Koranindopos.com, Jakarta – Dedikasi total tanpa batas ditunjukkan oleh aktor muda berbakat Ari Irham dalam proyek layar lebar terbaru garapan rumah produksi Langit Pictures yang berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Demi menyuguhkan performa yang paripurna, pria yang populer di industri perfilman tanah air ini rela keluar dari zona nyamannya dengan mendalami teknik seni vokal secara serius hingga masuk dapur rekaman profesional. Dalam sinema teranyar ini, dirinya didapuk untuk memerankan karakter utama bernama Dika, seorang anak band remaja yang memikul tanggung jawab besar sebagai vokalis sekaligus gitaris utama sebuah grup musik.
“Teman-teman semua tahu saya bukan Duta, saya bukan vokalis,” kata Ari Irham sambil bercanda saat ditemui di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).
Tantangan terbesar yang dihadapi dalam produksi film drama keluarga ini bukan sekadar mengeksplorasi kedalaman emosi karakter yang rumit, melainkan juga menampilkan gerak-gerik serta pesona panggung yang meyakinkan layaknya seorang frontman kawakan. Sebagai figur yang tidak memiliki latar belakang sebagai penyanyi di kehidupan nyata, tuntutan untuk membawakan lagu-lagu legendaris menjadi sebuah beban emosional sekaligus motivasi besar. Sutradara secara khusus menginstruksikannya untuk merekam beberapa karya musik hits milik band legendaris Indonesia, Sheila On 7, yang terkenal memiliki karakteristik vokal sangat khas dan tinggi.
“Saya disuruh rekaman tiga lagu sama Mbak Ferly. Buat saya itu tantangan paling berat selama ngerjain film ini. Harusnya lima lagu. Saya disuruh rekaman full song lagu-lagu Sheila On 7, padahal nadanya enggak sampai saya. Itu susah banget,” katanya seraya tertawa.
Guna mengatasi segala kendala teknis dan vokal tersebut, seluruh jajaran pemain diwajibkan untuk mengikuti program lokakarya atau workshop intensif selama dua bulan penuh sebelum proses pengambilan gambar resmi dimulai.
Selama masa persiapan yang menguras energi tersebut, para pemeran digembleng secara disiplin layaknya sebuah grup musik sungguhan di dunia nyata untuk mengasah keahlian instrumen, menyelaraskan tempo, serta membangun keserasian komunikasi panggung yang solid.
“Workshop-nya padat banget. Jadi pas syuting, saya sudah lumayan pede buat jadi vokalis,” ujar Ari. “Basic gitar sebenarnya sudah bisa. Tapi habis workshop dua bulan, sekarang jadi lebih lancar mainnya,” ujarnya.
Secara garis besar, film Takkan Kubiarkan Kau Menangis menyoroti kisah emosional Dika yang digambarkan sebagai seorang remaja dengan konflik batin mendalam akibat kesulitan mengomunikasikan perasaan sayangnya kepada sang ibu. Di tengah kebuntuan komunikasi dan dinginnya hubungan kekeluargaan yang diwarnai kesalahpahaman, dunia musik kemudian hadir menjadi ruang aman bagi Dika untuk menumpahkan seluruh isi hatinya.
“Karakter Dika ini cukup tricky. Salah satu karakter tersulit yang pernah aku peranin karena harus jadi vokalis sekaligus gitaris,” katanya. “Senang banget bisa kerja bareng teman-teman di film ini. Energi mereka bikin semangat terus selama syuting,” tuturnya.
Sutradara sekaligus produser film, Ferly Halim, memaparkan bahwa karya sinematik yang menyentuh hati ini sengaja diangkat dari fenomena sosial serta keresahan nyata yang kerap dijumpai di dalam lingkaran keluarga modern. Kehadiran film drama musikal yang turut dimeriahkan oleh deretan aktor ternama seperti Shanty, Ariyo Wahab, hingga Didi Riyadi ini diharapkan mampu menjadi refleksi berharga bagi penonton untuk lebih menghargai kehadiran orang tua.
“Kadang kita merasa ibu pasti tahu kalau kita sayang. Padahal, mereka juga butuh mendengar dan merasakan kasih sayang itu secara langsung. Lewat film ini saya ingin mengajak semua orang untuk lebih berani mengungkapkan cinta kepada ibu selagi masih ada kesempatan,” tutup Ferly. (BRG/Hend)










