JAYAPURA, koranindopos.com – Semarak Festival Kopi Papua 2021 di Jayapura, Papua begitu terasa. Arena festival di tengah penyelenggaraan PON XX Papua itu berhasil mengundang masyarakat di sekitar untuk datang menikmati suasana dengan tetap mengikuti ketentuan protokol kesehatan.
Salah satu booth Usaha Mikro Kecil (UMK) binaan PT PLN (Persero) misalnya banyak dikunjungi masyarakat yang ingin mengetahui dan merasakan cita rasa kopi khas Papua yang di olah langsung di tempat. Tak sekadar menjaga keandalan kelistrikan dan mendukung Pembukaan PON XX 2021 yang gemerlap. PLN pun turut memberi energi bagi perekonomian di tanah Papua lewat kegiatan kewirausahaan generasi muda Papua.
Avriandi Arch Jazziror Numberi, salah satunya. Ia terlihat gembira bisa turut serta dalam festival ini dan memeriahkan penyelenggaraan PON XX Papua.
Dia mengaku pengalaman dapat tampil di ajang PON XX Papua merupakan kesempatan istimewa. Berkat dukungan dan program pelatihan dari PLN pemuda itu dan rekan-rekannya bisa menampilkan karya Kopi olahan mereka. “Untuk program ini sangat bermanfaat bagi anak-anak muda dan banyak yang membutuhkan. Punya kedai seperti ini sangat susah. Kita terbantu dari Program CSR PLN Peduli, jadi kita bisa buka kedai,” aku Barista Mamta Caffe itu.
Avriandi bercerita mulanya ia mendapat bantuan bisa belajar jadi Barista di Depok, Jawa Barat serta dibawa mengenal situasi di Jakarta. Setelah pelatihan mereka lalu membuka usaha minuman Kopi Papua dengan 3 rekannya yang lain. Rencananya, usai PON XX Papua berakhir, akan dibuka 4 Kedai Kopi yang menurutnya akan dibuka di sekitaran unit bisnis PLN yang ada di Jayapura.
Menurutnya tren penikmat Kopi di Papua terus meningkat dan berkembang sejak 2019 lalu. Hal ini menurutnya jadi potensi bisnis yang menarik untuk dijajaki dan dikembangkan oleh generasi muda Papua. Avriandi berharap PLN akan meneruskan pelatihan lainnya sehingga generasi muda papua dapat terus berkembang menjadi wirausaha dan menggerakkan ekonomi Papua.
“Harapan saya ke depannya, PLN peduli bisa membuat kegiatan baru lagi. Untuk melahirkan roaster atau petani Kopi. Supaya kita bisa terhubung antara barista, roaster dan petani,” ujarnya. (rls-bru)










