Koranindopos.com, Jakarta – PT Nusantara Quantum Intelligence (NQI) memperluas langkah bisnisnya di sektor energi terbarukan dengan menjalin kerja sama strategis bersama perusahaan teknologi asal Shenzhen, Tiongkok, Hosen-X. Kesepakatan bernilai multi-juta dolar yang diumumkan pada 15 Juni 2026 itu mencakup pembangunan pabrik baterai dan pabrik komponen panel surya di Indonesia.
Penandatanganan kerja sama dilakukan di kantor pusat Hosen-X di Shenzhen. Dalam kesempatan tersebut, CEO sekaligus pendiri PT NQI Walter Kaminski hadir bersama Chairman Harlan dan Presiden Perusahaan Dr. Sam Lee untuk meresmikan kemitraan yang digadang-gadang menjadi salah satu langkah besar perusahaan dalam bisnis energi hijau.
Fokus utama kerja sama ini adalah menghadirkan fasilitas produksi yang dapat mendukung kebutuhan energi bersih di Indonesia. Salah satu proyek yang akan dibangun adalah pabrik manufaktur baterai yang memproduksi sel baterai berkapasitas tinggi serta paket baterai untuk berbagai kebutuhan industri.
Pabrik tersebut dirancang untuk melayani pasar dalam negeri sekaligus memenuhi permintaan ekspor. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi yang saat ini terus berkembang.
Selain pabrik baterai, kedua perusahaan juga berencana membangun pabrik wafer panel surya. Fasilitas ini akan memproduksi komponen penting yang digunakan dalam pembuatan panel surya untuk kebutuhan pasar Indonesia maupun kawasan regional.
Dengan adanya produksi di dalam negeri, biaya pengadaan komponen panel surya diharapkan dapat menjadi lebih kompetitif. Langkah ini sekaligus mendukung upaya pengembangan energi berbasis matahari yang semakin banyak diterapkan di berbagai sektor.
Kerja sama tersebut juga menempatkan PT NQI sebagai distributor eksklusif berbagai produk dan teknologi yang dikembangkan Hosen-X. Melalui skema ini, beragam solusi energi dan teknologi ramah lingkungan akan mulai diperkenalkan ke pasar Indonesia.
Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah sistem kendaraan listrik roda dua dengan konsep penukaran baterai. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna mengganti baterai dalam waktu sekitar 30 detik tanpa harus menunggu proses pengisian daya.
Sistem ini ditujukan untuk mendukung mobilitas harian masyarakat perkotaan maupun kebutuhan armada logistik yang membutuhkan efisiensi waktu operasional. Kendaraan juga dilengkapi fitur keamanan seperti pelacakan lokasi dan sistem pengawasan pintar.
Di sektor baterai, Hosen-X membawa sejumlah teknologi yang diklaim mampu bekerja dalam kondisi suhu ekstrem. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan baterai sodium-ion yang disebut sebagai alternatif lebih ekonomis dibanding baterai berbasis litium.
Teknologi sodium-ion tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari penyimpanan energi skala besar hingga kendaraan listrik berkecepatan rendah. Kehadirannya dinilai dapat menjadi pilihan baru bagi industri yang membutuhkan solusi energi dengan biaya lebih terjangkau.
Tak hanya menyasar kendaraan listrik, kerja sama ini juga mencakup pengembangan sistem penyimpanan energi untuk sektor komersial dan industri. Sistem tersebut memungkinkan energi dari sumber terbarukan disimpan dan digunakan kembali saat kebutuhan listrik meningkat.
Hosen-X turut membawa platform pengelolaan energi berbasis kecerdasan buatan yang mampu menghubungkan pembangkit listrik, sistem penyimpanan energi, dan pengguna dalam satu jaringan terintegrasi. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi sistem secara real-time dan membantu meningkatkan efisiensi penggunaan energi.
Bagi PT NQI, kemitraan dengan Hosen-X menjadi langkah penting untuk memperluas bisnis di sektor energi masa depan. Sementara bagi Indonesia, pembangunan fasilitas produksi baterai dan panel surya ini berpotensi memperkuat industri energi hijau sekaligus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan energi terbarukan di dalam negeri. (RIS/Kul)










