koranindopos.com – Jakarta. Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melepas perdana 204 PMI yang terdiri dari 130 PMI sektor Manufaktur dan Perikanan Program Government to Government (G to G) ke Republik Korea, 8 PMI sektor perawat Program G to G ke Republik Federal Jerman, dan 66 PMI sektor manufaktur Program Private to Private (P to P) ke Republika Polandia. Bertempat di hotel El Royal Jakarta, Senin 16 Januari 2023.

Kepala BP2MI Benny Rhamdhani menyampaikan, penempatan pekerja migran akan terus bertambah sesuai kebutuhan dari negara negara penempatan. Negara serius hanya menempatkan para pekerja yang benar benar memiliki kompetensi, mengikuti pelatihan, mengikuti pendidikan yang di buktikan dengan Sertifikat Kompetensi, mereka harus ahli terampil di sektor pekerjaan yang mereka pilih dan mereka juga harus memiliki kemampuan berbahasa.
Benny ingin memastikan bahwa perubahan besar terus berjalan. Presiden indonesia tegas menyatakan bahwa pekerja migran Indonesia adalah orang orang penting bagi negara, sehingga itulah presiden menyatakan PMI adalah Pahlawan Devisa bagi negara, sumbang devisa pertahun yang diberikan pekerja migran Indonesia kepada negara ini yaitu 159.6 triliun angka yang sangat besar dan berarti bagi negara.
“Perlindungan PMI undang undang 39 tahun 2004 jauh berbeda dengan undang undang yang dilahirkan di era Pemerintahan Jokowi, dulu perlindungan hanya diberikan kepada PMI, undang undang baru 18 tahun2017, Perlindungan diberikan kepada PMI dan keluarga, selama PMI masih di Indonesia dalam proses persiapan berangkat selama PMI ada di luar negri dan bahkan setelah PMI kembali ke Indonesia dan perlindungan perlindungan sosial dan Hukum”. Ujar Benny
Benny menegaskan telah memastikan lindungi PMI dari ujung rambut hingga ujung kaki. Berbagai kebijakan juga terus diberikan dan berpihak untuk PMI. Oleh karena itu, BP2MI tegas dengan memerangi sindikat penempatan ilegal. Tidak boleh ada eksploitasi kepada PMI, ini potret yang tentu tidak boleh dibiarkan.
Terkait penempatan resmi, BP2MI tidak bisa bekerja sendiri. Sehingga kerja-kerja kolaborasi dengan Kementerian Lembaga dan Stakeholder terus kita kuatkan,” ujarnya. Melalui saluran daring, Wakil Duta Besar RI untuk Federal Jerman, Yul Edison mengucapkan, selamat kepada PMI yang telah mengikuti seleksi yang sangat ketat dan panjang.
“Sebentar lagi akan berangkat ke Jerman. Ini capaian yang luar biasa. Saya ingin PMI untuk menjaga kebersihan. Saya ucapkan hati hati, tidak mudah beradaptasi dengan Jerman. Ini merupakan angkatan pertama,” jelasnya.
Yul Edison menambahkan, PMI harus memahami perbedaan budaya karena Indonesia dan Jerman sangat berbeda budayanya. Diperlukan tekad dan doa kuat, dengan itu pasti akan berhasil. Yul memberikan contoh seperti Presiden BJ Habibie yang berjuang dari nol di Jerman, “Para PMI juga harus bisa seperti itu. Semoga sukses dan selalu membawa nama baik bangsa dan negara,” pintanya. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di Warsawa, Republik Polandia, Anita Lidya Luhulima mengucapkan, penghargaan untuk Kepala BP2MI.
“Penting dan sangat bermanfaat bagi PMI dan perwakilan. Kami akan mengetahui mereka yang akan bekerja, mereka akan memahami sehingga akan meminimalisir jika terjadi permasalahan,” ujar Anita melalui sambungan zoom. Ia memberikan selamat kepada para PMI yang menjadi bagian dari 2.248 WNI di Polandia. Selama ini PMI dikenal memiliki etos yang sangat baik.
“Jaga kesehatan, persiapan pakaian dingin. Kami siap membantu dan melindungi. Saya mohon untuk memperhatikan kontrak kerja, jam kerja, sehingga PMI mengetahui hak dan kewajiban. Asuransi harus diketahui karena rumah sakit di Polandia sangat mahal. Jaga kesehatan dan kebersihan mohon menjadi perhatian,” sarannya.
Setelah tiba di Polandia, lanjut Anita, PMI agar segera lapor diri ke KBRI, ini diperlukan jika terjadi masalah akan segera bisa ditindaklanjuti. “Seperti jika ada kondisi darurat dan bencana alam akan bisa terpantau. Jika ingin tinggal dan bekerja di Polandia harus di urus ijinnya. Jika rekan PMI memperhatikan hal tersebut, Insya Allah akan terhindar dari masalah yang ada,” paparnya. (why)










