Kamis, 22 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Megapolitan

Vaksinasi Booster Fokus Pada Kelompok Lansia

Editor : Hana oleh Editor : Hana
17 Desember 2022
in Megapolitan
A A
0
Vaksinasi Booster

FOTO: IST CEGAH PENYEBARAN: Peserta vaksinasi booster untuk kategori lansia ditangani tenaga medis.

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA. Menjelang akhir tahun, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI mengimbau warga untuk segera vaksinasi. Terutama, lansia yang saat ini sudah diizinkan vaksin dosis keempat atau booster kedua.

Berdasar data Dinkes DKI, hingga 15 Desember 2022, baru 16 persen lansia yang mendapatkan booster kedua. ”Dinkes DKI mengimbau warga untuk vaksinasi lengkap menuju libur akhir tahun yang aman. Tidak terkecuali lansia yang sudah bisa booster kedua,” terang Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama.

Imbauan itu disampaikan Ngabila karena melihat data total vaksin di Jakarta. Yakni, dosis pertama sebanyak 12,69 juta orang (135,28 persen), dosis kedua 10,19 juta (116,31 persen), dosis ketiga 5,278 juta orang (71,37 persen), dan dosis keempat 145.039 orang (16,60 persen).

Secara khusus, untuk dosis keempat tersebut, perinciannya  sebanyak 75.390 orang (67,13 persen) dan non nakes atau lansia sebanyak 69.649 orang (16 persen). Menurut data, Ngabila menyampaikan bahwa 90 persen yang meninggal Covid-19 di Jakarta karena belum mendapatkan vaksin dosis ketiga (booster). ”Dari 90 persen yang meninggal karena belum booster itu, sebanyak 65 persen lansia usia 60 tahun ke atas dan orang dengan komorbid. Ini data per 1 Juli 2022 sampai 11 Desember 2022,”jelasnya.

Artikel Terkait

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR

Melihat data itu, dia menyebutkan bahwa vaksin booster dapat mencegah kematian dan longcovid, serta menambah jumlah antibodi dan meningkatkan imunitas. ”Vaksinasi terbukti sebagai cara paling efektif mencegah kematian Covid-19. Dari data DKI, sepanjang tahun 2022, semakin lengkap vaksinasi, tingkat perlindungan dan mencegah keparahan dan kematian semakin tinggi. Belum vaksin sama sekali meningkatkan risiko di rawat di rumah sakit tiga kali lipat,” terangnya.

Ngabila juga menyampaikan, berdasar data yang dimilikinya, vaksinasi dosis pertama melindungi kematian 1,5 kali. Sementara vaksinasi dosis kedua melindungi kematian dua kali, dan vaksinasi dosis ketiga melindungi kematian 4,5 kali ketimbang yang tidak vaksinasi.

”Makanya, DKI sampai saat ini DKI terus mendorong usia di atas 40 tahun atau lansia di atas 60 tahun vaksin karena dengan satu komorbid atau lebih memiliki peluang tinggi untuk meninggal karena Covid-19,” katanya.

Berdasarkan proporsi komorbid, pada orang yang meninggal dengan Covid-19 yaitu diabetes melitus 15  persen,  hipertensi 15 persen, gagal ginjal kronis 13 persen, TBC 11 persen, penyakit jantung 10  persen, kanker 9 persen, gangguan hati kronis dan stroke masing-masing 5 persen, serta PPOK dan HIV AIDS masing-masing 2 persen. ”Lalu, 9 persen tidak ada riwayat komorbid atau tidak diketahui sebelumnya dan 4 persen tidak ada data. Jumlah itu total proporsi 100 persen kasus kematian sepanjang tahun 2022 di Jakarta,” imbuhnya. (wyu/mmr)

Topik: Covid-19KesehatankoronaVaksinasi

TerkaitBerita

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober
Megapolitan

BEM UI dan Komite Sadar Serukan Aksi Nasional pada Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi
Megapolitan

Sempat Ditahan 8 Jam, 6 Aktivis Greenpeace Pembentang Spanduk di Bundaran HI Dibebaskan Polisi

oleh Editor : Affandy
21 Oktober 2026
Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR
Megapolitan

Demo 20 Oktober: Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif Sekitar Istana dan Gedung DPR

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026
BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 19–21 Oktober 2026: Kabupaten Bogor Status Waspada
Megapolitan

BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 19–21 Oktober 2026: Kabupaten Bogor Status Waspada

oleh Editor : Affandy
20 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

PERLUAS PASAR: KPJ Penang Specialist Hospital, Malaysia, memperkuat layanan kesehatan unggulan di bidang jantung dan ortopedi bagi pasien Indonesia. (Foto Ilustrasi: Dok./medifly.ai)

KPJ Penang Specialist Hospital Unggulkan Layanan Jantung dan Ortopedi

22 Oktober 2026
Film Yang Disebut Nakal Ceritakan Kehidupan Remaja di Camp

Film Yang Disebut Nakal Ceritakan Kehidupan Remaja di Camp

21 Oktober 2026
Dikirim ke Kamp Pembinaan Selama 21 Hari, El Putra hingga Fatih Unru Belajar Memahami Diri

Dikirim ke Kamp Pembinaan Selama 21 Hari, El Putra hingga Fatih Unru Belajar Memahami Diri

21 Oktober 2026
Memahami Makna Perubahan Skor TKA SMA/SMK 2026

Memahami Makna Perubahan Skor TKA SMA/SMK 2026

21 Oktober 2026

Terpopuler

  • Produk Dalam Negri

    Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1080 shares
    Share 432 Tweet 270
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5010 shares
    Share 2004 Tweet 1253
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • 18 Kepala Daerah Terjaring OTT pada 2025–2026, Integritas Pejabat Jadi Sorotan

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Jabodetabek 19–21 Oktober 2026: Kabupaten Bogor Status Waspada

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya