Koranindopos.com, Jakarta – Ajang FIRST FACE INDONESIA 2026 menghadirkan sejumlah talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia. Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, kompetisi tersebut telah mengumumkan para pemenangnya dalam malam Grand Final yang berlangsung di DEHENG HOUSE, Kemang, Jakarta, pada 30 Oktober 2026.
Tahun ini, FIRST FACE INDONESIA mengangkat tema The Future Leaders. Melalui tema tersebut, ajang ini ingin memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan diri, mulai dari kepercayaan diri, komunikasi, kreativitas, hingga kepemimpinan. Penilaian peserta pun tidak hanya didasarkan pada penampilan di atas panggung, tetapi juga bakat, sikap, kemampuan catwalk, serta karakter yang ditunjukkan selama mengikuti karantina.
Sebanyak lima hari rangkaian kegiatan disiapkan bagi para finalis sebelum mencapai malam puncak. Kegiatan tersebut meliputi pembekalan, pelatihan, pemotretan, produksi video, preliminary, hingga talent show. Seluruh tahapan menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperlihatkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi masing-masing.
Pada kategori Kids, gelar pemenang diraih El Fatan Danis Rafindra dari Kalimantan Timur dan Ayasha Mysha Shakila dari Sumatera Selatan 2. Posisi 1st Runner-Up ditempati Sabina Addara Humaira dari Jawa Tengah, disusul Najwa Aulia Malaika dari Sumatera Selatan sebagai 2nd Runner-Up. Sementara itu, Nelly Pitta dari Papua Selatan meraih 3rd Runner-Up dan Naufelin Rizkiana Rabbani dari DI Yogyakarta menjadi 4th Runner-Up.
Di kategori Junior, Queenera Vienata Halim Lubis dari Kepulauan Riau keluar sebagai pemenang. Regina Albertina YR dari Papua Selatan menempati posisi 1st Runner-Up, sedangkan Zahra Fabiatullah dari Papua meraih 2nd Runner-Up.
Untuk kategori Teen, gelar pemenang diraih Rizqi Ronaldhino dari Lampung dan Aqilah Fauziyyah Hanif dari Kalimantan Timur. Sementara Nabila Maharani dari DKI Jakarta menempati posisi 1st Runner-Up.
Adapun kategori Adult melahirkan sejumlah pemenang, yakni Cinta Ling dari Sumatera Utara dan Denny Howman dari DKI Jakarta. Posisi 1st Runner-Up diraih Ridwan Rasma dan Olivia Hilmayanti dari Banten. Sementara Ethly Jo Alf aris dari Maluku dan Nanda Ningrum dari DI Yogyakarta menempati posisi 2nd Runner-Up. Adan Miftah dari Kalimantan Tengah meraih 3rd Runner-Up, sedangkan Qodar Salman dari Jawa Barat menjadi 4th Runner-Up.
Selain kategori utama, penyelenggaraan tahun ini juga memperkenalkan gelar FIRST FACE INDONESIA TOURISM 2026. Kategori baru tersebut diberikan kepada Sinta Mahayanti yang mewakili Bali dan Releison Simanungkalit dari Sumatera Utara. Melalui gelar ini, para penerimanya diharapkan dapat ikut memperkenalkan destinasi wisata, budaya, serta kekayaan daerah Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas, termasuk di tingkat internasional.
Penghargaan khusus lainnya diberikan melalui kategori FIRST FACE GOLDEN VOICE 2026. Gelar tersebut berhasil diraih Ethly Jo Alfaris dari Maluku berkat kemampuan vokalnya. Penghargaan ini sekaligus membuka kesempatan bagi Ethly untuk mengembangkan potensinya di bidang musik.
National Director FIRST FACE INDONESIA, Arie Khayz, mengatakan penyelenggaraan edisi kedua menjadi upaya untuk memperluas kesempatan bagi talenta muda Indonesia dalam berkarya. Ia juga berharap penambahan kategori Tourism dapat mendorong para pemegang gelar mengambil peran dalam memperkenalkan pariwisata dan budaya Indonesia.
“Kami berharap FIRST FACE INDONESIA bukan hanya menjadi panggung untuk meraih mahkota, tetapi juga menjadi awal dari perjalanan untuk berkarya, menginspirasi, dan membawa nama Indonesia dengan kebanggaan serta tanggung jawab,” ujar Arie.
FIRST FACE INDONESIA juga membawa semangat inklusivitas dengan memberikan kesempatan kepada peserta dari berbagai latar belakang dan karakteristik. Ajang ini ingin menunjukkan bahwa setiap individu memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi tanpa dibatasi perbedaan.
Penyelenggara berharap para pemenang tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi dapat menjalankan tanggung jawab serta memberikan kontribusi melalui bidang yang mereka tekuni. Hal tersebut sejalan dengan pesan yang diusung dalam penyelenggaraan tahun ini bahwa mahkota bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. (BRG/Kul)









