Koranindopos.com – Jakarta. Seluruh fraksi di DPR RI telah menyampaikan pandangannya terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU). Kini, Komisi IX DPR RI dan pemerintah sepakat membawa RUU tersebut ke paripurna untuk disahkan menjadi Undang-Undang (UU).
Dari sembilan fraksi di DPR RI, tujuh fraksi di Komisi IX DPR RI menyetujui RUU Kesehatan dibawa ke paripurna, sementara Demokrat dan PKS menolak. ”Jadi yang akan menandatangani hanya 7 fraksi saja,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Nihayatul di ruang Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, Senin, (19/6).
Pandangan Fraksi Demokrat sebelumnya dibacakan anggota Komisi IX Aliyah Mustika Ilham. Dalam pandangannya, Partai Demokrat menilai pembahasan RUU ini terlalu terburu-buru.
”Dalam pembahasan RUU kesehatan ada sejumlah persoalan mendasar. Demokrat mengusulkan peningkatan anggaran kesehatan di luar gaji dan PPI tapi tidak disetujui, pemerintah justru memilih mandatory spending dihapus,” tegas Aliyah.
Aliyah menyebut ketetapan untuk dokter asing sebaiknya mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia. Dia berharap tenaga medis di Indonesia mendapatkan kesempatan setara ”Demokrat dukung kehadiran dokter asing tapi tetap mengedepankan bahwa seluruh dokter lulusan Indonesia atau luar negeri diberikan pengakuan yang layak dan kesempatan yang setara dalam kembangkan karir,” ujar dia.
Menurut Aliyah, dokter asing harus tunduk dan patuh pada aturan yang berlaku. RUU Kesehatan kurang memberi ruang pembahasan yang panjang dan terkesan terburu-buru. ”Maka dengan ini Fraksi Demokrat menolak RUU Kesehatan dibahas menjadi UU,” kata Aliyah.
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Netty Prasetiyani, mengingatkan jangan sampai RUU Kesehatan menjadi UU yang menimbulkan polemik di masyarakat. ”Jangan sampai UU yang baru diundangkan diuji ke MK atau menimbulkan polemik seperti UU Cipta Kerja,” papar dia.
Menurut dia, pembahasan RUU Kesehatan relatif cepat. Padahal pembahasan RUU tersebut diperlukan waktu lebih panjang agar mendalam dan kaya masukan. ”Menimbang beberapa hal, PKS menolak RUU Kesehatan dilanjutkan pada tahap selanjutnya,” tandas Netty.










