Koranindopos.com – Jakarta – Kebakaran hebat yang melanda kawasan permukiman padat penduduk di Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026) malam, tidak hanya menghanguskan ratusan rumah, tetapi juga menyebabkan sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan akibat tebalnya asap yang menyelimuti lokasi kejadian.
Berdasarkan data terbaru dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat pada Selasa (2/6/2026) dini hari, sebanyak delapan warga harus dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Kemayoran untuk mendapatkan perawatan medis setelah mengalami sesak napas akibat menghirup asap kebakaran.
Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung menyampaikan bahwa terdapat enam warga yang mengalami sesak napas dan telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.
“Saat ini ada enam orang korban yang mengalami sesak napas akibat asap yang tebal dan sudah dibawa untuk pertolongan ke Rumah Sakit Hermina Kemayoran,” ujar Reynold saat dihubungi pada Senin malam.
Namun, setelah proses pendataan lanjutan dilakukan oleh petugas, jumlah warga yang membutuhkan perawatan medis bertambah menjadi delapan orang.
Salah seorang warga RW 04 Kebon Kosong, Heni, mengaku melihat langsung beberapa warga yang harus dievakuasi oleh tim medis setelah mengalami gangguan pernapasan saat berupaya menyelamatkan barang-barang milik mereka dari kobaran api.
“Ya semoga enggak ada korban lah, tadi udah ada yang batuk sama sesak napas,” kata Heni.
Petugas pemadam kebakaran berjibaku selama hampir tiga jam untuk mengendalikan kobaran api yang melahap permukiman warga di kawasan tersebut. Berdasarkan laporan resmi Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, laporan pertama diterima pada pukul 20.55 WIB dan unit pemadam tiba di lokasi delapan menit kemudian, tepatnya pukul 21.03 WIB.
Setelah upaya pemadaman intensif yang melibatkan puluhan personel dan sejumlah armada pemadam, api akhirnya berhasil dilokalisir pada pukul 23.30 WIB.
“Laporan terima berita pukul 20.55 WIB, unit tiba pukul 21.03 WIB, api berhasil lokalisir pukul 23.30 WIB, objek yang terbakar rumah semi permanen,” demikian keterangan dalam laporan Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat.
Pantauan di lokasi pada dini hari menunjukkan kobaran api yang sebelumnya terlihat jelas dari area evakuasi di Lapangan Jusuf Hamka telah padam dan tidak lagi terlihat. Petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi di salah satu rumah warga di RT 14 RW 04, Kebon Kosong.
Laporan petugas menyebutkan bahwa api pertama kali muncul dari sebuah rumah dan dengan cepat membesar karena kondisi bangunan yang saling berhimpitan. Seorang anggota Relawan Kebakaran (Redkar) sempat mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dari pos RW untuk melakukan penanganan awal.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena kobaran api telah terlanjur membesar.
“Api diduga berasal dari korsleting listrik rumah di RT 14. Lalu seorang Redkar mengambil APAR ke pos RW. Namun, api sudah terlalu besar dan tidak bisa dipadamkan dengan APAR,” tulis laporan tersebut.
Kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Kemayoran Gempol itu menghanguskan ratusan rumah semi permanen yang berada di lingkungan padat penduduk. Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan kepala keluarga terdampak dan harus mengungsi sementara ke lokasi yang telah disiapkan pemerintah.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengatakan bahwa objek yang terbakar merupakan rumah tinggal dengan karakteristik bangunan rendah dan berdekatan satu sama lain, sehingga api cepat merambat ke bangunan di sekitarnya.
“Objek yang terbakar merupakan rumah tinggal dengan jenis bangunan rendah,” ujar Bayu dalam keterangannya.
Setelah menerima laporan dari warga, petugas pemadam kebakaran dari Sektor III Kemayoran langsung diterjunkan ke lokasi guna mencegah api meluas ke kawasan permukiman lainnya.
Peristiwa kebakaran di Pasar Jiung kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik di kawasan permukiman padat penduduk. Korsleting listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran rumah di wilayah perkotaan.
Pemerintah dan petugas pemadam kebakaran mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi kabel dan peralatan listrik dalam keadaan layak pakai, tidak menggunakan sambungan listrik berlebihan, serta segera melaporkan jika ditemukan potensi bahaya yang dapat memicu kebakaran.
Sementara itu, petugas masih melakukan pendataan terkait jumlah rumah yang terdampak serta total kerugian akibat kebakaran yang melanda kawasan Pasar Jiung tersebut.(dhil)










