Koranindopos.com – Jakarta. Mengawali karir sebagai grup musik yang kerap mencover lagu orang lain, Aviwkila akhirnya berhasil menembus industri musik nasional. Padahal di awal-awal karir, Duo yang digawangi Uki dan Ajeng ini kerap dipandang sebelah mata karena tidak memiliki lagu sendiri.
Aviwkila memang mengawali kariernya sebagai musisi cover di platform Instagram dengan rutin mengunggah konten cover 15 detik. Namun kini, Aviwkila telah merilis lagu ciptaan mereka sendiri.
Pernah mengalami dua situasi sebagai penyanyi cover dan pencipta lagu, Aviwkila memiliki pandangannya sendiri terkait dengan stigma lagu cover dan original.
“Sebenarnya kalau pencipta lagu dan musisi cover sama-sama memahami tentang legalitas konten maupun hak-hak lainnya, harusnya kita semua bisa membangun ekosistem musik yang lebih suportif kok,” kata Uki dan Ajeng dalam acara Cakap-Cakap yang diinisiasi oleh tim Cover Clearance by Sosialoka.

Hal ini juga ditanggapi oleh Mario G. Klau, pencipta lagu sekaligus jebolan salah satu ajang pencarian bakat yang sukses menciptakan beberapa lagu seperti “Tak Ingin Usai” yang dipopulerkan oleh Keisya Levronka dan juga “Pesan Terakkhir” yang dipopulerkan oleh Lyodra Ginting.
“Sebagai pencipta lagu dan juga musisi cover, aku senang saat musisi juga mendukung karya yang kami produksi di platform maupun media sosial. Kita bisa saling support juga lewat situ” ujar Mario menanggapi pendapat Aviwkila tentang stigma Lagu Cover dan Original.
Cover Clearance by Sosialoka sendiri adalah platform yang diinisiasi oleh Sosialoka Indonesia dengan semangat untuk menciptakan ekosistem bagi para Produser Musik Cover dan Label untuk hidup dalam ekosistem industri yang kreatif dan suportif. Miftah Faridh Oktofani, CEO Sosialoka Indonesia sekaligus yang menginisiasi platform Cover Clearance sendiri memiliki misi besar untuk membuat setiap pihak yang terlibat baik dari sisi Pencipta Lagu, Label maupun Musisi Cover sama-sama mendapatkan keuntungan optimal dari setiap karya. (AL)










