Jumat, 30 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Ekonomi

Pemerintah Dorong Peningkatan Produksi Kedelai Dalam Negeri

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
19 September 2022
in Ekonomi
A A
0
kedelai

Ilustrasi - kedelai (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Pemerintah melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menanam bibit varietas yang lebih unggul, bahkan apabila diperlukan menggunakan bibit produk rekayasa genetik atau genetically modified organism (GMO) maupun bibit impor.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan pers usai mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (19/09/2022).

“Menggunakan GMO kalau perlu, menggunakan bibit impor kalau perlu, dan tentu mempersiapkan bibit-bibit nasional atau lokal dengan varietas tinggi,” ujar Mentan.

Dengan penggunaan varietas yang lebih unggul ini, diharapkan produksi kedelai di tanah air dapat meningkat secara signifikan.

Artikel Terkait

Di Balik Setiap Rupiah Ada Harapan Ekonomi Rakyat Terus Bergerak

Resmikan Transaksi, Shell Resmi Alihkan Seluruh Jaringan SPBU di Indonesia ke SEFAS Group

IHSG Sesi I Terkoreksi Ke Level 5.032 di Tengah Aksi Beli Bersih Investor Asing

“Selama ini kedelai misalnya hanya [menghasilkan] 1,5 sampai 2 ton per hektare. Diharapkan kita bisa mendapatkan varietas yang mampu [berproduksi] di atas 3 sampai 4 ton per hektare,” ujarnya.

Syahrul mengungkapkan, rendahnya volume produksi kedelai per hektare disinyalir memicu para petani beralih ke jagung. Hal ini berdampak pada tingginya impor kedelai untuk memenuhi kebutuhan nasional, bahkan hingga mencapai di atas 90 persen.

“Selama ini petani itu lebih tertarik menanam jagung karena harga jagung sama dengan harga kedelai Rp5.000 itu kurang lebih. Kalau jagung dia per hektarenya 6-7 ton, sementara kedelai cuma 1,5 juta ton,” ujarnya.

Untuk mendorong minat petani untuk menanam kedelai pemerintah akan memberikan kepastian harga dengan menetapkan harga beli. Pemerintah juga mendorong badan usaha milik negara (BUMN) untuk membeli hasil panen para petani.

“Bapak Presiden mengatakan, oke impor memang harus dilakukan tapi sepanjang bisa ditanam maksimal, maka tanam sebanyak-banyaknya dan beli yang ditanam oleh rakyat, tentukan harganya agar rakyat bisa kembali tertarik menanam kedelai,” ujarnya.

Syahrul menambahkan, pihaknya juga tengah menyiapkan lahan untuk pengembangan kedelai hingga mencapai 351 ribu hektare.

“Saya lagi mempersiapkan, kurang lebih sekarang 351 ribu hektare, sekarang baru tanam 67 ribu hektare dan tentu Oktober ini akan mulai tanam,” pungkasnya.

Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon) Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Jokowi menekankan bahwa penetapan harga beli diperlukan agar petani tidak dirugikan.

“Presiden ingin agar kedelai itu tidak 100 persen tergantung pada impor. Salah satu arahan beliau adalah harganya dibuat agar petani tidak dirugikan. Jadi untuk mencapai harga itu nanti ada penugasan daripada BUMN agar petani bisa memproduksi,” ujar Airlangga.

Terkait pengembangan area tanam kedelai, Menko Ekon mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp400 miliar.

“Langkah berikut yang sudah disiapkan oleh anggaran pemerintah itu untuk perluasan ke 300 ribu hektare, anggarannya sekitar Rp400 miliar. Dan tahun depan akan ditingkatkan dari 300 ribu menjadi 600 ribu hektare,” ujar Airlangga. (hai)

 

Topik: KedelaiPetani

TerkaitBerita

Di Balik Setiap Rupiah Ada Harapan Ekonomi Rakyat Terus Bergerak
Bisnis

Di Balik Setiap Rupiah Ada Harapan Ekonomi Rakyat Terus Bergerak

oleh Editor : Anggoro
30 Oktober 2026
Resmikan Transaksi, Shell Resmi Alihkan Seluruh Jaringan SPBU di Indonesia ke SEFAS Group
Bisnis

Resmikan Transaksi, Shell Resmi Alihkan Seluruh Jaringan SPBU di Indonesia ke SEFAS Group

oleh Editor : Affandy
30 Oktober 2026
IHSG Sesi I Terkoreksi Ke Level 5.032 di Tengah Aksi Beli Bersih Investor Asing
Ekonomi

IHSG Sesi I Terkoreksi Ke Level 5.032 di Tengah Aksi Beli Bersih Investor Asing

oleh Editor : Affandy
30 Oktober 2026
16 Rumah Warga Rembang Direhabilitasi, Anggaran Capai Rp1,2 Miliar
Ekonomi

16 Rumah Warga Rembang Direhabilitasi, Anggaran Capai Rp1,2 Miliar

oleh Editor : Akula
30 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Pasar Halal Indonesia Jadi Fokus Promosi Produk Pangan Korea Selatan

Pasar Halal Indonesia Jadi Fokus Promosi Produk Pangan Korea Selatan

30 Oktober 2026
Di Balik Setiap Rupiah Ada Harapan Ekonomi Rakyat Terus Bergerak

Di Balik Setiap Rupiah Ada Harapan Ekonomi Rakyat Terus Bergerak

30 Oktober 2026
Tantang Kekuatan dan Daya Tahan, 1.000 Perempuan Ditargetkan Ikuti Hybrid Fitness Race

Tantang Kekuatan dan Daya Tahan, 1.000 Perempuan Ditargetkan Ikuti Hybrid Fitness Race

30 Oktober 2026
CL Organic Green & Healthy Expo 2026 Hadir di Mal Ciputra Jakarta: Usung Produk Selaras Alam dan Ruang Inklusif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

CL Organic Green & Healthy Expo 2026 Hadir di Mal Ciputra Jakarta: Usung Produk Selaras Alam dan Ruang Inklusif Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

30 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5147 shares
    Share 2059 Tweet 1287
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1122 shares
    Share 449 Tweet 281
  • Harry Maguire: MU Merosot Bukan Salah Pelatih Michael Carrick

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • BPOM Telusuri Polemik Beeru Stevia: Tarik Sampel dan Uji Lab Terkait Klaim Pemanis Nol Kalori

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Singapura Surati 10 Perusahaan Dalang Karhutla di Indonesia

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya