Koranindopos.com – JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (8/9/2026). Mata uang Paman Sam kembali berada di level Rp17.600-an.
Mengutip data Bloomberg, dolar AS pada pukul 09.14 WIB berada di level Rp17.671, atau menguat 2 poin (0,01 persen) dibandingkan posisi sebelumnya.
Penguatan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah. Mata uang AS juga menguat terhadap sejumlah mata uang utama maupun mata uang negara-negara Asia.
Dolar AS tercatat menguat 0,14 persen terhadap dolar Australia dan naik 0,10 persen terhadap euro.
Penguatan juga terjadi terhadap dolar Singapura sebesar 0,11 persen serta yuan China sebesar 0,01 persen.
Sementara itu, dolar AS menguat cukup signifikan terhadap yen Jepang dengan kenaikan 0,38 persen.
Mata uang Paman Sam juga naik terhadap baht Thailand sebesar 0,10 persen dan ringgit Malaysia sebesar 0,05 persen.
Pergerakan tersebut menunjukkan dolar AS berada dalam posisi relatif kuat terhadap sejumlah mata uang pada perdagangan pagi ini.
Penguatan dolar AS ke Rp17.671 membuat nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan pada awal perdagangan.
Level tersebut menjadi perhatian karena rupiah masih bergerak di kisaran Rp17.600-an terhadap dolar AS.
Bagi pelaku pasar, pergerakan nilai tukar menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan karena perubahan kurs dapat memengaruhi berbagai aktivitas ekonomi, termasuk biaya impor, perdagangan, serta investasi.
Penguatan dolar AS juga dapat meningkatkan biaya pembelian barang atau bahan baku yang berasal dari luar negeri apabila transaksi dilakukan dalam mata uang dolar.
Sebaliknya, perubahan nilai tukar juga dapat memberikan dampak berbeda bagi sektor yang memperoleh pendapatan dalam dolar AS.
Pergerakan rupiah terhadap dolar AS akan terus menjadi perhatian investor sepanjang perdagangan hari ini.
Dengan posisi dolar AS yang kembali menguat tipis ke Rp17.671, pelaku pasar akan mencermati apakah penguatan tersebut berlanjut atau rupiah mampu kembali menguat pada perdagangan berikutnya.
Pergerakan mata uang juga akan menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pasar dalam menentukan arah investasi, terutama di tengah dinamika pasar keuangan global.
Untuk saat ini, dolar AS masih bertahan di level Rp17.600-an terhadap rupiah dengan penguatan tipis pada awal perdagangan Selasa (8/9/2026).(dhil/dtK)










