Kamis, 5 November 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Dampak Karhutla 2026: Kemenkes Catat Kasus ISPA Tembus 401 Ribu, Balita dan Lansia mendominasi

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
5 November 2026
in Kesehatan
A A
0
Dampak Karhutla 2026: Kemenkes Catat Kasus ISPA Tembus 401 Ribu, Balita dan Lansia mendominasi

Foto: dok. getty images

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat akumulasi kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah menembus 401.586 kasus, yang tersebar di 63 kabupaten/kota pada tujuh provinsi terdampak karhutla.

Grafik penderita ISPA diprediksi masih terus bergerak naik seiring dengan paparan kabut asap yang belum sepenuhnya teratasi di lapangan. Juru Bicara Kemenkes, Widyawati, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus terjadi setiap hari di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan daerah.

“Jumlah tersebut sudah termasuk penambahan sebanyak 3.906 kasus baru berdasarkan data pemantauan per 2 November 2026 sore pukul 16.00 WIB,” jelas Widyawati dalam siaran Info Bencana Terkini di kanal YouTube BNPB, Rabu (4/11/2026).

Sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna serta kondisi fisik yang melemah membuat kelompok anak-anak dan lansia paling rentan menanggung dampak racun dari asap karhutla.

Berdasarkan pemetaan data Kemenkes, rincian kasus pada kelompok umur rentan meliputi:

Artikel Terkait

Tembus 1,09 Juta Kasus per Tahun, Indonesia Perkuat Deteksi Dini TBC Lewat Skrining Berbasis AI

Dampak Karhutla 2026: IDAI Peringatkan Risiko Lonjakan Kasus Pneumonia pada Anak

BPOM Akan Panggil Influencer Dokter Detektif Terkait Hasil Uji Lab Pemanis Stevia Beeru

  • Anak Usia Balita (0–5 Tahun): 91.913 kasus.

  • Anak Usia Sekolah (6–9 Tahun): 87.704 kasus.

  • Kelompok Lansia (di atas 60 Tahun): 56.092 kasus.

Selain itu, Kemenkes juga memberikan perhatian intensif bagi kelompok dengan kondisi khusus:

  • Ibu Hamil: 590 orang berisiko mengalami komplikasi kehamilan akibat polusi udara beracun.

  • Penderita Asma: 1.530 orang rentan mengalami serangan pernapasan berulang.

  • Pekerja Luar Ruangan (Outdoor Workers): 8.086 orang terpapar langsung asap saat beraktivitas harian.

“Wilayah dengan jumlah penduduk terdampak paling besar mencakup Kota Banjarbaru di Kalimantan Selatan, Pekanbaru di Riau, dan Pontianak di Kalimantan Barat,” ujar Widyawati.

Selain merusak sistem pernapasan, partikel abu dan debu sisa pembakaran hutan memicu peradangan pada organ penglihatan. Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak menggosok mata saat terasa perih karena berisiko memicu infeksi lanjutan.

“Paparan asap dan partikel debu juga menyebabkan iritasi pada mata, karena itu masyarakat diimbau untuk menghindari paparan asap dan tidak menggosok mata ketika terasa perih atau gatal,” imbaunya.

Menanggapi krisis kesehatan ini, pemerintah daerah bersama Kemenkes terus menyalurkan bantuan fasilitas kesehatan darurat. Di Provinsi Riau, sedikitnya 10 unit rumah oksigen telah disiagakan untuk membantu warga yang mengalami sesak napas.

Kemenkes menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan keterjangkauan dan kemudahan jangkauan pasokan oksigen bersih bagi masyarakat yang membutuhkan secara cepat dan tepat sasaran.(dhil/dtk)

Topik: ISPAKARHUTLAkemenkes

TerkaitBerita

Tembus 1,09 Juta Kasus per Tahun, Indonesia Perkuat Deteksi Dini TBC Lewat Skrining Berbasis AI
Kesehatan

Tembus 1,09 Juta Kasus per Tahun, Indonesia Perkuat Deteksi Dini TBC Lewat Skrining Berbasis AI

oleh Editor : Affandy
4 November 2026
Dampak Karhutla 2026: IDAI Peringatkan Risiko Lonjakan Kasus Pneumonia pada Anak
Kesehatan

Dampak Karhutla 2026: IDAI Peringatkan Risiko Lonjakan Kasus Pneumonia pada Anak

oleh Editor : Affandy
4 November 2026
BPOM Akan Panggil Influencer Dokter Detektif Terkait Hasil Uji Lab Pemanis Stevia Beeru
Kesehatan

BPOM Akan Panggil Influencer Dokter Detektif Terkait Hasil Uji Lab Pemanis Stevia Beeru

oleh Editor : Affandy
3 November 2026
Kemenkes Ungkap 38 Persen Puskesmas di Indonesia Masih Alami Kekosongan Tenaga Kesehatan
Kesehatan

Kemenkes Ungkap 38 Persen Puskesmas di Indonesia Masih Alami Kekosongan Tenaga Kesehatan

oleh Editor : Affandy
2 November 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Pegadaian Serahkan Hibah Fasilitas The Gade Creative Lounge Kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Pegadaian Serahkan Hibah Fasilitas The Gade Creative Lounge Kepada UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

5 November 2026
Bantul dan Padang Masuk Nominasi Kota Kreatif UNESCO 2027, Ini Potensi yang Diunggulkan

Bantul dan Padang Masuk Nominasi Kota Kreatif UNESCO 2027, Ini Potensi yang Diunggulkan

5 November 2026
Dari 5G Hingga Remote Management: Teltonika Gelar Networking Solutions Summit Pertama di Indonesia

Dari 5G Hingga Remote Management: Teltonika Gelar Networking Solutions Summit Pertama di Indonesia

5 November 2026
MOHINI Pilih Topeng Emas untuk Perkenalkan Diri, Single Perdana Dirilis Januari 2027

MOHINI Pilih Topeng Emas untuk Perkenalkan Diri, Single Perdana Dirilis Januari 2027

5 November 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5236 shares
    Share 2094 Tweet 1309
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Marc Marquez Berpeluang Kunci Gelar Juara Dunia MotoGP 2026

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Gandeng 3 Kementerian, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Buka Jaringan B2B Global

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Saham RANS Entertainmen Anjlok ke Rp 96 per Saham, Melorot Jauh dari Harga IPO

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya