Koranindopos.com, Jakarta – Kemampuan anak tidak selalu terlihat dari prestasi akademik di sekolah. Ada anak yang lebih menonjol dalam bidang seni, olahraga, musik, menggambar, teknologi, maupun aktivitas lain yang membuat mereka antusias.
Dokter spesialis anak dr. Shyrien Amalina, Sp.A, M.Sc mengatakan, orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak menemukan kemampuan yang sesuai dengan minatnya. Menurut dia, setiap anak memiliki kelebihan yang berbeda sehingga tidak tepat jika keberhasilan selalu diukur dengan standar yang sama.
“Tidak semua anak harus jadi dokter, tidak semua anak harus jago matematika, tidak semua anak harus jago fisika. Karena anak itu yang kita bilang kepintaran itu macem-macem. Wih anaknya itu jago banget ngegambar, musiknya keren banget. Masa mau kita bilang dia pinter? Enggak, dia jenius di bidangnya, dia jenius di bidang musik, dia jenius di bidang menggambar. Jadi IQ tidak sebagai patokan,” ujar dr. Shyrien.
Karena itu, orang tua disarankan lebih banyak mengamati aktivitas yang membuat anak tertarik. Dari kebiasaan tersebut, minat dan kemampuan anak dapat mulai terlihat dan kemudian dikembangkan secara bertahap.
Dukungan orang tua juga tidak berhenti pada kesempatan untuk mencoba berbagai kegiatan. Anak membutuhkan pendampingan ketika menghadapi kesulitan agar tetap memiliki ruang untuk belajar tanpa merasa harus selalu dibandingkan dengan anak lain.
Menurut dr. Shyrien, pola pendampingan tersebut perlu berjalan bersama pemenuhan kebutuhan anak, termasuk asupan nutrisi. Ia menilai perkembangan kemampuan anak berkaitan dengan berbagai aspek yang perlu diperhatikan secara bersamaan.
Selain pendampingan sehari-hari, dr. Shyrien turut menyoroti peran nutrisi dalam perkembangan anak. “Tapi itu semua butuh nutrisi yang (saraf) yang saling berkomunikasi (dan) saling mendukung. Nah itu yang kita penuhi dari nutrisi, memori kognisi yang baik, nah itu yang kita penuhi dari AHA/DHA,” jelasnya. Ia menambahkan, “AHA/DHA mendukung agar anak IQ-nya mencapai titik optimal yang bisa dicapai.”
Perhatian terhadap kebutuhan tersebut juga menjadi alasan Champion menghadirkan produk yang ditujukan untuk anak usia sekolah. Untuk anak usia 7-12 tahun, Champion hadir sebagai pilihan minuman cokelat yang dipercaya DHA dan dilengkapi 10 jenis vitamin. Champion merupakan minuman cokelat pertama di Indonesia yang secara khusus dipercaya DHA.
Dukungan terhadap tumbuh kembang anak kemudian diperluas melalui program Anak Juara Champion (AJC). Program ini memberikan ruang bagi anak untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai bidang, mulai dari akademis, seni, olahraga, hingga kreativitas digital.
Haruman Rustandi, Marketing Director Coffee & Health Food PT Mayora Indah Tbk, mengatakan orang tua perlu berjalan bersama anak dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Anak tidak harus menjadi juara dengan cara yang sama. Yang paling berarti adalah ketika orang tua mengenali apa yang disukai dan dikuasai anak, lalu hadir untuk mendukung prosesnya. Kami berharap Champion dapat menjadi salah satu pilihan bagi keluarga dalam memperhatikan asupan nutrisi anak, sejalan dengan dukungan yang mereka berikan setiap hari,” ujarnya.
Program tersebut juga mengaitkan pengembangan potensi dengan dukungan terhadap pendidikan anak. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap masa depan dan pendidikan sang buah hati, anak-anak terpilih dalam program ini juga akan dianugerahi Beasiswa Anak Juara Champion.
Melalui komitmen dan pesan “Juara Enaknya, Juara Nutrisinya”, Champion hadir sebagai mitra setia ibu dalam mendukung nutrisi anak usia sekolah. Anak dapat menikmati minuman cokelat favoritnya, sementara ibu merasa tenang karena kebutuhan nutrisi sang buah hati sudah terpenuhi dengan baik. (BRG/Kul)










