Koranindopos.com – JAKARTA — Sektor industri pengolahan nonmigas Indonesia mencatatkan kinerja gemilang pada triwulan III-2026. Berdasarkan data resmi, sektor manufaktur nasional tumbuh sebesar 5,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat di angka 5,58 persen.
Capaian impresif ini melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan yang berada di kisaran 5,47 persen pada periode yang sama. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan serta daya saing sektor industri di tengah dinamika global.
“Ini momentum baik yang mencerminkan perbaikan iklim industri secara berkelanjutan. Terutama terjadi di bulan Oktober, semua indikator membaik. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat struktur industri nasional dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian,” ujar Sarmuji, Jumat (6/11/2026).
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, pertumbuhan manufaktur pada triwulan III-2026 tidak hanya bergantung pada satu sektor tunggal, melainkan didorong oleh ekspansi merata di berbagai subsektor strategis:
-
Industri Furnitur: Melesat 12,68 persen, berbalik arah secara positif dari kontraksi minus 4,34 persen pada periode tahun sebelumnya.
-
Industri Kulit, Barang dari Kulit, dan Alas Kaki: Tumbuh kuat sebesar 9,75 persen.
-
Industri Kimia, Farmasi, dan Obat Tradisional: Mencatatkan pertumbuhan stabil di angka 8,10 persen.
-
Industri Tekstil dan Pakaian Jadi: Tumbuh positif sebesar 6,22 persen.
-
Industri Alat Angkutan: Berkembang sebesar 6,14 persen.
Secara nominal, industri pengolahan menyumbang porsi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan kontribusi mencapai 19,22 persen atas dasar harga berlaku.
Kinerja positif sektor manufaktur turut dikonfirmasi oleh pergerakan indikator utama penunjang aktivitas pabrik di tanah air:
-
PMI Manufaktur: Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia yang dirilis S&P Global melonjak ke level 54,0 pada Oktober 2026 (naik dari 52,4 pada September), menjadi level tertinggi sejak Maret 2024 dan menandakan fase ekspansi yang semakin ekspansif.
-
Indeks Kepercayaan Industri (IKI): IKI Kemenperin naik 1,84 poin ke level 53,77 pada Oktober 2026. Kenaikan ini terutama didorong oleh lonjakan indeks pesanan baru (new orders) yang mencapai 56,08 serta peningkatan indeks produksi.
Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga iklim usaha dan regulasi yang kondusif agar momentum penguatan sektor manufaktur ini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026.(Dhil/dtk)









