GAMBIR,koranindopos.com – Setelah sempat tutup selama lima pekan, mulai Agustus lalu, mal di Jakarta diizinkan kembali dibuka. Sampai Oktober ini, angka kunjungan masyarakat ke mal mulai naik bertahap, yakni 40 persen.
Dibukanya kembali aktivitas di pusat perbelanjaan membawa angin segar bagi pelaku bisnis di sektor perdagangan. Peningkatan jumlah pengunjung terlihat di akhir pekan. Sebab, kini makan di tempat untuk pengunjung restoran juga sudah diizinkan. ’’Kenaikan (jumlah) pengunjung mulai membaik sekitar 40 persen,’’ kata Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja.
Kenaikan itu disebabkan mulai dilonggarkannya berbagai pembatasan aktivitas. Bukan hanya restoran, kini masyarakat juga sudah bisa menonton ke bioskop.
Pelonggaran aktivitas itu turut berdampak besar bagi kenaikan angka kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan. Karena itu, dia optimistis hal itu berimbas pada segera membaiknya bisnis di pusat perbelanjaan. ’’Adanya peningkatan kunjungan ke mal ini memang bertahap dan itu beriringan dengan pelonggaran aturan dari pemerintah di masa PPKM ini,’’ katanya.
Meski di beberapa mal kenaikan jumlah pengunjung mulai dirasakan, mal di area perkantoran tidak demikian. Sebab, masih banyak masyarakat yang menjalani work from home.
Sesuai aturan pemerintah, aturan PPKM level 3 di Jakarta, perkantoran nonesensial hanya diizinkan WFO 25 persen dan perkantoran sektor esensial 50 persen. ’’Masih adanya pembatasan aktivitas di perkantoran juga turut berdampak pada tingkat kunjungan di mal,’’ ujarnya. (fri/brg)










