Rabu, 4 November 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Dampak Karhutla 2026: IDAI Peringatkan Risiko Lonjakan Kasus Pneumonia pada Anak

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
4 November 2026
in Kesehatan
A A
0
Dampak Karhutla 2026: IDAI Peringatkan Risiko Lonjakan Kasus Pneumonia pada Anak

Foto: dok. ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA — Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan ancaman serius peningkatan kasus pneumonia dan gangguan pernapasan pada anak di tengah krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026. Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah terdampak membawa partikel mikroskopis berbahaya yang dapat menembus hingga ke bagian terdalam sistem pernapasan anak.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR. Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K), menegaskan bahwa anak-anak memiliki tingkat kerentanan jauh lebih tinggi terhadap polusi asap karena organ paru-paru mereka masih dalam tahap perkembangan dan laju pernapasan (respiratory rate) mereka lebih cepat dibanding orang dewasa.

“Karhutla bukan sekadar bencana lingkungan, ini adalah krisis kesehatan anak yang berlangsung perlahan dan sering luput dari perhatian. Kabut asap menurunkan kualitas udara, dan partikel halus PM2,5 dapat masuk hingga ke bagian terdalam paru, memicu peradangan, dan melemahkan mekanisme pertahanan saluran napas,” ujar Piprim dalam konferensi pers, Selasa (3/11/2026).

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, dr. Khairiyadi Ismail, Sp.A, Subsp. Respi(K), menjelaskan bahwa paparan partikel halus dari asap karhutla tidak hanya memicu serangan atau eksaserbasi asma, tetapi juga meningkatkan secara drastis risiko infeksi saluran pernapasan bawah, termasuk pneumonia.

Riset dan data lapangan mengonfirmasi hubungan langsung antara paparan PM2,5 akibat karhutla dan peningkatan rawat inap pasien anak:

Artikel Terkait

BPOM Akan Panggil Influencer Dokter Detektif Terkait Hasil Uji Lab Pemanis Stevia Beeru

Kemenkes Ungkap 38 Persen Puskesmas di Indonesia Masih Alami Kekosongan Tenaga Kesehatan

BPOM Soroti Ketimpangan Konsumsi Ikan Nasional: Sulawesi Utara Tertinggi, Papua Pegunungan Terendah

  • Studi Palembang (2011–2020): Menunjukkan adanya korelasi positif antara lonjakan konsentrasi PM2,5 dan bertambahnya kasus pneumonia anak.

  • Data RSUD Ulin Kalimantan Selatan (2026): Mencatat lonjakan signifikan angka rawat jalan dan rawat inap anak akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta asma yang sejalan dengan puncak musim kemarau dan maraknya titik api karhutla.

“Kami melihat korelasi langsung antara lonjakan kasus ISPA dan pneumonia di fasilitas kesehatan dengan periode puncak karhutla. Ini adalah sinyal darurat yang harus segera direspons dengan tindakan mitigasi yang terkoordinasi,” kata Khairiyadi.

Menurut Khairiyadi, pemaparan asap karhutla pada anak umumnya memicu tiga manifestasi gangguan pernapasan utama:

  1. Pneumonitis Iritan: Peradangan jaringan paru akibat iritasi bahan kimia/partikel asap.

  2. Eksaserbasi Asma: Kambuhnya krisis asma secara mendadak akibat pemicu polutan udara.

  3. Pneumonia Infeksius: Peradangan paru akibat infeksi sekunder bakteri atau virus ketika pertahanan saluran napas melemah.

Mengingat ketiga kondisi tersebut memiliki kemiripan gejala klinis, IDAI mengimbau evaluasi diagnosis medis yang tepat dan mengingatkan pentingnya efisiensi terapi.

“Penggunaan antibiotik tidak rutin diberikan pada pneumonitis iritan atau eksaserbasi asma tanpa adanya indikasi infeksi bakteri,” tegas Khairiyadi.

Menghadapi ancaman krisis kesehatan ini, IDAI menyerukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga medis, media massa, dan masyarakat umum untuk memperketat langkah proteksi anak. Upaya ini mencakup edukasi penggunaan masker standar bagi anak, pembatasan aktivitas luar ruangan (outdoor), serta deteksi dini gejala gangguan napas agar penanganan medis dapat diberikan sesegera mungkin.(dhil/dtk)

Topik: dampak karhutlaPneumonia

TerkaitBerita

BPOM Akan Panggil Influencer Dokter Detektif Terkait Hasil Uji Lab Pemanis Stevia Beeru
Kesehatan

BPOM Akan Panggil Influencer Dokter Detektif Terkait Hasil Uji Lab Pemanis Stevia Beeru

oleh Editor : Affandy
3 November 2026
Kemenkes Ungkap 38 Persen Puskesmas di Indonesia Masih Alami Kekosongan Tenaga Kesehatan
Kesehatan

Kemenkes Ungkap 38 Persen Puskesmas di Indonesia Masih Alami Kekosongan Tenaga Kesehatan

oleh Editor : Affandy
2 November 2026
BPOM Soroti Ketimpangan Konsumsi Ikan Nasional: Sulawesi Utara Tertinggi, Papua Pegunungan Terendah
Kesehatan

BPOM Soroti Ketimpangan Konsumsi Ikan Nasional: Sulawesi Utara Tertinggi, Papua Pegunungan Terendah

oleh Editor : Affandy
1 November 2026
Kemenkes Matangkan Rencana Klinik Koperasi Merah Putih Jadi Klinik Pratama, Bisa Akses BPJS Kesehatan
Kesehatan

Kemenkes Matangkan Rencana Klinik Koperasi Merah Putih Jadi Klinik Pratama, Bisa Akses BPJS Kesehatan

oleh Editor : Affandy
30 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Proyeksi Rupiah Berpotensi Terus Melemah Hingga Rp 18.350 per Dolar AS hingga Akhir 2026

Proyeksi Rupiah Berpotensi Terus Melemah Hingga Rp 18.350 per Dolar AS hingga Akhir 2026

4 November 2026
Mirae Asset: Pasar Saham Masih Rentan Tekanan Eksternal, Investor Diimbau Cermati Fundamental BBCA

Mirae Asset: Pasar Saham Masih Rentan Tekanan Eksternal, Investor Diimbau Cermati Fundamental BBCA

4 November 2026
Lepas Citra Narkoba: Pemkot Jakbar Mulai Penataan Kawasan Kampung Ambon dan Kampung Boncos

Lepas Citra Narkoba: Pemkot Jakbar Mulai Penataan Kawasan Kampung Ambon dan Kampung Boncos

4 November 2026
Penganiayaan Bayi di Toilet Kebayoran: Saksi Sempat Dengar Jeritan dan Tangisan dari Dalam Bilik

Penganiayaan Bayi di Toilet Kebayoran: Saksi Sempat Dengar Jeritan dan Tangisan dari Dalam Bilik

4 November 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5220 shares
    Share 2088 Tweet 1305
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1145 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Marc Marquez Berpeluang Kunci Gelar Juara Dunia MotoGP 2026

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • BPOM Telusuri Polemik Beeru Stevia: Tarik Sampel dan Uji Lab Terkait Klaim Pemanis Nol Kalori

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Saham RANS Entertainmen Anjlok ke Rp 96 per Saham, Melorot Jauh dari Harga IPO

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya