Koranindopos.com, Jakarta – Pemerintah akan membuka rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk formasi guru mulai 2027 sebagai bagian dari upaya mengatasi kekurangan tenaga pendidik yang masih terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, , mengatakan Indonesia saat ini masih kekurangan sekitar 561 ribu guru. Karena itu, pemerintah telah menyiapkan skema rekrutmen dan pengangkatan guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) mulai tahun 2027 dan akan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.
“Sekarang kita masih kekurangan guru sebanyak 561 ribu orang di seluruh Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti saat menghadiri Wisuda Ke-17 di Pangkalpinang, Kamis.
Menurutnya, para guru yang dinyatakan lulus seleksi aparatur sipil negara (ASN) nantinya akan ditempatkan di wilayah-wilayah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik, termasuk daerah terpencil di berbagai wilayah Indonesia.
“Para guru PNS ini harus siap ditugaskan di mana saja, termasuk daerah-daerah terpencil di seluruh wilayah Republik Indonesia,” katanya.
Abdul Mu’ti menjelaskan proses rekrutmen akan dilakukan melalui mekanisme seleksi berbasis tes dan sistem merit. Dengan demikian, kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kompetensi dan kemampuan yang dimiliki.
“Para guru ASN yang lulus tes ini akan ditempatkan atau ditugaskan di daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Presiden dalam mewujudkan visi pembangunan pendidikan sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita.
Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah berupaya memastikan layanan pendidikan yang berkualitas dapat dinikmati secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Meski demikian, ia mengakui sektor pendidikan nasional masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses hingga kesenjangan mutu pendidikan di sejumlah daerah.
“Saat ini kita masih menghadapi berbagai kesenjangan pendidikan di Indonesia. Kesenjangan tersebut tidak hanya menyangkut akses, tetapi juga mutu pendidikan dan masih banyak anak yang belum memperoleh kesempatan belajar karena keterbatasan ekonomi, kondisi geografis, disabilitas, kemampuan intelektual, maupun faktor sosial dan budaya,” jelasnya.
Pemerintah berharap rekrutmen guru PNS mulai 2027 dapat membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di berbagai daerah sekaligus meningkatkan pemerataan layanan pendidikan. Langkah tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui penyediaan guru yang profesional dan berkualitas di seluruh pelosok negeri. (hai)










