatian dunia. Vaksin tersebut dikabarkan dapat siap memasuki tahap uji klinis dalam dua hingga tiga bulan ke depan sebagai bagian dari upaya menghadapi situasi darurat kesehatan global.

Langkah cepat ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo yang memicu kekhawatiran internasional.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari BBC, wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mencatat sedikitnya 750 kasus dengan 177 kematian.

Kluster penyakit yang ditemukan diketahui berasal dari Bundibugyo virus disease (BVD), salah satu jenis virus Ebola yang dapat menyebabkan demam berdarah berat dengan tingkat kematian tinggi.

Artikel Terkait

BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Terapkan Gaya Hidup Sehat Lewat Fun Run 2026

Wamenkes Apresiasi Canisius Health Expo 2026, Ajak Masyarakat Peduli Pencegahan Penyakit

Waspada Pola Makan Pemicu Kanker, Ini Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi

Lonjakan kasus tersebut membuat dunia internasional kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Ebola, terutama di wilayah Afrika Tengah yang sebelumnya juga beberapa kali mengalami wabah serupa.

Melihat perkembangan situasi yang semakin serius, World Health Organization atau WHO resmi menetapkan wabah Ebola sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau darurat kesehatan masyarakat global.

Status ini biasanya diberikan ketika suatu wabah dinilai berpotensi menyebar lintas negara dan membutuhkan koordinasi internasional yang cepat.

WHO juga mendorong percepatan penelitian vaksin dan penguatan sistem pengawasan kesehatan di negara-negara terdampak.

Tim peneliti Oxford kini bekerja untuk mengembangkan vaksin yang dirancang khusus melawan jenis virus Bundibugyo yang menjadi sumber wabah terbaru.

Pengembangan vaksin dilakukan menggunakan platform teknologi modern yang sebelumnya juga dipakai dalam pengembangan vaksin penyakit menular lain.

Para ilmuwan berharap vaksin tersebut dapat segera diuji pada manusia dalam waktu dekat guna mengetahui tingkat keamanan dan efektivitasnya.

Jika hasil awal menunjukkan respons positif, vaksin ini berpotensi menjadi salah satu alat penting untuk menekan penyebaran Ebola di wilayah terdampak.

Ebola dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan dengan gejala utama berupa demam tinggi, pendarahan, muntah, diare, dan kerusakan organ dalam.

Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita maupun benda yang terkontaminasi.

Meski beberapa vaksin Ebola telah dikembangkan sebelumnya, kemunculan varian berbeda seperti Bundibugyo membuat penelitian vaksin baru tetap diperlukan agar perlindungan terhadap berbagai jenis virus Ebola menjadi lebih efektif.

Dunia kini menaruh perhatian besar terhadap perkembangan penelitian vaksin Oxford tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi meluasnya wabah.(dhil)

Topik: ilmuwan oxfordvaksin ebola

TerkaitBerita

BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Terapkan Gaya Hidup Sehat Lewat Fun Run 2026
Kesehatan

BPJS Kesehatan Dorong Generasi Muda Terapkan Gaya Hidup Sehat Lewat Fun Run 2026

oleh Editor : Affandy
25 Mei 2026
Canisius Health
Kesehatan

Wamenkes Apresiasi Canisius Health Expo 2026, Ajak Masyarakat Peduli Pencegahan Penyakit

oleh Editor : Hairul
25 Mei 2026
Waspada Pola Makan Pemicu Kanker, Ini Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi
Kesehatan

Waspada Pola Makan Pemicu Kanker, Ini Daftar Makanan yang Perlu Dibatasi

oleh Editor : Affandy
24 Mei 2026
PENCITRAAN PRESISI: Pasien menjalani proses scanning menggunakan teknologi Symbia Pro.Specta yang diluncurkan oleh Siemens Healthineers. (Foto Ilustrasi: Dok./ siemens-healthineers.com)
Kesehatan

Deteksi Dini Kanker Lebih Presisi dan Personal

oleh Editor : Memoarto
23 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Gala Premiere Badut Gendong Digelar Meriah, Horor Baru Semesta Qodrat Siap Teror Bioskop Indonesia

Gala Premiere Badut Gendong Digelar Meriah, Horor Baru Semesta Qodrat Siap Teror Bioskop Indonesia

26 Mei 2026
Jelang 70 Tahun, Astra Pertegas Fokus pada Tiga Pilar Bisnis Utama

Jelang 70 Tahun, Astra Pertegas Fokus pada Tiga Pilar Bisnis Utama

26 Mei 2026
​Asah Bakat Generasi Muda, Pacific Garden Puri Sukses Hadirkan Kompetisi Edukatif

​Asah Bakat Generasi Muda, Pacific Garden Puri Sukses Hadirkan Kompetisi Edukatif

26 Mei 2026
Harga Emas Antam Melonjak Rp 35.000 per Gram, Kini Tembus Rp 2,78 Juta

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp5.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,798 Juta

26 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3251 shares
    Share 1300 Tweet 813
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Pledoi Calvin Cahya: Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Dakwaan dan Minta Pembebasan Total

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Arab Saudi Bertambah

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya