Koranindopos.com – JAKARTA – Perum BULOG menerima kunjungan akademik mahasiswa lintas fakultas Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai bagian dari upaya memperkenalkan pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara langsung kepada kalangan akademisi. Kegiatan yang berlangsung di Gudang BULOG Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai peran strategis BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung di lapangan agar tidak hanya memahami teori yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga mengetahui bagaimana cadangan beras negara dikelola secara profesional.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan pangan nasional. Karena itu, BULOG membuka akses bagi masyarakat dan perguruan tinggi untuk melihat langsung kondisi gudang serta sistem penyimpanan beras yang diterapkan.
Selama kunjungan, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai seluruh proses pengelolaan beras, mulai dari penerimaan hasil panen, pengendalian mutu, sistem penyimpanan, hingga mekanisme distribusi Cadangan Beras Pemerintah.
Rombongan juga diajak mengunjungi Sentra Pengolahan Beras (SPB) BULOG untuk menyaksikan secara langsung proses pembersihan, pemolesan, pengemasan, hingga menghasilkan beras siap konsumsi sesuai standar kualitas yang ditetapkan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai pentingnya proses hilirisasi pangan dalam menjaga kualitas produk sekaligus mendukung stabilitas pasokan beras nasional.
Selain memberikan edukasi, BULOG juga membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi dalam bidang penelitian, pengembangan teknologi, serta inovasi sektor pangan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai solusi yang mendukung penguatan ketahanan pangan nasional, mulai dari peningkatan kualitas penyimpanan hingga efisiensi rantai pasok pangan.
Perwakilan mahasiswa UGM menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai kunjungan lapangan memberikan pengalaman yang berbeda karena dapat melihat secara langsung pengelolaan beras dari tahap penerimaan bahan baku hingga proses pengemasan.
Mahasiswa juga berkesempatan mencoba proses pengemasan beras serta berdiskusi mengenai peluang riset bersama BULOG di masa mendatang.
Dalam kesempatan itu, BULOG juga memaparkan perkembangan stok Cadangan Beras Pemerintah.
Hingga 29 Juni 2026, realisasi pengadaan beras telah melampaui 3,2 juta ton atau lebih dari 80 persen target pengadaan tahun ini. Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola BULOG telah mencapai sekitar 5,4 juta ton, yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan cadangan beras nasional.
Capaian tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras, sekaligus mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan.
Melalui kegiatan edukasi ini, BULOG berharap semakin banyak mahasiswa dan masyarakat memahami pentingnya peran Cadangan Beras Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Perusahaan juga menilai sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha perlu terus diperkuat agar lahir berbagai inovasi yang mampu meningkatkan kualitas pengelolaan pangan Indonesia di masa depan.
Dengan melibatkan kalangan akademisi secara langsung, BULOG berharap generasi muda dapat menjadi bagian dari penguatan sistem pangan nasional melalui riset, inovasi, maupun kontribusi nyata dalam pembangunan sektor pertanian dan logistik pangan Indonesia.(Dhil/dtk)










