Selasa, 14 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Lewat Ilmu Forensik, Jasad Menjadi Saksi dalam Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk

Editor : Akula oleh Editor : Akula
14 Juli 2026
in Film dan Musik
A A
0
Lewat Ilmu Forensik, Jasad Menjadi Saksi dalam Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk

AUTOPSY: Dead Body Can Talk menampilkan proses penyelidikan melalui bukti-bukti medis seperti luka pada tubuh, tanda kekerasan, hingga zat yang ditemukan dalam pemeriksaan.(Foto. AKULA/KORANINDOPOS.COM)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Sebuah jasad biasanya dianggap sebagai akhir dari sebuah cerita. Namun dalam film AUTOPSY: Dead Body Can Talk, tubuh yang sudah tidak bernyawa justru menjadi awal untuk mengungkap sebuah kebenaran.

Film produksi Karya Kreatif Utama ini menghadirkan kisah investigasi forensik yang mengangkat bagaimana ilmu pengetahuan membantu menemukan fakta di balik sebuah kematian. Menjelang penayangannya di bioskop pada 3 September 2026, film tersebut resmi memperkenalkan trailer dan poster perdananya pada Senin (13/7/2026).

Trailer berdurasi 2 menit 25 detik itu membawa penonton masuk ke suasana ruang autopsi yang penuh ketelitian dan misteri. Berbeda dari film horor yang mengandalkan unsur gaib, AUTOPSY: Dead Body Can Talk menampilkan proses penyelidikan melalui bukti-bukti medis seperti luka pada tubuh, tanda kekerasan, hingga zat yang ditemukan dalam pemeriksaan.

Cerita film ini berpusat pada sosok dr. Sumy Hastry Purwanti, seorang ahli forensik yang menjadi inspirasi utama karakter dalam film. Melalui pemeriksaan terhadap jenazah, ia berusaha menemukan petunjuk untuk membantu mengungkap kasus dan memberikan jawaban bagi keluarga korban.

Artikel Terkait

​Totalitas Tanpa Batas Ari Irham di Film ‘Takkan Kubiarkan Kau Menangis’, Rela Masuk Studio Rekaman Demi Jadi Anak Band ​

Cetak Rekor Edisi Ke-100, Buku Fenomenal Filosofi Teras Resmi Diangkat Jadi Film Layar Lebar

Pihak Ruben Onsu Ungkap Alasan Ajukan Gugatan Hak Asuh Anak

Sutradara AUTOPSY: Dead Body Can Talk, Ozan Ruz, mengatakan film ini tidak hanya berfokus pada proses penyelidikan, tetapi juga perjalanan emosional seorang dokter forensik dalam menjalankan tugasnya.

“Melalui visual yang intim dan atmosfer yang menekan, saya ingin membawa penonton mengikuti perjalanan emosional dr. Hastry. Empati menjadi kekuatan utamanya, bukan sesuatu yang supranatural, melainkan kepekaan yang membimbingnya menemukan petunjuk, yang kemudian selalu dibuktikan melalui ilmu forensik,” ujar Ozan Ruz.

Menurut Ozan, pendekatan cerita yang digunakan dalam film ini lebih mengutamakan sisi manusiawi dan ketepatan dalam menggambarkan dunia forensik. Setiap temuan dalam proses autopsi bukan sekadar informasi medis, tetapi bagian penting untuk memahami kejadian yang sebenarnya.

Sementara itu, Rina Tarigan selaku Story Origin AUTOPSY: Dead Body Can Talk menjelaskan bahwa ide film ini muncul dari keinginan mengangkat kisah yang memiliki kedekatan dengan kehidupan nyata.

“Ide awal film ini berangkat dari sebuah pemikiran sederhana bahwa sebuah kisah yang diangkat dari peristiwa nyata akan memiliki kedekatan emosional yang lebih kuat dengan penonton, terlebih jika terinspirasi oleh sosok yang telah dikenal luas karena dedikasi dan kontribusinya di bidangnya. Dari pemikiran tersebut, nama dr. Sumy Hastry Purwanti muncul sebagai sosok yang paling tepat.”

Rina menyebut sosok dr. Sumy Hastry menjadi inspirasi karena perjalanan dan kontribusinya di bidang forensik. Hal tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan cerita yang menggabungkan unsur investigasi kriminal dengan sisi kemanusiaan.

Dari sisi produksi, Fariz Stanzah selaku produser mengungkapkan bahwa menghadirkan dunia forensik ke layar lebar menjadi tantangan tersendiri bagi tim.

“Memproduksi AUTOPSY: Dead Body Can Talk merupakan perjalanan yang penuh tantangan sekaligus menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi seluruh tim produksi. Sejak awal, kami memahami bahwa film ini menuntut tingkat autentisitas yang tinggi dalam menghadirkan dunia forensik ke layar lebar. Karena itu, setiap keputusan produksi kami ambil dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan artistik, akurasi visual, dan efisiensi pelaksanaan di lapangan.”

Produser lainnya, Marsa Moesa, menambahkan bahwa film ini dibuat dengan tujuan menghadirkan cerita yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membuka wawasan penonton mengenai peran ilmu forensik.

“Saya percaya bahwa setiap zaman memiliki film yang mampu memperluas cara pandang penontonnya. Hari ini, penonton Indonesia menunjukkan kedewasaan yang luar biasa; mereka tidak lagi hanya mencari tontonan yang menghibur, tetapi juga cerita yang menantang rasa ingin tahu dan mengajak mereka berpikir. Itulah keyakinan yang melandasi lahirnya AUTOPSY: Dead Body Can Talk.”

Melalui film ini, Karya Kreatif Utama ingin memperkenalkan sisi lain dari dunia forensik yang selama ini jarang terlihat oleh masyarakat. AUTOPSY: Dead Body Can Talk menggambarkan bagaimana sains dapat membantu menyampaikan fakta dari seseorang yang sudah tidak mampu berbicara.

Film AUTOPSY: Dead Body Can Talk akan tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. (BRG/Kul)

Topik: AUTOPSY: Dead Body Can TalkFilm Horor

TerkaitBerita

​Totalitas Tanpa Batas Ari Irham di Film ‘Takkan Kubiarkan Kau Menangis’, Rela Masuk Studio Rekaman Demi Jadi Anak Band  ​
Film dan Musik

​Totalitas Tanpa Batas Ari Irham di Film ‘Takkan Kubiarkan Kau Menangis’, Rela Masuk Studio Rekaman Demi Jadi Anak Band ​

oleh Editor : Akula
14 Juli 2026
Cetak Rekor Edisi Ke-100, Buku Fenomenal Filosofi Teras Resmi Diangkat Jadi Film Layar Lebar
Film dan Musik

Cetak Rekor Edisi Ke-100, Buku Fenomenal Filosofi Teras Resmi Diangkat Jadi Film Layar Lebar

oleh Editor : Akula
13 Juli 2026
Pihak Ruben Onsu Ungkap Alasan Ajukan Gugatan Hak Asuh Anak
Film dan Musik

Pihak Ruben Onsu Ungkap Alasan Ajukan Gugatan Hak Asuh Anak

oleh Editor : Akula
12 Juli 2026
GENRE HOROR: Para pemeran film horor Cek Khodam yang segera tayang di seluruh bioskop tanah air pada 16 Juli 2026. (FOTO: HARIS SUNANDAR/KORANINDOPOS.COM)
Film dan Musik

Cek Khodam, Horor Komedi Relevan dengan Kehidupan Modern

oleh Editor : Memoarto
11 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

LPDB Koperasi Perkuat Akses Pembiayaan dan Tampilkan KDKMP Unggulan di Puncak Harkopnas ke-79

LPDB Koperasi Perkuat Akses Pembiayaan dan Tampilkan KDKMP Unggulan di Puncak Harkopnas ke-79

14 Juli 2026
​Totalitas Tanpa Batas Ari Irham di Film ‘Takkan Kubiarkan Kau Menangis’, Rela Masuk Studio Rekaman Demi Jadi Anak Band  ​

​Totalitas Tanpa Batas Ari Irham di Film ‘Takkan Kubiarkan Kau Menangis’, Rela Masuk Studio Rekaman Demi Jadi Anak Band ​

14 Juli 2026
Rekomendasi HP Rp6–8 Jutaan: RAM Besar, Kamera Tajam, dan Baterai Tahan Lama

Rekomendasi HP Rp6–8 Jutaan: RAM Besar, Kamera Tajam, dan Baterai Tahan Lama

13 Juli 2026
HNW Ajak BKPRMI Kampanyekan “Jakarta Kota Halal Global” pada Musywil XIII DKI Jakarta

HNW Ajak BKPRMI Kampanyekan “Jakarta Kota Halal Global” pada Musywil XIII DKI Jakarta

13 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3856 shares
    Share 1542 Tweet 964
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    528 shares
    Share 211 Tweet 132
  • Samsung Siapkan Dua Galaxy Z Series Terbaru, Z Flip 8 dan Z Fold 8 Siap Ramaikan Pasar Ponsel Lipat

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Swiss Siap-Siap Hadapi Argentina di Perempat Final Piala Dunia 2026

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Honda Vario Evo 160 Resmi Meluncur, Tawarkan Performa Responsif dan Desain Premium

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya