Koranindopos.com, JAKARTA – Tragedi Kanjuruhan, Malang, terus diusut pihak berwenang. Menurut data Menko PMK Muhajir Effendy, total korban insiden tersebut sebanyak 488 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 302 orang di antaranya mengalami luka ringan, 21 orang luka berat, dan 125 orang meninggal dunia.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan suporter Arema meninggal dunia akan diusut tuntas. Polri kini tengah melakukan investigasi.
Sementara itu, pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, turut memantau insiden memilukan itu. Menurut Tae-yong, peristiwa di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) menjadi catatan kelam bagi sepak bola Indonesia.
Kejadian ini berawal ketika oknum suporter Arema FC berbondong-bondong masuk ke lapangan usai laga kontra Persebaya. Mereka meluapkan kekecewaan lantaran tim kesayangannya takluk takluk 2-3 dari rival abadi.
Kekalahan ini sekaligus mencoreng rekor tak terkalahkan Arema FC atas Persebaya di kandang semenjak 23 tahun silam. Sekitar 3.000 oknum suporter masuk ke lapangan kemudian menimbulkan kekacauan dan merusak berbagai fasilitas.
Pihak keamanan lalu merespons kejadian tersebut dengan peringatan dan memukul suporter keluar lapangan. Akan tetapi, gelombang kemunculan suporter terus bermunculan, sehingga pihak keamanan kewalahan. Aparat menembakkan gas air mata. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak. (wyu/mmr)










