Selasa, 21 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Reorientasi MBG: Dari Program Konsumsi Menjadi Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
17 Juni 2026
in Nasional
A A
0
Reorientasi MBG: Dari Program Konsumsi Menjadi Mesin Penggerak Ekonomi Nasional

Foto: kompas.com

Share on FacebookShare on Twitter
Koranindopos.com. – JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia kini menghadapi tantangan besar. Di tengah tujuan mulianya dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045, program ini diterpa berbagai sorotan terkait tata kelola, transparansi, hingga dugaan penyimpangan yang mencederai kepercayaan publik.

Sejumlah pengamat menilai bahwa MBG tidak boleh hanya dipandang sebagai program belanja konsumsi yang menghabiskan anggaran negara tanpa menghasilkan dampak ekonomi jangka panjang. Sebaliknya, program berskala nasional ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi penggerak ekonomi baru yang mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.

Selama ini, mekanisme program MBG berjalan dengan pola sederhana. Anggaran negara dialokasikan untuk pengadaan bahan makanan, distribusi, dan konsumsi oleh penerima manfaat. Setelah makanan dikonsumsi, siklus anggaran berakhir tanpa menghasilkan pendapatan baru bagi negara.

Model seperti ini dinilai rentan terhadap tekanan ekonomi global, terutama ketika harga komoditas dan energi meningkat atau nilai tukar rupiah mengalami pelemahan. Akibatnya, ruang fiskal pemerintah menjadi semakin terbatas untuk membiayai program pembangunan lainnya.

Karena itu, muncul gagasan untuk mengubah paradigma MBG menjadi sebuah ekosistem ekonomi yang produktif. Melalui pendekatan ini, setiap anggaran yang dikeluarkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi yang mampu menciptakan pendapatan berkelanjutan.

Artikel Terkait

Bahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun, Pemerintah Pantau Pergerakan Harga Minyak Dunia

Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Meledak, Empat Korban Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan

Lestari Moerdijat Desak Evaluasi Sistem Perlindungan Kelompok Rentan Usai Kasus Kekerasan Seksual Lansia di Grobogan

Dengan target penerima manfaat yang mencapai puluhan juta orang di seluruh Indonesia, MBG memiliki daya ungkit ekonomi yang sangat besar. Program ini dapat menjadi fondasi pembentukan rantai pasok pangan nasional yang melibatkan petani, nelayan, pelaku UMKM, koperasi, hingga industri logistik.

Apabila dikelola secara terintegrasi, MBG berpotensi menciptakan pasar yang stabil bagi produk pertanian dan perikanan lokal. Selain meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil, langkah ini juga dapat memperkuat ketahanan pangan nasional.

Lebih jauh lagi, aktivitas ekonomi yang tercipta dari ekosistem MBG dapat menghasilkan berbagai bentuk pendapatan yang pada akhirnya berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek besar adalah pembangunan jaringan penyimpanan dingin atau cold chain. Selama ini, Indonesia masih menghadapi tingkat kehilangan hasil panen dan produk perikanan yang cukup tinggi akibat keterbatasan fasilitas penyimpanan.

Melalui jaringan cold storage yang terhubung dengan kebutuhan MBG, pemerintah dapat membantu menjaga kualitas bahan pangan sekaligus mengurangi kerugian pascapanen. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh petani dan nelayan di luar kebutuhan program, sehingga menciptakan sumber pendapatan baru.

Selain mendukung distribusi pangan bergizi, pengembangan cold chain juga berpotensi meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional.

Pilar berikutnya adalah penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah pangan. Sisa makanan dan limbah organik yang dihasilkan dari kegiatan MBG dapat diolah menjadi kompos, pakan ternak, hingga energi terbarukan.

Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru di tingkat daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah yang sebelumnya dianggap sebagai masalah dapat berubah menjadi sumber nilai ekonomi.

Transformasi MBG menjadi program produktif membutuhkan tata kelola yang transparan, pengawasan yang kuat, serta pemanfaatan teknologi digital dalam setiap prosesnya. Sistem yang terintegrasi akan memastikan setiap aliran anggaran dapat dipantau secara terbuka dan akuntabel.

Selain itu, keterlibatan koperasi, UMKM, dan komunitas lokal menjadi faktor penting agar manfaat ekonomi program dapat dirasakan secara merata di berbagai wilayah Indonesia.

Program Makan Bergizi Gratis sejatinya memiliki potensi lebih besar daripada sekadar penyediaan makanan bagi masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat, MBG dapat berkembang menjadi platform ekonomi nasional yang memperkuat sektor pangan, menciptakan lapangan kerja, mendorong inovasi, dan menghasilkan nilai tambah bagi negara.

Jika transformasi tersebut berhasil dilakukan, MBG tidak hanya akan dikenang sebagai program sosial berskala besar, tetapi juga sebagai investasi strategis yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.(dhil)

Topik: MBG

TerkaitBerita

Bahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun, Pemerintah Pantau Pergerakan Harga Minyak Dunia
Nasional

Bahlil Buka Peluang Harga Pertamax Turun, Pemerintah Pantau Pergerakan Harga Minyak Dunia

oleh Editor : Affandy
21 Juli 2026
Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Meledak, Empat Korban Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan
Peristiwa

Rumah Mewah di Grand Polonia Medan Meledak, Empat Korban Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan

oleh Editor : Affandy
21 Juli 2026
Lestari Moerdijat Desak Evaluasi Sistem Perlindungan Kelompok Rentan Usai Kasus Kekerasan Seksual Lansia di Grobogan
Nasional

Lestari Moerdijat Desak Evaluasi Sistem Perlindungan Kelompok Rentan Usai Kasus Kekerasan Seksual Lansia di Grobogan

oleh Editor : Affandy
20 Juli 2026
DKI Jakarta Juara Umum Asah Keterampilan PERIKHSA ke-5 Tahun 2026, Bamsoet Tekankan Profesionalisme dan Semangat Bela Negara
Nasional

DKI Jakarta Juara Umum Asah Keterampilan PERIKHSA ke-5 Tahun 2026, Bamsoet Tekankan Profesionalisme dan Semangat Bela Negara

oleh Editor : Affandy
20 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

21 Juli 2026
Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

21 Juli 2026
IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

21 Juli 2026
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

21 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3973 shares
    Share 1589 Tweet 993
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    568 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Lionel Messi Berpeluang Tutup Piala Dunia Dengan 3 Penghargaan Prestisius

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya