Selasa, 21 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola Baru, Siap Masuk Uji Klinis dalam Beberapa Bulan

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
26 Mei 2026
in Kesehatan
A A
0
Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola Baru, Siap Masuk Uji Klinis dalam Beberapa Bulan

Foto: getty images

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Para ilmuwan dari University of Oxford tengah mengembangkan vaksin baru untuk melawan virus Ebola yang saat ini kembali menjadi perhatian dunia. Vaksin tersebut dikabarkan dapat siap memasuki tahap uji klinis dalam dua hingga tiga bulan ke depan sebagai bagian dari upaya menghadapi situasi darurat kesehatan global.

Langkah cepat ini dilakukan menyusul meningkatnya kasus Ebola di Republik Demokratik Kongo yang memicu kekhawatiran internasional.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari BBC, wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo telah mencatat sedikitnya 750 kasus dengan 177 kematian.

Kluster penyakit yang ditemukan diketahui berasal dari Bundibugyo virus disease (BVD), salah satu jenis virus Ebola yang dapat menyebabkan demam berdarah berat dengan tingkat kematian tinggi.

Artikel Terkait

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

PERKI Dorong Transformasi Layanan Jantung Nasional, Fokus Bangun Kepercayaan dan Kemandirian

Kulit Gatal dan Sangat Kering Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal, Jangan Diabaikan

Lonjakan kasus tersebut membuat dunia internasional kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Ebola, terutama di wilayah Afrika Tengah yang sebelumnya juga beberapa kali mengalami wabah serupa.

Melihat perkembangan situasi yang semakin serius, World Health Organization atau WHO resmi menetapkan wabah Ebola sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) atau darurat kesehatan masyarakat global.

Status ini biasanya diberikan ketika suatu wabah dinilai berpotensi menyebar lintas negara dan membutuhkan koordinasi internasional yang cepat.

WHO juga mendorong percepatan penelitian vaksin dan penguatan sistem pengawasan kesehatan di negara-negara terdampak.

Tim peneliti Oxford kini bekerja untuk mengembangkan vaksin yang dirancang khusus melawan jenis virus Bundibugyo yang menjadi sumber wabah terbaru.

Pengembangan vaksin dilakukan menggunakan platform teknologi modern yang sebelumnya juga dipakai dalam pengembangan vaksin penyakit menular lain.

Para ilmuwan berharap vaksin tersebut dapat segera diuji pada manusia dalam waktu dekat guna mengetahui tingkat keamanan dan efektivitasnya.

Jika hasil awal menunjukkan respons positif, vaksin ini berpotensi menjadi salah satu alat penting untuk menekan penyebaran Ebola di wilayah terdampak.

Ebola dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan dengan gejala utama berupa demam tinggi, pendarahan, muntah, diare, dan kerusakan organ dalam.

Virus ini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita maupun benda yang terkontaminasi.

Meski beberapa vaksin Ebola telah dikembangkan sebelumnya, kemunculan varian berbeda seperti Bundibugyo membuat penelitian vaksin baru tetap diperlukan agar perlindungan terhadap berbagai jenis virus Ebola menjadi lebih efektif.

Dunia kini menaruh perhatian besar terhadap perkembangan penelitian vaksin Oxford tersebut di tengah meningkatnya kekhawatiran akan potensi meluasnya wabah.(dhil)

Topik: ilmuwan oxfordvaksin ebola

TerkaitBerita

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

oleh Editor : Affandy
21 Juli 2026
PERKI Dorong Transformasi Layanan Jantung Nasional, Fokus Bangun Kepercayaan dan Kemandirian
Kesehatan

PERKI Dorong Transformasi Layanan Jantung Nasional, Fokus Bangun Kepercayaan dan Kemandirian

oleh Editor : Affandy
16 Juli 2026
Kulit Gatal dan Sangat Kering Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal, Jangan Diabaikan
Kesehatan

Kulit Gatal dan Sangat Kering Bisa Jadi Tanda Penyakit Ginjal, Jangan Diabaikan

oleh Editor : Affandy
15 Juli 2026
Tren Hyrox Meningkat di Indonesia, Dokter Ingatkan Risiko Cedera bagi Peserta yang Ikut karena FOMO
Kesehatan

Tren Hyrox Meningkat di Indonesia, Dokter Ingatkan Risiko Cedera bagi Peserta yang Ikut karena FOMO

oleh Editor : Affandy
14 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

21 Juli 2026
Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

21 Juli 2026
IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

21 Juli 2026
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

21 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3973 shares
    Share 1589 Tweet 993
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    568 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Lionel Messi Berpeluang Tutup Piala Dunia Dengan 3 Penghargaan Prestisius

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya