Koranindopos.com, Bekasi – Industri fashion tanah air, khususnya lini sepatu roda dua dan sneakers lokal, kini tengah berada di atas angin. Geliat positif ini memicu ketertarikan para investor, termasuk dari kalangan selebritas. Artis sekaligus pebisnis kenamaan, Arie Untung, kini resmi melebarkan sayap bisnisnya dengan menjadi salah satu pemegang saham di Spokats, sebuah gerai ritel yang khusus mewadahi merek-merek sepatu lokal pilihan.
Langkah strategis ini diambil bukan tanpa perhitungan matang. Suami dari Fenita Arie tersebut melihat bahwa saat ini merupakan momentum emas bagi produk dalam negeri untuk mendominasi pasar. Menurut pengamatannya, dinamika konsumen telah bergeser secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, di mana masyarakat mulai menaruh kepercayaan tinggi pada kualitas buatan anak bangsa.
Arie Untung menekankan bahwa faktor utama masyarakat memilih merek lokal saat ini sudah bukan lagi didasari oleh harganya yang miring. Mengenakan produk dalam negeri kini telah bertransformasi menjadi sebuah bentuk gengsi dan kebanggaan tersendiri bagi lintas kalangan, termasuk para pengusaha dan pejabat publik.
”Dan setelah dipelajari, setelah diperhitungkan segala macam dan kayaknya yuk kita terjun karena memang ini eranya. Apalagi kalau kita ngebaca jenis ekonomi ya, dengan ekonomi sekarang orang masih orang masih ingin lihat stylish gitu ya. Paling rasional memang produk lokal,” kata Arie saat Grand Opening Spokat di Pakuwon Mall, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026).
”Dan itu sekarang orang ketika pakai produk lokal tuh nggak ke sana (murah) tapi pride. Jadi sekarang nggak usah gitu, pengusaha besar kayak Bang Sandi aja pakainya lokal. Jadi maksudnya ini bukan bukan masalah strata ekonomi lagi tapi lebih ke pride-nya gitu kan,” tambah Arie.
Keterlibatan aktif Arie Untung dalam menyokong Spokats membuktikan keseriusannya dalam dunia wirausaha. Baginya, terjun langsung ke lapangan dan mengelola operasional secara intensif merupakan kunci utama agar sebuah usaha dapat bertahan dan berkembang pesat di tengah persaingan ketat.
”Sebenarnya berada di bisnis dari semenjak syuting pun udah berada di bisnis sebenarnya ya. Jadi ibaratnya ketika jadi public personality itu etalasenya aja, aslinya pedagang juga sih sebenarnya di belakangnya gitu kan. Cuma membedakan main di F&B, main di fashion atau juga main di retail sepatu nih,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Founder Spokats, Grebe Triangga, memaparkan visi besar di balik pendirian gerai ini. Kehadiran Spokats di dalam pusat perbelanjaan modern bertujuan untuk memberikan ruang eksklusif yang representatif bagi merek-merek lokal yang selama ini kesulitan menembus pasar ritel premium di dalam mall.
”Karena kan balik lagi kayak kita menjadi the first local sneaker store multibrand gitu kan, yang ada di dalam mall. Yang ibarat kata ini memang space-nya di Indonesia belum ada nih sebenarnya kayak gitu kan. Dan kita punya mimpi kayak negara-negara lain, kayak tadi yang saya bilang Jepang punya Atmos, Amerika punya Foot Locker, UK punya JD Sport, ya kita Indonesia punya Spokats,” ujanya.
Untuk mewujudkan impian besar tersebut, Spokats menerapkan standar seleksi yang sangat ketat bagi setiap produk yang ingin masuk. Proses kurasi berkala dilakukan guna memastikan bahwa aspek kualitas, ketahanan, estetika, hingga strategi pemasaran dari brand tersebut benar-benar matang.
”Sebenarnya memang brand lokal di Indonesia itu banyak banget ya. Nah untuk bisa masuk ke dalam jajaran pajangan di Spokats memang kita melakukan kurasi sebenarnya. Kurasinya ya pertama otomatis secara kualitas produknya sendiri. Jadi yang kita hadirkan di sini harus bisa dibuat sejajar dengan brand luar katakan gitu kan,” ucapnya.
Langkah maju yang diinisiasi oleh Spokats ini diharapkan mampu menjadi batu loncatan yang kuat agar produk-produk buatan pengrajin Indonesia tidak hanya merajai pasar domestik, namun juga siap melakukan ekspansi besar-besaran untuk bersaing secara sehat di kancah internasional.
”Ini menjadi langkah yang baik untuk membantu brand lokal terutama juga untuk bisa membuat lokal brand menjadi naik kelas lah. Bisa bikin kesetaraan antara brand lokal sama brand internasional dan bahkan bisaopendi negara-negara yang lain gitu. Jadi Bismillah seperti itu,” pungkasnya. (BRG/Hend)









