Koranindopos.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka peluang memperpanjang jalur Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta lintas timur-barat hingga wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan (Tangsel). Rencana tersebut berpotensi direalisasikan apabila pembangunan tahap awal MRT lintas timur-barat berjalan lancar.
Pramono mengatakan, pengembangan jalur MRT hingga wilayah penyangga Jakarta menjadi salah satu peluang yang dapat diwujudkan setelah pembangunan fase pertama dan kedua selesai dengan baik, termasuk pembangunan depo di Rorotan, Jakarta Utara.
“Kalau fase pertama dan kedua ini berjalan dengan baik, termasuk depo di Rorotan, kemungkinan untuk MRT Timur-Barat sampai dengan Tangerang, bahkan ada keinginan sampai dengan Tangerang Selatan, insyaallah akan bisa diwujudkan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Menurut Pramono, kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pembangunan MRT lintas timur-barat sudah dimulai. Proses pembebasan lahan juga telah berjalan, sementara tim yang menangani proyek tersebut sudah dibentuk.
Ia berharap pembangunan tahap awal dapat berjalan sesuai rencana sehingga pengembangan jaringan MRT hingga kawasan penyangga Jakarta bisa direalisasikan.
Selain mendorong pengembangan MRT, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus memperluas layanan transportasi umum yang menghubungkan Ibu Kota dengan daerah sekitarnya.
Pramono menyebutkan, layanan Transjabodetabek menuju Bogor rata-rata melayani sekitar 10.000 penumpang per hari. Sementara itu, layanan transportasi menuju bandara mencatat rata-rata sekitar 7.000 penumpang per hari.
Menurutnya, peningkatan akses dan konektivitas transportasi umum diperlukan untuk mempermudah mobilitas masyarakat yang tinggal maupun bekerja di Jakarta dan wilayah penyangganya.
Perluasan jaringan transportasi massal diharapkan dapat memperkuat integrasi perjalanan antardaerah sekaligus memberikan lebih banyak pilihan transportasi bagi masyarakat.
Sebelumnya, PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan bahwa rencana perpanjangan jalur MRT menuju Serpong, Tangerang Selatan, hingga Balaraja, Kabupaten Tangerang, masih dalam tahap pengkajian bersama sejumlah pengembang swasta.
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta Farchad Mahfud mengatakan, kajian kelayakan atau feasibility study untuk rute Lebak Bulus-Serpong dilakukan bersama Sinarmas Land. Kajian tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2026.
“Kita akan fokus pada joint study yang kita lakukan dengan mitra, Sinarmas Land, untuk memfinalkan studinya di akhir tahun,” kata Farchad di Transport Hub, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Farchad menjelaskan, rute Lebak Bulus-Serpong diperkirakan memiliki panjang sekitar 22 kilometer, dengan 10 stasiun dan satu depo. Perjalanan dari Jakarta menuju Tangerang Selatan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 36 menit.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa lokasi stasiun dan jalur yang akan dilalui masih dalam tahap kajian. Dengan demikian, rancangan tersebut belum dapat dianggap sebagai rute final.
Sementara itu, untuk rencana perpanjangan MRT lintas timur-barat dari Kembangan hingga Balaraja, MRT Jakarta berencana menjalin kerja sama dengan tujuh pengembang swasta guna melakukan kajian lebih lanjut.
Pengembangan kedua jalur tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan transportasi massal di kawasan metropolitan Jakarta. Namun, realisasinya masih bergantung pada hasil kajian, kesiapan pembangunan, serta koordinasi antara pemerintah dan pihak swasta.(dhil/kmps)








