Jumat, 16 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Artisan Batik Muda Berpotensi Besar Lestarikan Budaya Batik dengan Teknologi

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
8 Oktober 2024
in Nasional
A A
0
industrial festival 2024
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Batik telah berkembang dari warisan seni budaya Indonesia menjadi tren fesyen yang dapat digunakan berbagai kalangan dan acara. Hal itu tidak terlepas dari peran pembatik yang terus menjaga keberlangsungan industri batik.

Saat ini, terdapat artisan batik yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk berinovasi dalam mendesain motif batik yang sudah ada. Salah satunya Falahy Mohamad, artisan batik dari Pekalongan yang dikenal dengan karya eksperimetal hasil reka ulang motif batik tambal dengan menggunakan logika matematika parametrik dan memanfaatkan teknologi komputer.

Falahy menuturkan, upaya mendalami seni batik dimulai karena merasakan kesenjangan antara anak muda, teknologi, dan budaya tampak semakin melebar, yang membuat banyak anak muda merasa bingung ketika berhadapan dengan batik. “Sehingga saya memutuskan untuk kembali menempuh pendidikan di Universitas Pekalongan dengan program studi batik,” ujarnya saat mengisi Talk Show Pengembangan Desain Batik Menggunakan AI dalam rangkaian Industrial Festival 2024 di Mal Kota Kasablanka Jakarta, Sabtu (5/10).

Falahy berpendapat, perkembangan teknologi dan lintas keilmuan seharusnya bisa menjadi jembatan untuk membawa budaya ke generasi muda. Sebagai contoh, dengan latar belakang pendidikan arsitektur yang dimilikinya, ia memahami bahwa terdapat ragam hias yang diambil dari kebudayaan setempat dan digunakan oleh para arsitektur dalam karyanya.

Artikel Terkait

Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel, 1 Orang Tewas dan 8 Luka-luka

Tahun Ketiga Prabowo-Gibran, Kesiapan Satuan Baru dan Kesejahteraan Prajurit TNI Jadi Prioritas

LPDB Koperasi Bawa Pengalaman Dana Bergulir Indonesia ke Forum Koperasi Pertanian ASEAN

Hingga saat ini, batik seringkali dianggap sebagai sesuatu yang statis. Namun, teknologi modern dapat menjadi solusi untuk menjawab tantangan tersebut. Teknologi desain berhasil mengembangkan batik melalui berbagai tahap mulai dari desain konvensional, digitalisasi arsip, desain digital 2D dan 3D, hingga penggunaan AI. “Saya ingin sekali terus mengembangkan budaya agar diterima oleh anak muda melalui pelestarian. Pelestarian itu bukan statis, melainkan pengembangan,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Dewan Pembina Yayasan Batik Indonesia Rahardi Ramelan mengatakan, beberapa contoh motif batik yang dapat dimodifikasi dengan memanfaatkan AI misalnya tambal, parang, dan truntum. Meskipun demikian, penggunaan AI harus diimbangi dengan penyesuaian-penyesuaian agar tetap menjaga batik ke ranah budaya yang sepatutnya dijunjung tinggi.

Rahardi menambahkan bahwa pendidikan dan pelatihan Sumber Daya Manusia sangat penting untuk mendukung pengembangan dan pelestarian batik. Oleh karena itu, dibutuhkan lebih banyak lagi program studi dan lembaga pendidikan yang berfokus pada batik, agar mampu menghasilkan generasi yang berkompeten dan memahami nilai seni serta teknik dalam menciptakan batik.

Masih dalam Talk Show memperingati Hari Batik Nasional 2024 bertema “Batik x Youth: Ketika Kain Tradisi Bertemu Streetwear”, Direktur Komunitas Remaja Nusantara dan Swara Gembira, Rifan Rahman menceritakan pencapaiannya yang berhasil mendekatkan batik dengan generasi muda. Lewat kedua komunitas seni remaja tersebut, Rifan berhasil mengubah pandangan terhadap batik yang dianggap kaku dan kuno dengan menggabungkan batik dengan tren fesyen modern, seperti streetwear.

“Remaja Nusantara juga menjalin kolaborasi dengan berbagai brand fashion untuk menciptakan produk-produk berbasis kain tradisional yang relevan dengan anak muda,” kata Rifan.

Selain berinovasi dengan karya-karya batik, hadirnya komunitas-komunitas seni pada generasi muda seperti sekarang ini dapat pula menumbuhkan rasa percaya diri mereka untuk memakai batik. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan contohnya seperti mengedukasi seputar wastra secara detail dan memberikan tutorial memakai kain batik yang stylish, namun tetap nyaman dipakai sehari-hari. (ris)

Instant win games deliver a result immediately with no spinning reels or dealt cards. Scratch cards, crash games and quick draw titles all share that structure, appealing to players who want short sessions rather than extended play at a single game.

Games That Resolve Immediately

Return percentages on instant titles often sit below those of mainstream slots, though the format makes stakes and outcomes unusually transparent. Players comparing what is available across operators can Slotlair casino and review return figures by category. Crash games in particular reward a predetermined exit point, since the decision to cash out belongs entirely to the player.

Game TypeSession Length
Scratch cardSeconds
CrashUnder a minute
Quick draw1 to 2 minutes
  • Check published return percentages before playing
  • Decide a cash out point in advance on crash titles

Because each round takes seconds, the number of rounds in a session climbs faster than most players notice. Counting rounds is therefore more useful than watching a balance. Keep the session short, which is what the format is actually designed for.

Topik: hari batik nasional

TerkaitBerita

Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel, 1 Orang Tewas dan 8 Luka-luka
Peristiwa

Ledakan di Pasar Cimanggis Tangsel, 1 Orang Tewas dan 8 Luka-luka

oleh Editor : Affandy
15 Oktober 2026
Tahun Ketiga Prabowo-Gibran, Kesiapan Satuan Baru dan Kesejahteraan Prajurit TNI Jadi Prioritas
Nasional

Tahun Ketiga Prabowo-Gibran, Kesiapan Satuan Baru dan Kesejahteraan Prajurit TNI Jadi Prioritas

oleh Editor : Affandy
15 Oktober 2026
PENGUATAN KOPERASI: Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi Deva Rachman menyampaikan paparannya dalam pertemuan ke-32 ASEAN Centre for the Development of Agricultural Cooperatives (ACEDAC) dan pertemuan ke-27 ASEAN Sectoral Working Group on Agricultural Cooperatives (ASWGAC) di Yogyakarta pada 12–13 Oktober 2026. (Foto: Dok./LPDB Koperasi)
Nasional

LPDB Koperasi Bawa Pengalaman Dana Bergulir Indonesia ke Forum Koperasi Pertanian ASEAN

oleh Editor : Memoarto
15 Oktober 2026
Marinir TNI AL Tangkap Wakil Panglima OPM Zakarias Fatem di Papua Barat Daya
Nasional

Marinir TNI AL Tangkap Wakil Panglima OPM Zakarias Fatem di Papua Barat Daya

oleh Editor : Affandy
15 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Serius Tanggapi Pelecehan Verbal saat Live TikTok, Berlliana Lovell Ambil Langkah Hukum

Serius Tanggapi Pelecehan Verbal saat Live TikTok, Berlliana Lovell Ambil Langkah Hukum

15 Oktober 2026
PAMERAN INTERNASIONAL: Keterangan pers di kantor pusat Krista Exhibitions Group, Gandaria City, Jakarta Selatan pada Kamis (15/10/2026). (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

ALLPack Indonesia 2026 Hadirkan 1.600 Peserta Dari 42 Negara

16 Oktober 2026
EKONOMI KREATIF: Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) menggelar ADGI Design Week 2026 bertema Off Grid di SPAC8, ASTHA District 8, Jakarta Selatan pada 14–18 Oktober 2026. (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

Ketum ADGI: Desain Grafis Adalah Gerbang Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

16 Oktober 2026
Abby and Gail

Kenali Kulitmu Lebih Dekat di FYP by Abby and Gail, Ada Skin Scan Gratis!

15 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4992 shares
    Share 1997 Tweet 1248
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1051 shares
    Share 420 Tweet 263
  • Liverpool, Real Madrid, dan PSG Tampil Menyala di Matchday Kedua

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Rekrutmen CPNS Guru Dibuka 2027–2029, Pemerintah Siapkan 464.856 Formasi

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Emiten Haji Isam PGUN Buka Suara soal Gadai 5,3 Miliar Saham ke Bank Mandiri

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya