Koranindopos.com – JAKARTA. Menjelang akhir tahun, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI mengimbau warga untuk segera vaksinasi. Terutama, lansia yang saat ini sudah diizinkan vaksin dosis keempat atau booster kedua.
Berdasar data Dinkes DKI, hingga 15 Desember 2022, baru 16 persen lansia yang mendapatkan booster kedua. ”Dinkes DKI mengimbau warga untuk vaksinasi lengkap menuju libur akhir tahun yang aman. Tidak terkecuali lansia yang sudah bisa booster kedua,” terang Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinkes DKI Ngabila Salama.
Imbauan itu disampaikan Ngabila karena melihat data total vaksin di Jakarta. Yakni, dosis pertama sebanyak 12,69 juta orang (135,28 persen), dosis kedua 10,19 juta (116,31 persen), dosis ketiga 5,278 juta orang (71,37 persen), dan dosis keempat 145.039 orang (16,60 persen).
Secara khusus, untuk dosis keempat tersebut, perinciannya sebanyak 75.390 orang (67,13 persen) dan non nakes atau lansia sebanyak 69.649 orang (16 persen). Menurut data, Ngabila menyampaikan bahwa 90 persen yang meninggal Covid-19 di Jakarta karena belum mendapatkan vaksin dosis ketiga (booster). ”Dari 90 persen yang meninggal karena belum booster itu, sebanyak 65 persen lansia usia 60 tahun ke atas dan orang dengan komorbid. Ini data per 1 Juli 2022 sampai 11 Desember 2022,”jelasnya.
Melihat data itu, dia menyebutkan bahwa vaksin booster dapat mencegah kematian dan longcovid, serta menambah jumlah antibodi dan meningkatkan imunitas. ”Vaksinasi terbukti sebagai cara paling efektif mencegah kematian Covid-19. Dari data DKI, sepanjang tahun 2022, semakin lengkap vaksinasi, tingkat perlindungan dan mencegah keparahan dan kematian semakin tinggi. Belum vaksin sama sekali meningkatkan risiko di rawat di rumah sakit tiga kali lipat,” terangnya.
Ngabila juga menyampaikan, berdasar data yang dimilikinya, vaksinasi dosis pertama melindungi kematian 1,5 kali. Sementara vaksinasi dosis kedua melindungi kematian dua kali, dan vaksinasi dosis ketiga melindungi kematian 4,5 kali ketimbang yang tidak vaksinasi.
”Makanya, DKI sampai saat ini DKI terus mendorong usia di atas 40 tahun atau lansia di atas 60 tahun vaksin karena dengan satu komorbid atau lebih memiliki peluang tinggi untuk meninggal karena Covid-19,” katanya.
Berdasarkan proporsi komorbid, pada orang yang meninggal dengan Covid-19 yaitu diabetes melitus 15 persen, hipertensi 15 persen, gagal ginjal kronis 13 persen, TBC 11 persen, penyakit jantung 10 persen, kanker 9 persen, gangguan hati kronis dan stroke masing-masing 5 persen, serta PPOK dan HIV AIDS masing-masing 2 persen. ”Lalu, 9 persen tidak ada riwayat komorbid atau tidak diketahui sebelumnya dan 4 persen tidak ada data. Jumlah itu total proporsi 100 persen kasus kematian sepanjang tahun 2022 di Jakarta,” imbuhnya. (wyu/mmr)










