Koranindopos.com, CEKO-Marco Bezzecchi harus membayar mahal akibat ulahnya sendiri. Dia dilarang ikut balapan utama MotoGP Ceko setelah insiden memukul marshal saat sesi sprint race pada Sabtu (20/6/2026).
Bezzecchi dijatuhi sanksi berat akibat tindakan memukul seorang marshal. Awalnya, Bezzecchi mengalami kecelakaan dan terseret hingga ke area gravel di Tikungan 3 di Sirkuit Brno, Ceko saat balapan tersisa dua putaran lagi.
Saat salah satu marshal mencoba mengangkat motor dari kerikil, ia tidak sengaja menarik tuas gas, membuat mesin Aprilia RS-GP tersebut berteriak. Bezzecchi langsung berlari ke arah motornya untuk menekan tombol kill switch. Mulanya Bezzecchi mendorong marshal tersebut agar menjauh dari tuas gas. Dari sudut kamera lain, tangan kanan Bezzecchi bahkan terlihat mengenai area wajah marshal.
Setelah berhasil mematikan mesin motornya, emosi Bezzecchi belum reda. Ia kembali melayangkan pukulan atau tamparan ke arah marshal yang sama. Dalam rekaman audio onboard, marshal tersebut sempat terdengar menjelaskan bahwa ia hanya berniat membantu mengangkat motor.
Meskipun aksi ini tidak langsung tersorot penuh di siaran langsung TV utama, rekaman dari kamera onboard dan video amatir langsung viral di media sosial. Steward FIM memanggil Bezzecchi pada Sabtu malam atas perilaku tidak sportif, yang akhirnya berujung hukuman larangan mengikuti balapan utama MotoGP Ceko.
Manajemen Aprilia Racing tak tinggal diam. Dipimpin langsung CEO Massimo Rivola dan Team Manager Paolo Bonora. Sidang banding yang berlangsung ketat selama kurang lebih 30 menit bersama jajaran Steward FIM-Simon Crafar, Tamara Matko, dan Andres Somolinos-akhirnya ketok palu dengan hasil pahit bagi pabrikan Noale. Banding Aprilia ditolak mentah-mentah!
Dalam keterangan resminya, FIM MotoGP Stewards menegaskan bahwa tindakan kekerasan fisik terhadap petugas sirkuit merupakan garis merah yang sama sekali tidak bisa dinegosiasikan, apa pun alasannya. ”Meskipun Steward banding menyadari bahwa pembalap yang terlibat dalam kecelakaan dapat mengalami frustrasi, kekecewaan, dan emosi yang meningkat, situasi tersebut tidak dapat dimaafkan atau membenarkan agresi fisik yang diarahkan pada personel sirkuit yang sedang menjalankan tugas resmi mereka,” tulis pernyataan resmi Steward FIM. (dtk/mmr)










