Koranindopos.com – JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Irfan Yusuf atau Gus Irfan mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Uzbekistan, khususnya dalam pengembangan wisata religi serta peningkatan konektivitas kedua negara.
Salah satu peluang yang tengah dibahas adalah pembukaan penerbangan langsung dari Indonesia menuju Uzbekistan. Rute tersebut dinilai dapat memperluas pilihan perjalanan bagi jemaah umrah Indonesia sekaligus meningkatkan mobilitas wisatawan.
“Salah satu peluang yang dibahas adalah pembukaan penerbangan langsung dari Indonesia ke Uzbekistan untuk memperluas pilihan perjalanan umrah sekaligus mendorong mobilitas wisatawan,” ujar Gus Irfan saat bertemu Gubernur Samarkand Adiz Boboev di Samarkand, Uzbekistan, dikutip dari siaran pers, Senin (7/9/2026).
Gus Irfan mengatakan hubungan Indonesia dan Uzbekistan memiliki akar sejarah yang panjang.
Interaksi antara kedua bangsa bahkan telah berlangsung sebelum Indonesia dan Uzbekistan berdiri sebagai negara merdeka. Salah satu jejak hubungan tersebut terlihat dari kiprah para ulama asal Asia Tengah dalam perkembangan Islam di Nusantara.
“Kami ingin menguatkan kembali hubungan yang sudah terbentuk sejak lama,” kata Gus Irfan.
Menurut dia, sejarah tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas kerja sama kedua negara pada masa kini, termasuk melalui sektor wisata religi.
Gus Irfan melihat peluang besar dalam pengembangan paket perjalanan yang menggabungkan ibadah umrah dengan kunjungan wisata religi ke negara lain.
Selama ini, sebagian jemaah umrah asal Indonesia memilih menambah perjalanan ke sejumlah destinasi seperti Turki, Dubai, maupun kawasan Timur Tengah.
Samarkand dinilai dapat menjadi salah satu pilihan baru dalam rangkaian perjalanan tersebut.
“Samarkand memiliki potensi untuk menjadi salah satu destinasi tambahan dalam perjalanan tersebut,” ujar Gus Irfan.
Kota Samarkand sendiri memiliki sejumlah situs yang memiliki nilai sejarah dan keagamaan penting bagi umat Islam.
Potensi tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi bagian dari perjalanan wisata religi bagi wisatawan Indonesia yang ingin mengenal lebih jauh sejarah perkembangan Islam di Asia Tengah.
Meski peluang kerja sama tersebut terbuka lebar, Gus Irfan menjelaskan bahwa penyelenggaraan perjalanan umrah di Indonesia dilakukan oleh pihak swasta melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Karena itu, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memiliki peran dalam pengaturan dan tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah.
“Karena umrah diselenggarakan oleh PPIU, maka pembicaraan ini perlu dilanjutkan dengan para pelaku usaha perjalanan umrah,” ujarnya.
Pelibatan pelaku industri perjalanan dinilai penting agar peluang penerbangan langsung dan pengembangan paket wisata religi dapat diterjemahkan menjadi layanan perjalanan yang konkret bagi masyarakat.
Gubernur Samarkand Adiz Boboev menyambut baik rencana penguatan hubungan dengan Indonesia.
Ia mengatakan Uzbekistan memiliki sejumlah situs penting yang berkaitan dengan sejarah Islam dan para ulama besar.
Beberapa di antaranya terkait dengan tempat kelahiran maupun jejak tokoh seperti Imam Bukhari, Imam Al-Maturidi, Bahauddin Naqsyaband, dan At-Tirmidzi.
Keberadaan situs-situs tersebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin melakukan perjalanan religi sekaligus mempelajari sejarah Islam.
Boboev berharap semakin banyak wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Uzbekistan.
Menurut dia, pembukaan penerbangan langsung antara Indonesia dan Uzbekistan dapat menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dari kedua negara.
Rencana penerbangan langsung diharapkan tidak hanya memberikan alternatif baru bagi jemaah umrah, tetapi juga memperkuat hubungan masyarakat dan aktivitas pariwisata antara Indonesia dan Uzbekistan.
Dengan konektivitas yang lebih baik, perjalanan menuju destinasi-destinasi sejarah Islam di Uzbekistan dapat menjadi lebih mudah bagi wisatawan Indonesia.
Kerja sama tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan paket perjalanan yang menggabungkan ibadah umrah dengan wisata religi di Asia Tengah.
Pemerintah Indonesia dan Uzbekistan kini memiliki ruang untuk menindaklanjuti pembahasan tersebut bersama pelaku industri perjalanan sehingga potensi wisata religi dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua negara.(dhil/kmps)










