koranindopos.com – Jakarta. Pemprov DKI berusaha meningkatkan cakupan vaksinasi di Jakarta. Terutama, vaksin booster pertama dan kedua bagi Lansia. Untuk mempercepat cakupan vaksinasi, selain membuka layanan vaksinasi setiap hari, Pemprov DKI juga sudah mulai membuka layanan vaksin sore dan malam hari. ”Vaksinasi sore dan malam hari dimulai hari ini (Selasa (29/11), red),” terang Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Ngabila Salama.
Ngabila menyebutkan, vaksinasi sore dan malam hari itu dilakukan di 44 puskesmas kecamatan DKI Jakarta dan lokasi lainnya. Adapun vaksin yang tersedia yakni merk Zifivax dan Pfizer. Vaksin itu disebutkannya bisa digunakan bagi warga yang ingin mendapatkan dosis pertama, kedua, ketiga, hingga keempat (baru diizinkan bagi Lansia dan Tenaga Kesehatan). ”Layanan vaksinasi sore dan malam akan kami buka setiap Senin sampai Jumat, mulai pukul 16.00 hingga 20.00,” kata Ngabila.
Ngabila berharap, dengan berbagai kemudahan untuk mendapatkan vaksinasi di Jakarta, cakupan vaksinasi di Jakarta bisa segera meningkat. ”Khususnya vaksin booster pertama dan kedua. Kalau vaksin primer, baik dosis pertama dan kedua di Jakarta sudah cukup baik,” jelasnya.
Berdasar data Pemprov DKI, cakupan vaksinasi di Jakarta dosis pertama mencapai 125,9 persen dan dosis kedua mencapai 107,4 persen. Sementara khusus kelompok Lansia, hingga 28 November 2022 pukul 09.00, dari target 761.279 orang, di Jakarta baru ada 432.678 Lansia yang sudah vaksin booster pertama dan 12.722 Lansia vaksin booster kedua. ”Booster kedua terus bertambah, per hari ini, sudah ada sebanyak 18.961 Lansia yang sudah vaksin dosis keempat,” terangnya.
Dalam kesempatan itu, Ngabila juga menyampaikan, siapa saja yang memenuhi persyaratan bisa mendatangi sentra vaksinasi yang disiapkan Pemprov DKI. ”KTP seluruh Indonesia bisa suntik vaksin di Jakarta,” imbuhnya. (wyu/mmr)










