Koranindopos.com – KOTA TANGSEL – Angka kemiskinan di Kota Tangsel pada 2022 menurun jika dibandingkan dengan 2021. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangsel menunjukkan bahwa kemiskinan berada di angka 2,5 persen atau 44.290 jiwa. Pada 2021, kemiskinan berada di angka 44.570 jiwa.
Statistisi ahli muda BPS Kota Tangsel Vivi Frizalda mengungkapkan, angka tersebut didapatkan dari hasil survei sosial ekonomi nasional pada Maret dan September 2022. Yakni, mengukur kemiskinan menggunakan konsep kebutuhan dasar.
’’Dalam survei, kami juga mendata berapa anggota dalam rumah tangga tersebut. Kemudian, berapa pengeluaran untuk makanan selama seminggu, sebulan, hingga satu tahun. Hasil tersebutlah yang digunakan untuk mendata angka kemiskinan,’’ terangnya.
Selain kemiskinan, angka pengangguran di Tangsel pada 2022 menurun. Berdasar data, pada 2022, penganggur tercatat 53.832 jiwa atau 6,59 persen. Sementara itu, pada 2021, angka pengangguran di Tangsel mencapai 73.318 jiwa atau 8,60 persen. ’’Artinya, angka pengangguran di Kota Tangsel berkurang 19.486 jiwa,’’ lanjutnya.
Angka itu didapat dari hasil survei angkatan kerja nasional yang dilakukan BPS Kota Tangsel pada Februari dan Agustus 2022. Survei pada Februari hanya menampilkan data provinsi. ’’Ketika Agustus, sampel banyak dan bisa menggambarkan kondisi ketenagakerjaan di kabupaten/kota,’’ jelas Vivi.
Jenis pekerjaan terbanyak berada di bidang jasa, yakni 83, 61 persen. Misalnya, perhotelan, industri kreatif, restoran, dan perdagangan. Selebihnya berada di industri dan pertanian, baik hortikultura maupun tanaman hias.
Meski belum sampai menyamai masa sebelum pandemi Covid-19, penurunan tersebut menunjukkan harapan. Pada 2019, penduduk miskin di Tangsel mencapai 29.190 jiwa.
Vivi menambahkan, penurunan itu tidak terlepas dari perkembangan kondisi ekonomi beberapa waktu belakangan. ’’Sekarang perekonomian gerak, usaha tumbuh, dan tenaga kerja dibutuhkan. Angka pengangguran lalu menurun,’’ ungkap Vivi. (jkr/mmr)










