Kamis, 10 September 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Teknologi

Lindungi Pengaruh Buruk Internet Kemenko PMK Segera Luncurkan Aplikasi Digital Parenting

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
6 September 2022
in Teknologi
A A
0
Aplikasi Digital Parenting
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Aplikasi digital parenting dikenalkan ke masyarakat untuk solusi bagi orangtua untuk anak kecanduan internet. Pengenalan produk itu dalam rapat sosialisasi aplikasi digital parenting di Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Aplikasi digital parenting ini sudah dipakai di sekolah swasta dan dicoba oleh 5200 orang tua siswa.

”Sebenarnya aplikasi semacam ini banyak, di Google juga ada dan free. Namun aplikasi-aplikasi yang berkembang di luar negeri sudah pasti pakai kultur luar. Yang dikembangkan oleh kita bersama PT Defghi ini memakai kultur Indonesia. Tentu sangat sesuai dengan kondisi kita. Aplikasi diunduh di ponsel orangtua dan anak. Orangtua bisa memonitor aplikasi apa saja yang diunduh dan dipakai anak serta bisa mengontrol pemakaiannya,” ujar  Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Heru Nugroho.

Di kawasan Asia, Indonesia memduduki peringkat 29 dari 32 negara dalam perlindungan anak dari kekerasan di ranah digital. Survei yang dilakukan tersebut terkait dengan Indeks Keberadaban Digital di tahun 2020 akibat hoax dan penipuan, ujaran kebencian dan diskriminasi. Untuk itu, harus ada upaya serius dari pemerintah terlebih di era digital ini atas pemakaian gadget seperti smartphone kini sudah lazim dipakai oleh kalangan anak dan remaja.

Enam puluh delapan juta siswa dari Pendidikan Dasar hingga Pendidikan Tinggi terdampak pandemi Covid-19. Hal tersebut menyebabkan siswa harus melaksanakan pembelajaran secara daring. Di satu sisi, kemajuan teknologi informasi membawa manfaat. Di sisi lain membawa dampak negatif dengan meningkatnya tingkat kecanduan internet.

Artikel Terkait

JBL EasySing Mics Resmi Hadir, Ubah PartyBox Jadi Mesin Karaoke Berbasis AI

HUAWEI FreeClip 2S Resmi Dijual di Indonesia, Tawarkan Audio Open-Ear dan Fitur AI

Bocoran Harga iPhone Ultra Tembus Rp60 Juta, Jadi iPhone Termahal Apple?

Hasil penelitian dr.K.Siste, SpKJ (K) terkait Kecanduan Internet/Gadget di Jakarta bahwa remaja termasuk dalam kelompok usia yang rentan mengalami kecanduan internet dimana sebanyak 31.4% remaja mengalami kecanduan internet. Tujuh dari 10 Remaja Putri mengalami kecanduan media sosial dan 9 dari 10 Remaja Putra mengalami kecanduan Games Online.

Atas kenyataan itu, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Budaya, dan Prestasi Olahraga  Didik Suhardi sangat antusias dengan sosialisasi aplikasi Digital Parenting. Terlebih Kedeputiannya telah menghadiri sosialisasi aplikasi Digital Parenting, yaitu Ruang ORTU di Grand Zuri BSD City,Tangerang Selatan lalu bersama Sekretaris Deputi 4 dan Asisten Deputi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak.

“Saya sangat antusias sekali dengan aplikasi Digital Parenting ini untuk penanaman nilai-nilai Revolusi Mental yakni Etos Kerja, Gotong Royong, dan Integritas. Dan ke depan, saya berharap akan menanamkan juga gerakan-gerakan Revolusi Mental seperti Gerakan Indonesia Bersatu, Indonesia Tertib dan sebagainya,” tutur Didik pada Rapat Sosialisasi Aplikasi Digital Parenting.

“Saya juga berharap agar kelak aplikasi ini bisa dipakai orangtua anak-anak Indonesia dan gratis. Saya harapkan ada Aksi Nyata Revolusi Mental terkait hal ini,” pungkas Didik seraya berharap adanya gerakan yang kolaboratif antara kedeputian Kemenko PMK dan mengikut sertakan Kementerian dan Lembaga Pemerintahan terkait.

Asisten Deputi Literasi, Inovasi dan Kreativitas, Molly Prabawaty dalam kesempatan itu juga menandaskan semangat yang sama dan harapan upaya gotong royong antar kedeputian di Kemenko PMK.

“Saya berharap kontribusi dari Deputi 3 dapat mendorong aplikasi ini diperkenalkan pada pemangku kepentingan terkait pengendalian dan penanggulangan kesehatan akibat adiksi karena gadget seperti Kemenkes, WHO, Pemerintah Daerah, organisasi swasta kesehatan mental.  Deputi 4 juga dapat mendorong aplikasi ini diperkenalkan pada pemangku kepentingan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak seperti KPPPA, Kemenpora, UNICEF, Pemerintah Daerah, organisasi swasta dan organisasi kemasyarakatan lainnya,” tutur Molly

Hal yang sama juga diharapkan pada Deputi  6 untuk dapat mendorong aplikasi ini diperkenalkan pada pemangku kepentingan terkait pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah serta pendidikan keagamaan seperti Kemendikbudristek, Kemenag, UNESCO, Pemerintah Daerah, organisasi pendidikan non formal dan informal di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, hadir wakil dari  Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Heru Nugroho dan Direktur utama PT Ide Defghi Tombak. Menurut Heru Nugroho, aplikasi Digital Parenting ini sudah dipakai di sekolah swasta dan dicoba oleh 5200 orang tua.

Aplikasi diunduh di ponsel orang tua dan anak. Orang tua bisa memonitor aplikasi apa saja yang diunduh dan dipakai anak serta bisa mengontrol pemakaiannya. Bahkan, ditambahkan oleh Tombak, orang tua bisa menutup akses Virtual Privat Network (VPN) yang banyak bertebaran di internet bahkan banyak yang gratis.

“Pemerintah sudah memblokir sejumlah akses menuju portal-portal berbahaya semacam pornografi. Namun, anak sekarang sangat pintar bisa menggunakan VPN yang free maupun berbayar untuk mengakses portal-portal tersebut. Di aplikasi ini kita buang dan block  VPN tersebut, karena orang tua bisa memonitor dan mengontrol pemakaian internet anak lewat ponselnya.

Jika anak dalam bahaya, anak bisa menekan panic button. Dan langsung ada video terekam sekitar 5 detik. Orang tua langsung mendapatkan pesan, keberadaan anak,” pungkas Tombak. (hai)

Topik: Aplikasi Digital ParentingInternetKemenko PMK

TerkaitBerita

JBL EasySing Mics Resmi Hadir, Ubah PartyBox Jadi Mesin Karaoke Berbasis AI
Teknologi

JBL EasySing Mics Resmi Hadir, Ubah PartyBox Jadi Mesin Karaoke Berbasis AI

oleh Editor : Affandy
9 September 2026
HUAWEI FreeClip 2S Resmi Dijual di Indonesia, Tawarkan Audio Open-Ear dan Fitur AI
Teknologi

HUAWEI FreeClip 2S Resmi Dijual di Indonesia, Tawarkan Audio Open-Ear dan Fitur AI

oleh Editor : Affandy
8 September 2026
Bocoran Harga iPhone Ultra Tembus Rp60 Juta, Jadi iPhone Termahal Apple?
Teknologi

Bocoran Harga iPhone Ultra Tembus Rp60 Juta, Jadi iPhone Termahal Apple?

oleh Editor : Affandy
6 September 2026
Bocoran Harga iPhone Ultra Tembus Rp59 Juta, Varian 1TB Bikin Geleng-geleng Kepala
Teknologi

Bocoran Harga iPhone Ultra Tembus Rp59 Juta, Varian 1TB Bikin Geleng-geleng Kepala

oleh Editor : Affandy
5 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

YUK, TULIS OPINI DI INDOPOS

7 September 2026
Dirut LPDB Koperasi Tekankan Pentingnya Penguatan Mitigasi Risiko Sejak Awal

Dirut LPDB Koperasi Tekankan Pentingnya Penguatan Mitigasi Risiko Sejak Awal

9 September 2026
BULOG Distribusikan Beras Premium ke Ritel-ritel Modern di Kota Besar Seluruh Indonesia

BULOG Distribusikan Beras Premium ke Ritel-ritel Modern di Kota Besar Seluruh Indonesia

9 September 2026
DEBUT POSITIF: Pemain Real Madrid, Arda Guler. (Foto: (c) Instagram/realmadrid)

Jose Mourinho Sebut Laga Real Madrid Vs Inter Milan Bisa Saja Berakhir 7-6

10 September 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    850 shares
    Share 340 Tweet 213
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4457 shares
    Share 1783 Tweet 1114
  • 3 Motor Listrik Bertenaga Buas yang Diklaim Bisa Menandingi Motor 250cc

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Suami Leni Mariska Angkat Bicarakan Tuduhan Podcast: Dari Klaim Nafkah Kurang Hingga Laporan Pemalsuan Dokumen

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar Tewaskan Sekeluarga, Libatkan 5 Kendaraan

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya