koranindopos.com – Jakarta Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko meminta masyarakat tidak cepat berasumsi terkait penyebab kematian satu keluarga di dalam satu rumah di Kalideres, Kamis lalu (10/11/2022). Sebab, tidak sedikit yang telanjur menyimpulkan bahwa mereka meninggal karena kelaparan.
Dalam pemeriksaan sementara, keempat korban memang tidak mengonsumsi makanan dan minuman beberapa hari sebelum meninggal. Hal itu ditandai dengan otot di tubuh yang sudah mengecil. Selain itu, tidak ditemukan sisa makanan yang dikonsumsi di lambung mereka.
Namun, bukan berarti keluarga di Perumahan Citra Garden itu meninggal karena kelaparan. ’’Kita ini jangan sampai terjebak oleh diksi tentang kelaparan, ya,’’ ujar Yani kepada awak media pada Minggu (13/11/2022). Dia mengatakan, penyebab kematian tidak hanya bisa dilihat dari sisi sari-sari makanan, tetapi juga zat-zat di dalam tubuh. Kalaupun tak ditemukan bahan pangan di area rumah, itu juga tidak menandakan bahwa korban tidak memiliki pangan. ’’Sebab, tetangga sebelahnya juga jualan dan rumahnya juga kita lihat seperti ini, ya,’’ lanjutnya.
Yani menuturkan, waktu kematian para korban berbeda-beda. Menurut informasi yang masuk ke dirinya, yang lebih dulu meninggal adalah sang bapak, RG, 71. Disusul sang istri, RM, 68, kemudian BG, 68, yang merupakan ipar. Yang terakhir adalah sang anak, DF, 42. ’’Bapaknya meninggal. Informasi yang saya dapat, disikapi dengan hanya ditaburi kapur barus. Kemudian, berikutnya yang meninggal adalah ibunya. Itu juga disikapi seperti itu. Yang ketiga adalah pamannya, baru yang terakhir anaknya,’’ urainya.
Karena itu, Yani meminta masyarakat tidak menduga-duga dan menunggu penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Menurut dia, penyebab kematian para korban masih menjadi tanda tanya. ’’Sebab-sebab kematiannya tentu ini masih dalam penyelidikan pihak Polri,’’ ujarnya. (wyu/mmr)










