Jumat, 15 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Internasional

Desak Malaysia Cabut Kewarganegaraan Bong Guang Yik

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
15 Februari 2023
in Internasional
A A
0
Bong Guang Yik

//CAPTION FOTO: Twitter Hannah Yeoh POLEMIK: Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Hannah Yeoh.

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – MALAYSIA. Organisasi Pemuda UMNO mendesak pemerintah Malaysia mencabut kewarganegaraan eks altet badminton Negeri Jiran, Bong Guang Yik, usai melontarkan komentar bernada rasial di media sosial.

”Jika Anda berniat menangguhkan atlet nasional ini karena membuat pernyataan sensitif di media sosial, Anda juga harus menghukum Bong (Guang Yik) karena aksinya itu,” ujar Kepala sayap pemuda UMNO, Muhamad Akmal Saleh, seperti dikutip The Star pada Selasa (14/2).

Saleh mengatakan pernyataan Guang Yik tak bisa diterima dan tak bisa dianggap enteng karena bisa menyebabkan situasi yang tak diinginkan. ”Pernyataannya bisa menimbulkan kegemparan jika tidak segera diatasi,” kata Saleh.

Saleh menilai sebagai mantan pebulu tangkis, Guang Yik mestinya tahu bahwa dia tak boleh sembarangan mengeluarkan pernyataan sensitif mengenai ras dan agama. Dia juga mengatakan permintaan maaf Guang Yik tidak cukup untuk menyudahi perkara tersebut. Menurutnya, Guang Yik mesti dihukum guna mencegah orang lain melakukan hal serupa.

Artikel Terkait

Trump Terbang Ke Beijing, Beri Tekanan Xi Jinping  

Inggris Kirim Kapal Perusak ke Timur Tengah

Indonesia Tegaskan Komitmen Global Pelindungan Pekerja Migran di Forum PBB

”Sebagai mantan pelatih badminton nasional, Bong seharusnya paham bahwa dia tak boleh membuat pernyataan sensitif tentang ras dan agama apa pun alasannya,” ujar Saleh kepada Sinar Harian.

Bong Guang Yik sebelumnya membuat pernyataan di media sosial yang mengkritik kondisi badminton Malaysia. Dia menyinggung ras Melayu dan kewajiban salat yang menyebabkan pemain Negeri Jiran mengalami kemerosotan. ”Untuk orang Melayu yang masuk jajaran manajemen (BAM). Mereka sudah salat lima waktu sehari, jadi sudah tidak ada niat untuk mengurus BAM. Sistem yang lemah menyebabkan pemain Malaysia semua merosot,” kata Bong.

Pernyataannya itu pun mendapat kecaman dari berbagai pihak, salah satunya Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Hannah Yeoh. Hannah mengecam keras komentar Bong tersebut. ”Saya tidak setuju dengan komentar dia di media sosial dan mengecam sangat keras setiap ucapan yang berkaitan dengan ras dan agama meskipun dia sudah meminta maaf,” kata Hannah Yeoh dikutip dari Malaysia Gazette.

Menurut Hannah, ibadah agama tidak pernah mengganggu prestasi atlet Malaysia.”Saya percaya bahwa ibadah agama tidak pernah mengganggu prestasi atlet dan olahraga. Ini tidak pernah menjadi sebuah masalah di Malaysia,” ucap Hannah Yeoh.

Hannah menyatakan bahwa olahraga harus bebas dari unsur ras dan politik. Semua atlet Malaysia menurutnya merupakan sosok yang bisa menjadi sumber inspirasi masyarakat. Hannah juga sudah memeriksa status Bong Guang Yik. Hasilnya, ia pernah menjalani masa percobaan di BAM pada 2014 dan kini tidak lagi menetap di Malaysia. (cnni/mmr)

Topik: BadmintonBong Guang YikHannah YeohMalaysia

TerkaitBerita

HUBUNGAN BILATERAL: Presiden China Xi Jinping berbincang dengan Presiden AS Donald Trump dalam jamuan makan malam pada awal pertemuan puncak di Trump Mar-a-Lago estate di West Palm Beach, Florida, AS, Kamis (6/4/2017) malam waktu setempat. (REUTERS/Carlos Barria)
Internasional

Trump Terbang Ke Beijing, Beri Tekanan Xi Jinping  

oleh Editor : Memoarto
11 Mei 2026
STOK BBM: Kapal Minyak China keluar dari Selat Hormuz. (Foto Ilustrasi: Dok/teknokrat.ac.id)
Internasional

Inggris Kirim Kapal Perusak ke Timur Tengah

oleh Editor : Memoarto
9 Mei 2026
Indonesia Tegaskan Komitmen Global Pelindungan Pekerja Migran di Forum PBB
Internasional

Indonesia Tegaskan Komitmen Global Pelindungan Pekerja Migran di Forum PBB

oleh Editor : Doe
9 Mei 2026
KISAH NYATA: Mantan Ibu Negara Kim Keon Hee divonis bersalah atas kasus penyuapan dan manipulasi saham sehingga hukumannya lebih berat menjadi empat tahun 20 bulan penjara. (Foto Ilustrasi:cnbcindonesia.com)
Internasional

Perjalanan Kasus Eks Ibu Negara Korsel Kim Keon Hee Bak Drama Korea    

oleh Editor : Memoarto
7 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SIAL Interfood 2026 Kembali Hadir di Jakarta, Jadi Barometer Inovasi Pangan Global di Asia Tenggara

SIAL Interfood 2026 Kembali Hadir di Jakarta, Jadi Barometer Inovasi Pangan Global di Asia Tenggara

14 Mei 2026
IKEA

IKEA PS 2026 Tawarkan Desain Fleksibel untuk Kehidupan Modern

14 Mei 2026
SASAR KOMUNITAS: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. Dr. dr. Budi Wiweko bermain padel dalam peluncuran program Youth Sprinter & Sprin Padel Fun Game 2026 di Jalan Pulo Mas, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur pada Kamis (14/5/2026). (Foto: Dok./POGI)

Tercatat 36 Ribu Kasus Kanker Serviks Baru Setiap Tahun

14 Mei 2026
Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia

Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia

14 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3053 shares
    Share 1221 Tweet 763
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    341 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    341 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Menguras Emosi, Leo Pictures Siapkan Series ‘Bunga di Tepi Jurang’ dan Drama Keluarga untuk Tahun 2026

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • APHPI Desak Polda Metro Jaya Segera Tindak Lanjut Kasus Faisal Amsco

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya