Koranindopos.com – Palembang. Tim Komisi I DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspik) ke Kodam II/Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan. Kegiatan itu dipimpin anggota Komisi I DPR RI Letjen TNI (Purn) Lodewijk F. Paulus.
Dalam kesempatan itu, tim Komisi I DPR RI diterima Kasdam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Ruslan Effendy yang mewakili Pangdam II/Sriwijaya, beserta seluruh prajurit di Kodam II/Sriwijaya. Lodewijk menjelaskan tujuan Kunspik ini dalam rangka mendapatkan informasi kesiapan Kodam II/Sriwijaya untuk mendukung dan mengamankan Pemilu 2024.
”Dari sisi anggaran informasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan dukungan sudah cukup banyak, terutama untuk anggaran operasional, kemudian pengawasan terhadap TPS, hingga perlengkapan kebutuhan lain, khhususnya untuk alat penindakan hura-hara atau PHH,” kata Lodewijk dalam rilis resmi DPR RI yang diterima Jumat (16/6).
Lodewijk menyatakan, terdapat 640 alat PHH yang diterima Kodam II/Sriwijaya sejak 2002 lalu. Artinya alat tersebut sudah lama dan tidak bisa dioperasionalkan secara utuh. ”Kasdam menyarankan agar bagaimana tiap Korem punya satuan PHH setingkat Kompi, atau satu SKK. Kemudian ada satu SKK lagi sebagai cadangan di tingkat Kodam,” ujar Lodewijk.
Politikus Golkar itu menegaskan, persoalan anggaran akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan pihak Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kopgawilham) II/Sriwijaya. Dia akan mengecek apakah Kodam yang berada di wilayah tersebut memiliki konsep yang sama. ”Serta kami akan cek bagaimana realisasi anggaran yang diajukan,” jelas dia.










