Rabu, 7 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Reorientasi MBG: Dari Program Konsumsi Menjadi Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
17 Juni 2026
in Nasional
A A
0
Reorientasi MBG: Dari Program Konsumsi Menjadi Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Foto: kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter
Koranindopos.com. – JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia kini menghadapi tantangan besar. Di tengah tujuan mulianya dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045, program ini diterpa berbagai sorotan terkait tata kelola, transparansi, hingga dugaan penyimpangan yang mencederai kepercayaan publik.

Sejumlah pengamat menilai bahwa MBG tidak boleh hanya dipandang sebagai program belanja konsumsi yang menghabiskan anggaran negara tanpa menghasilkan dampak ekonomi jangka panjang. Sebaliknya, program berskala nasional ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi penggerak ekonomi baru yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.

Selama ini, mekanisme program MBG berjalan dengan pola sederhana. Anggaran negara dialokasikan untuk pengadaan bahan makanan, distribusi, dan konsumsi oleh penerima manfaat. Setelah makanan dikonsumsi, siklus anggaran berakhir tanpa menghasilkan pendapatan baru bagi negara.

Model seperti ini dinilai rentan terhadap tekanan ekonomi global, terutama ketika harga komoditas dan energi meningkat atau nilai tukar rupiah mengalami pelemahan. Akibatnya, ruang fiskal pemerintah menjadi semakin terbatas untuk membiayai program pembangunan lainnya.

Karena itu, muncul gagasan untuk mengubah paradigma MBG menjadi sebuah ekosistem ekonomi yang produktif. Melalui pendekatan ini, setiap anggaran yang dikeluarkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi yang mampu menciptakan pendapatan berkelanjutan.

Artikel Terkait

Sopir Taksi Green SM Ditusuk Wanita di Pademangan, Pelaku Diamankan Polisi

KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang dan Barang ke Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono

Indonesia-Norwegia Luncurkan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030, Siapkan Rp20 Miliar

Dengan target penerima manfaat yang mencapai puluhan juta orang di seluruh Indonesia, MBG memiliki daya ungkit ekonomi yang sangat besar. Program ini dapat menjadi fondasi pembentukan rantai pasok pangan nasional yang melibatkan petani, nelayan, pelaku UMKM, koperasi, hingga industri logistik.

Apabila dikelola secara terintegrasi, MBG berpotensi menciptakan pasar yang stabil bagi produk pertanian dan perikanan lokal. Selain meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil, langkah ini juga dapat memperkuat ketahanan pangan nasional.

Lebih jauh lagi, aktivitas ekonomi yang tercipta dari ekosistem MBG dapat menghasilkan berbagai bentuk pendapatan yang pada akhirnya berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek besar adalah pembangunan jaringan penyimpanan dingin atau cold chain. Selama ini, Indonesia masih menghadapi tingkat kehilangan hasil panen dan produk perikanan yang cukup tinggi akibat keterbatasan fasilitas penyimpanan.

Melalui jaringan cold storage yang terhubung dengan kebutuhan MBG, pemerintah dapat membantu menjaga kualitas bahan pangan sekaligus mengurangi kerugian pascapanen. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh petani dan nelayan di luar kebutuhan program, sehingga menciptakan sumber pendapatan baru.

Selain mendukung distribusi pangan bergizi, pengembangan cold chain juga berpotensi meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional.

Pilar berikutnya adalah penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah pangan. Sisa makanan dan limbah organik yang dihasilkan dari kegiatan MBG dapat diolah menjadi kompos, pakan ternak, hingga energi terbarukan.

Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru di tingkat daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah yang sebelumnya dianggap sebagai masalah dapat berubah menjadi sumber nilai ekonomi.

Transformasi MBG menjadi program produktif membutuhkan tata kelola yang transparan, pengawasan yang kuat, serta pemanfaatan teknologi digital dalam setiap prosesnya. Sistem yang terintegrasi akan memastikan setiap aliran anggaran dapat dipantau secara terbuka dan akuntabel.

Selain itu, keterlibatan koperasi, UMKM, dan komunitas lokal menjadi faktor penting agar manfaat ekonomi program dapat dirasakan secara merata di berbagai wilayah Indonesia.

Program Makan Bergizi Gratis sejatinya memiliki potensi lebih besar daripada sekadar penyediaan makanan bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, MBG dapat berkembang menjadi platform ekonomi nasional yang memperkuat sektor pangan, menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan menghasilkan nilai tambah bagi negara.

Jika transformasi tersebut berhasil dilakukan, MBG tidak hanya akan dikenang sebagai program sosial berskala besar, tetapi juga sebagai investasi strategis yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.(dhil)

Topik: MBG

TerkaitBerita

Sopir Taksi Green SM Ditusuk Wanita di Pademangan, Pelaku Diamankan Polisi
Peristiwa

Sopir Taksi Green SM Ditusuk Wanita di Pademangan, Pelaku Diamankan Polisi

oleh Editor : Affandy
7 Oktober 2026
KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang dan Barang ke Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono
Nasional

KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang dan Barang ke Eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono

oleh Editor : Affandy
7 Oktober 2026
Indonesia-Norwegia Luncurkan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030, Siapkan Rp20 Miliar
Nasional

Indonesia-Norwegia Luncurkan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030, Siapkan Rp20 Miliar

oleh Editor : Affandy
7 Oktober 2026
Catat Prestasi Gemilang, Pegadaian Sabet Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026
Nasional

Catat Prestasi Gemilang, Pegadaian Sabet Penghargaan Internasional IPMA Global Project Excellence Award 2026

oleh Editor : Anggoro
6 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Secondary Emerging Market

FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia di Secondary Emerging Market

7 Oktober 2026
Kenapa Gigi Tetap Terlihat Kuning Meski Rajin Sikat Gigi? Ini Penjelasannya

Kenapa Gigi Tetap Terlihat Kuning Meski Rajin Sikat Gigi? Ini Penjelasannya

7 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10.000 Jadi Rp2,58 Juta per Gram

7 Oktober 2026
Andovi da Lopez Dalami Peran Kandidat Gubernur di Film Bapak Paling Jujur

Andovi da Lopez Dalami Peran Kandidat Gubernur di Film Bapak Paling Jujur

7 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4913 shares
    Share 1965 Tweet 1228
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1010 shares
    Share 404 Tweet 253
  • Laga Awal Musim Membuka Peluang AC Milan Berkembang

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Posting Kalimat Galau di Instagram, Ada Apa Dengan Yogie Nandes?

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Pemilahan Sampah Warga Rorotan Tembus 90 Persen, Biodigester Olah 1,2 Ton Sampah per Hari

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya