Koranindopos.com – BANJARMASIN. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr. HC dr. Hasto Wardoyo, Sp. O.G.(K) mengukuhkan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menjadi Bapak Asuh Anak Stunting, Selasa (06/09/2022).
Prosesi pengukuhan di gelar di Kampung KB Baiman, di Jalan Kuin Utara Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Hadir dalam prosesi pengukuhan tersebut, Danrem 101 Antasari Brigjen TNI Rudi Puruwito.
Hasto mengapresiasi upaya pemerintah Kota Banjarmasin dalam percepatan penurunan stunting, terutama kesediaan Walikota Banjarmasi menjadi Bapak Asuh Anak Stunting.
“Jadi saya kira gotong royong yang ditujukan pak Wali luar biasa dan tentunya istimewa karena ini untuk pertama kalinya Walikota dikukuhkan sebagai bapak asuh anak stunting,” kata dr. Hasto.
Disamping itu dr. Hasto juga berharap, apa yang telah dilakukan Pemerintah Kota Banjarmasin dapat menjadi best practice dalam percepatan penurunan stunting di Kalimantan Selatan.
“Pak Wali bisa menjadi best practice di Kalimantan Selatan.Ini lho Banjarmasin dengan cara khasnya Pak Wali, mudah-mudahan stuntingnya teratasi dengan baik ya, itu saya kira harapan saya,” ujar dr. Hasto.
Selain itu, dr. Hasto juga mengikuti secara langsung launching Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung KB Baiman Kuin Utara, Banjarmasin dan menyambut positif upaya Pemkot Banjarmasin yang sudah menginisiasi dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak seperti TNI maupun swasta.
“Apalagi ada dari pihak swasta juga yang dilibatkan. Kemudian Danrem 101/Antasari yang juga sangat luar biasa memberikan dukungan. Dan harapan kami, Banjarmasin bisa berkontribusi dalam upaya penurunan angka stunting di Kalsel yang masih sekitar 30 persen,”jelasnya.
Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengajak seluruh unsur Forkopimda Kota Banjarmasin untuk menjadi Bapak Asuh Anak Stunting.
“Tentu semua anggota Forkopimda mudah mudahan nanti bisa menjadi bapak asuh bagi anak anak stunting di Kota Banjarmasin supaya angkanya bisa cepat turun, kalau bukan kita siapa lagi yang menangani masalah ini dan kalau bukan sekarang kapan lagi,” kata Ibnu Sina. (why)










