Koranindopos.com – JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia berduka atas gugurnya anggota Polda Maluku, Briptu Nanda Tutupoho, yang meninggal dunia saat berupaya menyelamatkan seorang pelajar yang terseret arus di perairan Maluku. Aksi heroik tersebut menjadi bukti pengabdian tanpa pamrih seorang anggota Polri dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Peristiwa nahas itu terjadi ketika Briptu Nanda bersama anggota TNI AU, Serda Rangga S., berusaha memberikan pertolongan kepada seorang pelajar yang terseret arus dan ombak. Dalam upaya penyelamatan tersebut, keduanya justru ikut terseret derasnya arus laut hingga akhirnya meninggal dunia.
Kabar duka ini menyelimuti keluarga besar Polri dan TNI. Briptu Nanda dikenal sebagai sosok anggota yang berdedikasi tinggi dan selalu siap membantu masyarakat. Pengorbanannya dalam menyelamatkan nyawa orang lain mendapat penghormatan dari berbagai pihak.
“Kami keluarga besar Polda Maluku menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Briptu Nanda Tutupoho dalam upaya penyelamatan seorang pelajar,” demikian pernyataan yang disampaikan terkait peristiwa tersebut.
Aksi heroik Briptu Nanda dan Serda Rangga menjadi cerminan semangat pengabdian aparat negara yang rela mempertaruhkan nyawa demi keselamatan masyarakat. Meski harus mengorbankan nyawa mereka sendiri, tindakan keduanya meninggalkan teladan tentang keberanian, kemanusiaan, dan pengabdian yang tulus.
Kepergian Briptu Nanda tidak hanya menjadi kehilangan bagi institusi Polri, tetapi juga bagi masyarakat Maluku. Sosoknya dikenang sebagai anggota yang mengutamakan keselamatan warga dan tidak ragu terjun langsung dalam situasi darurat.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi aparat keamanan dalam menjalankan tugas, termasuk dalam misi penyelamatan kemanusiaan. Pengorbanan Briptu Nanda Tutupoho akan selalu dikenang sebagai wujud nyata dedikasi seorang Bhayangkara kepada masyarakat, bangsa, dan negara.(dhil/kmps)










