
JAKARTA, koranindopos.com – Indonesia Timur harus mendapat perhatian yang lebih baik dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Demikian dinyatakan Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel. Indonesia Timur harus menjadi prioritas, mengingat lima daerah termiskin di Indonesia semuanya berasal dari Indonesia Timur. Gobel menyampaikan hal itu saat menerima aspirasi dari para bupati atau wakil bupati dari Nusa Tenggara Timur (NTT) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.
Gobel mengungkapkan rahasia pembangunan sebuah wilayah atau daerah. Termasuk di wilayah Indonesia Timur. Menurutnya, pembangunan di wilayah Indonesia Timur harus dimulai dengan pembangunan sumber daya manusia. “Ada pepatah Jepang yang patut kita contoh yaitu, ‘sebelum membuat barang yang baik maka harus dimulai dengan membangun manusia yang baik terlebih dahulu’. Di sinilah pentingnya pendidikan dan kesehatan,” tegas Gobel dalam rilis DPR RI, Kamis (3/2).
Politisi Partai NasDem itu juga mengemukakan pentingnya membangun ekonomi berbasis pada potensi yang dimiliki daerah. Ia mencontohkan, garam dari NTT memiliki kualitas premium, dan mendekati kualitas garam industri. Namun dalam kenyataan harganya sering tak sebanding dengan kualitasnya. Karena itu, perlu strategi marketing dan narasi tentang keunggulan garam NTT. “Harus bersatu agar tidak ada banting-bantingan harga. Indonesia sangat membutuhkan garam dan ke depan kebutuhannya akan terus meningkat,” papar Gobel.
Saat ini, lanjut Gobel, Indonesia masih mengimpor garam industri. Kondisi tersebut merupakan potensi yang harus betul-betul dimaksimalkan oleh NTT. “Butuh sentuhan lebih lanjut agar ekonomi garam di NTT menjadi kuat,” jelas Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) ini. Menurut Gobel, masih banyak potensi yang dimiliki NTT, seperti kain tenun, beras Sumba, pariwisata, dan lain-lain. Mereka membutuhkan alat-alat berat untuk membuat jalan perintis, memperluas lahan pertanian, membangun embung, dan lain-lain. Mereka juga menghadapi keterbatasan jumlah tenaga kesehatan seperti dokter, apalagi dokter spesialis.(hai)









