Koranindopos.com – JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman meski terjadi gangguan pasokan energi global akibat konflik dan perang di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah menegaskan cadangan operasional BBM Indonesia saat ini masih berada jauh di atas batas minimal yang telah ditetapkan.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan pemerintah terus memantau kondisi pasokan energi nasional untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Menurut Yuliot, Indonesia memiliki standar minimal cadangan operasional BBM nasional yang berada pada kisaran 20 hingga 23 hari.
Saat ini, cadangan BBM subsidi seperti Pertalite disebut masih berada jauh di atas ambang batas tersebut.
“Kalau untuk ketersediaan BBM, ini kan kita ada indikator ketersediaan cadangan operasional minimal. Ini cadangan minimal kita, cadangan yang ada saat ini jauh di atas cadangan minimal,” ujar Yuliot saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026).
Meski demikian, pemerintah belum mengungkap secara rinci jumlah pasti hari cadangan BBM nasional yang tersedia saat ini.
Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah beberapa waktu terakhir memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, termasuk minyak mentah dan bahan bakar.
Sebagai negara yang masih mengandalkan impor untuk sebagian kebutuhan energi, Indonesia turut memantau perkembangan situasi internasional tersebut.
Namun pemerintah memastikan kondisi pasokan BBM dalam negeri tetap terkendali dan distribusi kepada masyarakat berjalan normal.
Selain memastikan stok tersedia, pemerintah juga terus memperkuat sistem pengawasan distribusi dan cadangan energi strategis nasional.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan permintaan maupun gangguan distribusi akibat situasi global.
Kementerian ESDM menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena ketersediaan BBM nasional masih aman dan mencukupi kebutuhan dalam negeri.
Pemerintah saat ini juga terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui diversifikasi energi, peningkatan kapasitas kilang, hingga pengembangan energi baru terbarukan.
Upaya tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada kondisi geopolitik global yang dapat memengaruhi pasokan dan harga energi dunia.(dhil)










