Selasa, 15 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Pergantian Menkeu Jadi Perhatian Pasar, Mirae Asset Soroti Kredibilitas Fiskal

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
15 September 2026
in Ekonomi
A A
0
Pergantian Menkeu Jadi Perhatian Pasar, Mirae Asset Soroti Kredibilitas Fiskal

Foto: dok.detik.com

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar keuangan Indonesia.

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai investor kini perlu lebih selektif dalam mencermati perkembangan pasar, tidak hanya berdasarkan pergerakan indeks, tetapi juga fundamental perusahaan serta katalis yang dapat menopang pasar ke depan.

Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan, penunjukan Suahasil memberikan sinyal positif bagi pasar karena memiliki latar belakang di bidang kebijakan fiskal dan pengalaman di Kementerian Keuangan.

Namun, menurut Rully, tantangan utama pemerintah bukan hanya menyangkut sosok Menteri Keuangan, melainkan bagaimana menjaga konsistensi kebijakan dan disiplin fiskal dalam jangka panjang.

Artikel Terkait

Dolar AS Menguat Tipis ke Rp17.671 Pagi Ini, Rupiah Kembali Tertekan

Harga Emas Antam Turun Lagi Rp10.000, Kini Jadi Rp2,592 Juta per Gram

LENCIR Raih Brand Choice Award 2026, Perkuat Inovasi di Industri Wellness Indonesia

“Pergantian Menteri Keuangan ini menjadi sinyal positif bagi pasar, apalagi dengan latar belakang Suahasil Nazara di bidang kebijakan fiskal dan pengalamannya di Kementerian Keuangan. Namun, yang paling penting tetap implementasi dan konsistensi kebijakan, khususnya dalam menjaga kredibilitas APBN dan disiplin fiskal,” ujar Rully.

Perhatian terhadap arah kebijakan fiskal juga tercermin dari pergerakan pasar saham domestik.

IHSG ditutup relatif datar di level 6.535 setelah sempat mengalami koreksi lebih dari 2 persen secara intraday.

Menurut Rully, pergerakan tersebut menunjukkan investor masih mencermati arah kebijakan fiskal setelah pergantian Menteri Keuangan.

Kredibilitas fiskal dan komunikasi kebijakan pemerintah dinilai akan menjadi faktor penting dalam menentukan sentimen pasar selanjutnya.

Di sisi lain, IHSG telah mengalami re-rating sekitar 18 persen sejak awal paruh kedua 2026. Setelah kenaikan tersebut, investor dinilai membutuhkan dukungan fundamental yang lebih kuat untuk mendorong penguatan pasar berikutnya.

“Setelah re-rating yang cukup cepat, investor tidak bisa hanya mengandalkan kenaikan indeks. Next leg dari pasar akan membutuhkan earnings delivery dan foreign flows yang lebih luas. Karena itu, pasar akan semakin selektif,” kata Rully.

Dari sisi global, Rully memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September.

Kenaikan tersebut dinilai sudah cukup diperhitungkan oleh pasar atau priced in. Karena itu, perhatian investor berikutnya akan tertuju pada pergerakan rupiah dan dampaknya terhadap ruang kebijakan Bank Indonesia.

“Kenaikan 25 basis poin dari The Fed relatif sudah priced in. Bagi Indonesia, perhatian berikutnya akan tertuju pada pergerakan rupiah karena menjadi salah satu faktor utama yang menentukan ruang dan respons kebijakan Bank Indonesia,” ujar Rully.

Penguatan rupiah saat ini masih didukung kondisi eksternal yang lebih kondusif serta arus masuk modal atau capital inflows. Namun, ketahanan penguatan tersebut tetap bergantung pada keberlanjutan arus dana.

Sementara di pasar Surat Berharga Negara (SBN), koordinasi kebijakan dinilai penting untuk menjaga kenaikan imbal hasil atau yield berlangsung secara bertahap.

Rully mengingatkan perubahan persepsi terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah maupun peringkat kredit dapat memicu penyesuaian harga atau repricing yang lebih tajam.

“Yang perlu diwaspadai adalah apabila terjadi perubahan persepsi terhadap kredibilitas kebijakan atau rating, karena itu bisa menghasilkan repricing yang lebih tajam,” jelasnya.

Selektivitas investor juga terlihat dari pola arus dana asing di pasar saham.

Saat ini, aliran dana asing masih terkonsentrasi pada saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan dan sejumlah emiten komoditas.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor masih memilih perusahaan dengan fundamental yang dinilai kuat di tengah ketidakpastian pasar.

Menurut Mirae Asset, penguatan indeks secara keseluruhan belum cukup menjadi alasan bagi investor untuk meningkatkan eksposur secara merata ke seluruh saham.

Investor perlu melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba, kualitas arus kas, serta dukungan fundamental yang dapat mempertahankan valuasi setelah kenaikan pasar sebelumnya.

Selain pasar saham secara umum, perubahan kebijakan pemerintah juga menjadi perhatian investor di sektor komoditas.

Senior Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Fauzan Luthfi Djamal mengatakan, peluang di sektor komoditas kini semakin bergantung pada dampak spesifik setiap kebijakan terhadap produksi, harga, arus ekspor, dan penerimaan negara.

Menurut Fauzan, pelonggaran Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara tidak serta-merta menjadi keuntungan bagi seluruh perusahaan tambang.

“Pelonggaran RKAB lebih tepat dilihat sebagai dispersion event, bukan sector-wide reset. Di nikel, tightness di sisi ore juga membuat posisi perusahaan tambang menjadi lebih kuat karena bargaining power meningkat, sementara beberapa perusahaan converter menghadapi risiko kenaikan biaya feedstock. Jadi, investor perlu melihat posisi dan fundamental masing-masing emiten, bukan hanya pergerakan harga komoditas,” ujar Fauzan.

Ia menjelaskan, tambahan volume produksi batu bara dapat memberikan dampak berbeda terhadap masing-masing perusahaan. Sementara di sektor nikel, keterbatasan pasokan bijih dapat meningkatkan posisi tawar perusahaan tambang, tetapi sekaligus memberikan tekanan biaya bagi perusahaan pengolahan atau converter.

Karena itu, kenaikan harga komoditas tidak otomatis membuat seluruh saham dalam sektor tersebut memiliki prospek yang sama.

Fauzan juga menyoroti rencana Commodity Exchange yang ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

Menurut dia, keberadaan bursa komoditas tersebut berpotensi memperkuat proses price discovery atau pembentukan harga di dalam negeri sekaligus menciptakan referensi harga komoditas domestik.

Namun, dampaknya terhadap pricing power Indonesia akan sangat bergantung pada likuiditas bursa dan seberapa luas harga yang terbentuk di dalam negeri digunakan sebagai acuan oleh pelaku pasar.

“Commodity Exchange berpotensi menjadi langkah penting untuk meningkatkan price discovery di dalam negeri. Namun, dampaknya terhadap pricing power Indonesia akan sangat bergantung pada likuiditas bursa dan seberapa besar pelaku pasar menggunakan harga domestik tersebut sebagai benchmark,” jelas Fauzan.

Dengan berbagai dinamika tersebut, Fauzan menilai peluang investasi di sektor komoditas terutama terdapat pada perusahaan yang memiliki faktor kelangkaan atau scarcity, kemampuan menentukan harga atau pricing power, serta posisi strategis dalam rantai pasok.

Karakteristik tersebut dinilai penting karena perubahan harga komoditas dapat memberikan dampak berbeda terhadap perusahaan yang berada pada posisi berbeda dalam rantai produksi.

“Tidak semua saham komoditas akan bergerak dengan arah yang sama meskipun harga komoditasnya naik,” tutup Fauzan.

Secara keseluruhan, Mirae Asset melihat pasar keuangan Indonesia memasuki fase yang membutuhkan pendekatan lebih selektif. Pergantian Menteri Keuangan menjadi salah satu faktor yang dicermati, terutama terkait kredibilitas APBN dan konsistensi kebijakan fiskal.

Di pasar saham, investor juga perlu mencermati fundamental dan arus dana setelah penguatan IHSG yang cukup cepat. Sementara pada sektor komoditas, dampak kebijakan produksi, pasokan, ekspor, serta perkembangan Commodity Exchange akan menjadi faktor penting dalam menentukan peluang masing-masing emiten.(dhil)

Topik: MenkeuMirae Asset

TerkaitBerita

Dolar AS Menguat Tipis ke Rp17.671 Pagi Ini, Rupiah Kembali Tertekan
Ekonomi

Dolar AS Menguat Tipis ke Rp17.671 Pagi Ini, Rupiah Kembali Tertekan

oleh Editor : Affandy
15 September 2026
Harga Emas Antam Turun Lagi Rp10.000, Kini Jadi Rp2,592 Juta per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam Turun Lagi Rp10.000, Kini Jadi Rp2,592 Juta per Gram

oleh Editor : Affandy
15 September 2026
Lencir
Bisnis

LENCIR Raih Brand Choice Award 2026, Perkuat Inovasi di Industri Wellness Indonesia

oleh Editor : Hana
14 September 2026
Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.607 Pagi Ini
Bisnis

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.607 Pagi Ini

oleh Editor : Affandy
14 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Dolar AS Menguat Tipis ke Rp17.671 Pagi Ini, Rupiah Kembali Tertekan

Dolar AS Menguat Tipis ke Rp17.671 Pagi Ini, Rupiah Kembali Tertekan

15 September 2026
Harga Emas Antam Turun Lagi Rp10.000, Kini Jadi Rp2,592 Juta per Gram

Harga Emas Antam Turun Lagi Rp10.000, Kini Jadi Rp2,592 Juta per Gram

15 September 2026
Citizen Attesa CC4084-83Z Resmi Masuk AS, Jam Titanium Ini Tak Perlu Ganti Baterai

Citizen Attesa CC4084-83Z Resmi Masuk AS, Jam Titanium Ini Tak Perlu Ganti Baterai

15 September 2026
Viral Penumpang Taksi Online Dimaki dan Diturunkan di Tengah Jalan di Tebet

Viral Penumpang Taksi Online Dimaki dan Diturunkan di Tengah Jalan di Tebet

15 September 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4546 shares
    Share 1818 Tweet 1137
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    878 shares
    Share 351 Tweet 220
  • Keputusan Juventus Lepas Dusan Vlahovic Dipertanyakan

    327 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Gudang Pabrik Stretchline di Tangerang Terbakar, Api Belum Padam Setelah 3 Jam

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Alvaro Arbeloa Diprediksi Jadi Pelatih Premier League Pertama Yang Dipecat

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya