Jumat, 6 November 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Mengenal Rhabdomyolysis: Kondisi Medis Serius Pemicu Meninggalnya Pelari Maraton 24 Tahun

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
6 November 2026
in Kesehatan
A A
0
Mengenal Rhabdomyolysis: Kondisi Medis Serius Pemicu Meninggalnya Pelari Maraton 24 Tahun

Foto: dok. getty images

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA — Peristiwa tragis meninggalnya seorang pelari berusia 24 tahun saat mengikuti ajang maraton menarik perhatian publik dan komunitas olahraga. Dokter membeberkan bahwa dugaan kuat penyebab kematian mendadak tersebut berkaitan dengan kondisi medis berbahaya yang dikenal sebagai rhabdomyolysis (rabdomiolisis).

Rhabdomyolysis merupakan sindrom medis serius yang terjadi akibat kerusakan atau penyusutan jaringan otot rangka (skeletal muscle) secara akut. Kerusakan tersebut menyebabkan komponen seluler dalam otot pecah dan melepaskan protein myoglobin ke dalam aliran darah, yang berisiko tinggi merusak organ ginjal.

Spesialis kedokteran olahraga dan dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan bahwa rhabdomyolysis kerap mengintai pelaku aktivitas fisik ekstrem, terutama pada jarak jauh seperti maraton, ultramaraton, atau latihan kekuatan fisik melampaui batas batas ambang kemampuan tubuh (exertional rhabdomyolysis).

Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor kombinasi:

Artikel Terkait

Lebih dari Sekadar Angka di Timbangan: Obesitas dan Kesehatan Mental Saling Terkait Erat

Dampak Karhutla 2026: Kemenkes Catat Kasus ISPA Tembus 401 Ribu, Balita dan Lansia mendominasi

Tembus 1,09 Juta Kasus per Tahun, Indonesia Perkuat Deteksi Dini TBC Lewat Skrining Berbasis AI

  • Overexertion (Aktivitas Berlebih): Pemaksaan fisik secara mendadak tanpa pembagian ritme (pacing) atau persiapan latihan yang memadai.

  • Dehidrasi dan Cuaca Panas: Kurangnya cairan tubuh saat berlari di bawah terik matahari mempercepat kerusakan jaringan sel otot.

  • Ketidakseimbangan Elektrolit: Gangguan kadar natrium dan kalium memicu kram berat hingga kegagalan fungsi seluler.

Ketika protein myoglobin terlepas dalam jumlah besar, ginjal harus bekerja ekstra keras untuk menyaring zat beracun tersebut. Dalam kondisi dehidrasi berat, penumpukan myoglobin dapat menyumbat saluran ginjal dan berujung pada gagal ginjal akut (acute kidney injury) hingga memicu komplikasi fatal pada sistem kardiovaskular.

Para praktisi kesehatan mengimbau masyarakat dan penggiat olahraga lari untuk mengenali tiga gejala klasik (triad symptoms) dari rhabdomyolysis:

  1. Nyeri Otot Hebat: Otot terasa sangat sakit, kaku, memar, atau melemah secara tak wajar melampaui rasa pegal biasa.

  2. Urin Berwarna Gelap: Perubahan warna air seni menjadi cokelat pekat seperti teh atau minuman cola akibat penumpukan myoglobin.

  3. Kelelahan Ekstrem: Rasa lemas parah yang disertai mual, muntah, hingga penurunan kesadaran saat atau setelah berolahraga.

Para dokter menekankan pentingnya pencegahan dini saat menguji ketahanan fisik dalam ajang lari jarak jauh:

  • Persiapan Bertahap: Melakukan program latihan (training plan) secara konsisten beberapa bulan sebelum hari pertandingan, menghindari peningkatan jarak lari secara mendadak.

  • Hidrasi Teratur: Memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan elektrolit secara berkala sebelum, saat, dan sesudah berlari.

  • Dengarkan Sinyal Tubuh: Jangan memaksakan diri untuk terus berlari jika tubuh sudah memberikan sinyal kelelahan hebat, kram parah, atau pusing. Segera berhenti dan hampiri pos medis terdekat.(dhil/dtk)

Topik: PELARIRhabdomyolysis

TerkaitBerita

Lebih dari Sekadar Angka di Timbangan: Obesitas dan Kesehatan Mental Saling Terkait Erat
Kesehatan

Lebih dari Sekadar Angka di Timbangan: Obesitas dan Kesehatan Mental Saling Terkait Erat

oleh Editor : Affandy
5 November 2026
Dampak Karhutla 2026: Kemenkes Catat Kasus ISPA Tembus 401 Ribu, Balita dan Lansia mendominasi
Kesehatan

Dampak Karhutla 2026: Kemenkes Catat Kasus ISPA Tembus 401 Ribu, Balita dan Lansia mendominasi

oleh Editor : Affandy
5 November 2026
Tembus 1,09 Juta Kasus per Tahun, Indonesia Perkuat Deteksi Dini TBC Lewat Skrining Berbasis AI
Kesehatan

Tembus 1,09 Juta Kasus per Tahun, Indonesia Perkuat Deteksi Dini TBC Lewat Skrining Berbasis AI

oleh Editor : Affandy
4 November 2026
Dampak Karhutla 2026: IDAI Peringatkan Risiko Lonjakan Kasus Pneumonia pada Anak
Kesehatan

Dampak Karhutla 2026: IDAI Peringatkan Risiko Lonjakan Kasus Pneumonia pada Anak

oleh Editor : Affandy
4 November 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Industri Manufaktur RI Tumbuh 5,88 Persen, Lampaui Laju Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Industri Manufaktur RI Tumbuh 5,88 Persen, Lampaui Laju Pertumbuhan Ekonomi Nasional

6 November 2026
Harga Emas Antam Lanjutkan Tren Kenaikan ke Rp 2.565.000 per Gram, Buyback Menyusul Naik

Harga Emas Antam Lanjutkan Tren Kenaikan ke Rp 2.565.000 per Gram, Buyback Menyusul Naik

6 November 2026
Pemerintah Berencana Buka Seleksi CPNS November 2026: Gantikan Pegawai Pensiun dan Dukung Program Prioritas

Pemerintah Berencana Buka Seleksi CPNS November 2026: Gantikan Pegawai Pensiun dan Dukung Program Prioritas

6 November 2026
Dua Naskah Kuno Indonesia Masuk Register Ingatan Dunia UNESCO Asia Pasifik

Dua Naskah Kuno Indonesia Masuk Register Ingatan Dunia UNESCO Asia Pasifik

6 November 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5251 shares
    Share 2100 Tweet 1313
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Gandeng 3 Kementerian, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Buka Jaringan B2B Global

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Marc Marquez Berpeluang Kunci Gelar Juara Dunia MotoGP 2026

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Saham RANS Entertainmen Anjlok ke Rp 96 per Saham, Melorot Jauh dari Harga IPO

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya