Koranindopos.com, Jakarta – Sebuah jasad biasanya dianggap sebagai akhir dari sebuah cerita. Namun dalam film AUTOPSY: Dead Body Can Talk, tubuh yang sudah tidak bernyawa justru menjadi awal untuk mengungkap sebuah kebenaran.
Film produksi Karya Kreatif Utama ini menghadirkan kisah investigasi forensik yang mengangkat bagaimana ilmu pengetahuan membantu menemukan fakta di balik sebuah kematian. Menjelang penayangannya di bioskop pada 3 September 2026, film tersebut resmi memperkenalkan trailer dan poster perdananya pada Senin (13/7/2026).
Trailer berdurasi 2 menit 25 detik itu membawa penonton masuk ke suasana ruang autopsi yang penuh ketelitian dan misteri. Berbeda dari film horor yang mengandalkan unsur gaib, AUTOPSY: Dead Body Can Talk menampilkan proses penyelidikan melalui bukti-bukti medis seperti luka pada tubuh, tanda kekerasan, hingga zat yang ditemukan dalam pemeriksaan.
Cerita film ini berpusat pada sosok dr. Sumy Hastry Purwanti, seorang ahli forensik yang menjadi inspirasi utama karakter dalam film. Melalui pemeriksaan terhadap jenazah, ia berusaha menemukan petunjuk untuk membantu mengungkap kasus dan memberikan jawaban bagi keluarga korban.
Sutradara AUTOPSY: Dead Body Can Talk, Ozan Ruz, mengatakan film ini tidak hanya berfokus pada proses penyelidikan, tetapi juga perjalanan emosional seorang dokter forensik dalam menjalankan tugasnya.
“Melalui visual yang intim dan atmosfer yang menekan, saya ingin membawa penonton mengikuti perjalanan emosional dr. Hastry. Empati menjadi kekuatan utamanya, bukan sesuatu yang supranatural, melainkan kepekaan yang membimbingnya menemukan petunjuk, yang kemudian selalu dibuktikan melalui ilmu forensik,” ujar Ozan Ruz.
Menurut Ozan, pendekatan cerita yang digunakan dalam film ini lebih mengutamakan sisi manusiawi dan ketepatan dalam menggambarkan dunia forensik. Setiap temuan dalam proses autopsi bukan sekadar informasi medis, tetapi bagian penting untuk memahami kejadian yang sebenarnya.
Sementara itu, Rina Tarigan selaku Story Origin AUTOPSY: Dead Body Can Talk menjelaskan bahwa ide film ini muncul dari keinginan mengangkat kisah yang memiliki kedekatan dengan kehidupan nyata.
“Ide awal film ini berangkat dari sebuah pemikiran sederhana bahwa sebuah kisah yang diangkat dari peristiwa nyata akan memiliki kedekatan emosional yang lebih kuat dengan penonton, terlebih jika terinspirasi oleh sosok yang telah dikenal luas karena dedikasi dan kontribusinya di bidangnya. Dari pemikiran tersebut, nama dr. Sumy Hastry Purwanti muncul sebagai sosok yang paling tepat.”
Rina menyebut sosok dr. Sumy Hastry menjadi inspirasi karena perjalanan dan kontribusinya di bidang forensik. Hal tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan cerita yang menggabungkan unsur investigasi kriminal dengan sisi kemanusiaan.
Dari sisi produksi, Fariz Stanzah selaku produser mengungkapkan bahwa menghadirkan dunia forensik ke layar lebar menjadi tantangan tersendiri bagi tim.
“Memproduksi AUTOPSY: Dead Body Can Talk merupakan perjalanan yang penuh tantangan sekaligus menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh tim produksi. Sejak awal, kami memahami bahwa film ini menuntut tingkat autentisitas yang tinggi dalam menghadirkan dunia forensik ke layar lebar. Karena itu, setiap keputusan produksi kami ambil dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan artistik, akurasi visual, dan efisiensi pelaksanaan di lapangan.”
Produser lainnya, Marsa Moesa, menambahkan bahwa film ini dibuat dengan tujuan menghadirkan cerita yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membuka wawasan penonton mengenai peran ilmu forensik.
“Saya percaya bahwa setiap zaman memiliki film yang mampu memperluas cara pandang penontonnya. Hari ini, penonton Indonesia menunjukkan kedewasaan yang luar biasa; mereka tidak lagi hanya mencari tontonan yang menghibur, tetapi juga cerita yang menantang rasa ingin tahu dan mengajak mereka berpikir. Itulah keyakinan yang melandasi lahirnya AUTOPSY: Dead Body Can Talk.”
Melalui film ini, Karya Kreatif Utama ingin memperkenalkan sisi lain dari dunia forensik yang selama ini jarang terlihat oleh masyarakat. AUTOPSY: Dead Body Can Talk menggambarkan bagaimana sains dapat membantu menyampaikan fakta dari seseorang yang sudah tidak mampu berbicara.
Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk akan tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. (BRG/Kul)










