Koranindopos.com, Jakarta – Transformasi Panjang di Belakang Panggung Musik Indonesia
Nama Dewi Andarini mungkin lebih akrab di telinga penikmat musik tanah air sebagai suara latar yang mempermanis penampilan para musisi besar. Selama bertahun-tahun, penyanyi asal Jakarta ini mendedikasikan kemampuan vokalnya untuk mendukung musisi papan atas seperti Marcell, Afgan, D’Masiv, hingga Maliq & D’Essentials. Pengalaman panjang di balik panggung tersebut membentuk kematangan musikalitasnya secara perlahan.
Kini, saatnya bagi Dewi Andarini untuk berdiri di bawah sorotan utama panggung musik Indonesia. Ia resmi melangkah sebagai solois dengan memperkenalkan nama panggung baru, yaitu Damusin. Langkah berani ini ditandai melalui peluncuran album mini (EP) perdananya yang berisi empat lagu berjudul Temani Diriku di bawah naungan label OJA Records pada 4 November 2026.
Pemilihan nama Damusin ternyata menyimpan cerita personal yang erat kaitannya dengan perjalanan hidup serta karier sang penyanyi. Melalui identitas baru ini, ia ingin merangkum seluruh pengalaman bermusik yang telah dibangun sejak usia remaja di tengah lingkungan keluarga yang sangat mencintai seni suara.
“Damusin itu singkatan dari Dewi Andarini Musik, ‘in’ itu Indonesia dan Internasional. Damusin lahir dari lingkungan dan gaya hidupku. Aku lahir di keluarga pecinta musik, dari SD sering ditunjuk nyanyi di sekolah, lalu mulai bekerja sama dengan banyak musisi dari usia 16 tahun. Semuanya memberikan pengalaman berharga,” ujar Dewi di kawasan Melawai, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Penggarapan album mini perdana ini terasa sangat istimewa karena melibatkan lingkaran terdekat yang sudah sangat akrab di industri musik nasional. Kolaborasi tersebut terjalin secara alami tanpa hambatan profesional yang rumit karena kedekatan personal yang telah terjalin lama di antara para kolaboratornya.
Salah satu figur penting di balik penggarapan album mini ini adalah sang kakak ipar sekaligus vokalis band D’Masiv, Rian Ekky Pradipta. Keterlibatan Rian dalam proses penulisan lagu terjadi secara mengalir berkat hubungan keluarga yang erat dan komunikasi yang tanpa batas birokrasi kaku.
“Ya pastinya enggak perlu birokrasi yang panjang, karena adik ipar sendiri. Terus udah nggak ngomongin angka sama sekali ya. Bener-bener, ‘udah pokoknya Mas, gue mau bikin lagu apa… mau bikin lagu ini. Oke, lanjut,’ gitu,” ungkap Rian.
Selain Rian, sang suami yang juga merupakan vokalis Maliq & D’Essentials, Angga Puradiredja, turut memberikan dorongan mental yang besar. Angga menjadi saksi sekaligus mentor yang membantu Dewi merobohkan tembok keraguan diri sebelum akhirnya memutuskan untuk tampil membawa karya solonya sendiri.
“Senang ya. Akhirnya Ririn berani tampil, karena untuk membujuk dia berani tampil itu butuh proses ya. Jadi nggak langsung mau aja gitu, dia lebih banyak hold back-nya, lebih banyak nahannya, lebih banyak khawatirnya. Jadi ini suatu achievement dari Ririn sendiri untuk apa ya, merobohkan satu tembok yang membatasi dia untuk berkarya,” tutur Angga.
Album mini Temani Diriku memuat sejumlah trek pilihan yang menonjolkan eksplorasi vokal Damusin pada jalur pop balada. Di dalam album ini, ia menyajikan lagu daur ulang legendaris milik Chrisye dan Hetty Koes Endang berjudul Sayang, serta lagu ikonis Marcell yang diaransemen ulang secara khusus untuk memberikan warna baru.
Melalui karya debut solonya ini, Damusin tidak memasang target yang terlalu muluk selain ingin meramaikan industri musik nasional. Ia berharap karya-karya yang disajikannya dapat diterima dengan baik oleh para pendengar serta menjadi pintu pembuka untuk perjalanan musikalitasnya di masa depan. (BRG/Hend)









