Menyusul viralnya kasus tersebut, psikiater mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap tanda-tanda gangguan kepribadian antisosial atau psikopati yang dapat muncul pada seseorang.
Menurut para ahli, psikopat umumnya memiliki karakteristik berupa kurangnya empati terhadap orang lain, tidak merasa bersalah setelah menyakiti orang lain, serta cenderung manipulatif dan pandai memanfaatkan orang di sekitarnya demi kepentingan pribadi. Mereka juga dapat tampil menawan dan meyakinkan sehingga tidak mudah dikenali pada awal hubungan.
Selain itu, individu dengan kecenderungan psikopat sering kali menunjukkan perilaku impulsif, mudah berbohong, sulit bertanggung jawab atas tindakannya, serta memiliki pola hubungan yang tidak sehat dan penuh kontrol terhadap pasangan.
Psikiater menekankan bahwa tidak semua orang yang memiliki sifat keras atau temperamental dapat langsung dikategorikan sebagai psikopat. Diagnosis gangguan kepribadian antisosial harus dilakukan oleh tenaga profesional melalui pemeriksaan menyeluruh.
Artikel Terkait
Kasus yang menimpa YTT menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan dalam hubungan. Perilaku seperti mengisolasi pasangan dari keluarga dan teman, mengontrol aktivitas sehari-hari, melakukan ancaman, hingga tindakan kekerasan fisik merupakan tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.
Para ahli juga mengimbau korban kekerasan dalam hubungan untuk segera mencari bantuan kepada keluarga, sahabat, psikolog, atau pihak berwenang agar mendapatkan perlindungan dan penanganan yang tepat.
Kasus penyekapan sadis di Bandung tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Sementara itu, kondisi korban menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk kalangan kesehatan mental yang menilai pentingnya edukasi mengenai hubungan yang sehat dan bahaya perilaku manipulatif dalam kehidupan sehari-hari.(dhil)










