Rabu, 4 November 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Tembus 1,09 Juta Kasus per Tahun, Indonesia Perkuat Deteksi Dini TBC Lewat Skrining Berbasis AI

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
4 November 2026
in Kesehatan
A A
0
Tembus 1,09 Juta Kasus per Tahun, Indonesia Perkuat Deteksi Dini TBC Lewat Skrining Berbasis AI

Foto: dok. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA — Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Global Tuberculosis Report World Health Organization (WHO), Indonesia menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus TBC dunia dan diperkirakan mencatatkan lebih dari satu juta kasus baru dengan 134.000 kematian setiap tahunnya.

Data Kementerian Kesehatan RI memperkirakan setiap satu menit terdapat dua orang terinfeksi TBC dan setiap empat menit satu orang meninggal dunia akibat penyakit ini.

e2c7945b 808e 44cc a589 92da3b5136f4 - Tembus 1,09 Juta Kasus per Tahun, Indonesia Perkuat Deteksi Dini TBC Lewat Skrining Berbasis AI

Guna menekan laju penularan dan mempercepat eliminasi TBC pada 2030, perluasan akses deteksi dini menjadi strategi vital. Dalam penanggulangan tersebut, penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) CAD4TB® (Computer-Aided Detection for Tuberculosis) besutan Delft Imaging dilaporkan telah berhasil menjangkau lebih dari 2 juta orang di Indonesia sejak 2020. Perangkat lunak ini membantu tenaga medis mengidentifikasi indikasi TBC melalui analisis citra rontgen dada secara cepat dan presisi.

Artikel Terkait

Dampak Karhutla 2026: IDAI Peringatkan Risiko Lonjakan Kasus Pneumonia pada Anak

BPOM Akan Panggil Influencer Dokter Detektif Terkait Hasil Uji Lab Pemanis Stevia Beeru

Kemenkes Ungkap 38 Persen Puskesmas di Indonesia Masih Alami Kekosongan Tenaga Kesehatan

Guru Besar sekaligus Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Konsultan Infeksi Paru, Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K), menjelaskan bahwa tantangan utama penanggulangan TBC di tanah air tidak hanya bersumber dari besarnya angka penderita, melainkan juga banyaknya kasus yang belum terdeteksi (undiagnosed cases).

Banyak masyarakat belum menyadari gejala klinis awal atau terkendala akses ke fasilitas kesehatan, sehingga memperbesar risiko penularan di lingkungan sekitar.

“Skrining aktif sangat penting untuk menemukan kasus lebih dini, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti kontak erat pasien TBC, penderita HIV, anak-anak, lansia, serta individu dengan daya tahan tubuh lemah,” kata Prof. Erlina.

Pemanfaatan AI seperti CAD4TB dinilai mampu memangkas waktu analisis rontgen dada dan menjadi solusi efektif di daerah yang mengalami keterbatasan jumlah dokter spesialis radiologi. Meski demikian, Prof. Erlina menegaskan bahwa AI berfungsi sebagai alat bantu penapisan awal, sedangkan diagnosis final tetap memerlukan pemeriksaan konfirmasi lanjutan seperti tes dahak molekuler.

CEO sekaligus pendiri Delft Imaging, Guido Geerts, mengungkapkan komitmen jangka panjangnya dalam mendukung program eliminasi TBC nasional di Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, penyedia layanan kesehatan, hingga sektor swasta.

“Tuberkulosis masih berdampak pada ratusan ribu keluarga di Indonesia setiap tahunnya. Eliminasi TBC membutuhkan inovasi berkelanjutan, kolaborasi yang erat, serta komitmen untuk memperluas akses layanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil,” ujar Guido.

Guido menambahkan bahwa kemitraan ini memiliki ikatan emosional tersendiri baginya mengingat sang ibu lahir di Indonesia. Hal tersebut memperkuat komitmen perusahaan untuk mendukung transfer pengetahuan, penguatan kapasitas tenaga medis lokal, dan penyediaan infrastruktur skrining yang mudah dijangkau masyarakat.

Penerapan teknologi skrining berbasis AI terbukti meningkatkan tingkat penemuan kasus secara signifikan. Namun, para ahli mengingatkan bahwa keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya diukur dari jumlah masyarakat yang mengikuti skrining, melainkan dari keberlanjutan alur penanganan medis.

Langkah mitigasi komprehensif yang diperlukan meliputi:

  • Pemeriksaan Konfirmasi: Memastikan setiap individu dengan hasil skrining reaktif segera mendapatkan pemeriksaan diagnostik laboratorium lanjutan.

  • Jaminan Akses Pengobatan: Memastikan ketersediaan Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) dan kepatuhan pasien dalam menyelesaikan masa pengobatan.

  • Pendampingan Pasien: Memberikan pengawasan berkesinambungan untuk mencegah munculnya kasus TBC kebal obat (Drug-Resistant TB).

Integrasi antara teknologi digital, kecukupan sarana diagnostik, dan sinergi lintas lembaga menjadi kunci utama bagi Indonesia dalam menghentikan rantai penularan TBC secara berkelanjutan.(Dhil)

Topik: TBC

TerkaitBerita

Dampak Karhutla 2026: IDAI Peringatkan Risiko Lonjakan Kasus Pneumonia pada Anak
Kesehatan

Dampak Karhutla 2026: IDAI Peringatkan Risiko Lonjakan Kasus Pneumonia pada Anak

oleh Editor : Affandy
4 November 2026
BPOM Akan Panggil Influencer Dokter Detektif Terkait Hasil Uji Lab Pemanis Stevia Beeru
Kesehatan

BPOM Akan Panggil Influencer Dokter Detektif Terkait Hasil Uji Lab Pemanis Stevia Beeru

oleh Editor : Affandy
3 November 2026
Kemenkes Ungkap 38 Persen Puskesmas di Indonesia Masih Alami Kekosongan Tenaga Kesehatan
Kesehatan

Kemenkes Ungkap 38 Persen Puskesmas di Indonesia Masih Alami Kekosongan Tenaga Kesehatan

oleh Editor : Affandy
2 November 2026
BPOM Soroti Ketimpangan Konsumsi Ikan Nasional: Sulawesi Utara Tertinggi, Papua Pegunungan Terendah
Kesehatan

BPOM Soroti Ketimpangan Konsumsi Ikan Nasional: Sulawesi Utara Tertinggi, Papua Pegunungan Terendah

oleh Editor : Affandy
1 November 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Seleksi Masuk PTN Bebas Biaya: Simak Syarat, Ketentuan Prodi, dan Prediksi Jadwal SNBP 2027

Seleksi Masuk PTN Bebas Biaya: Simak Syarat, Ketentuan Prodi, dan Prediksi Jadwal SNBP 2027

4 November 2026
Dampak Karhutla 2026: IDAI Peringatkan Risiko Lonjakan Kasus Pneumonia pada Anak

Dampak Karhutla 2026: IDAI Peringatkan Risiko Lonjakan Kasus Pneumonia pada Anak

4 November 2026
Proyeksi Rupiah Berpotensi Terus Melemah Hingga Rp 18.350 per Dolar AS hingga Akhir 2026

Proyeksi Rupiah Berpotensi Terus Melemah Hingga Rp 18.350 per Dolar AS hingga Akhir 2026

4 November 2026
Mirae Asset: Pasar Saham Masih Rentan Tekanan Eksternal, Investor Diimbau Cermati Fundamental BBCA

Mirae Asset: Pasar Saham Masih Rentan Tekanan Eksternal, Investor Diimbau Cermati Fundamental BBCA

4 November 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5221 shares
    Share 2088 Tweet 1305
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1146 shares
    Share 458 Tweet 287
  • Marc Marquez Berpeluang Kunci Gelar Juara Dunia MotoGP 2026

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • BPOM Telusuri Polemik Beeru Stevia: Tarik Sampel dan Uji Lab Terkait Klaim Pemanis Nol Kalori

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Saham RANS Entertainmen Anjlok ke Rp 96 per Saham, Melorot Jauh dari Harga IPO

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya