koranindopos.com – Jakarta. PT Pertamina (Persero), melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga, baru-baru ini menyelesaikan pembangunan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional, yaitu Terminal LPG Bima di Nusa Tenggara Barat (NTB). Proyek ini merupakan bagian dari penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada Pertamina untuk mendukung distribusi dan penyediaan energi yang lebih merata, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat PT Pertamina Patra Niaga, Eduward Adolof Kawi, dalam keterangannya, menegaskan bahwa pembangunan Terminal LPG Bima merupakan langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi di wilayah Indonesia Timur, khususnya di NTB. “Dengan adanya infrastruktur Terminal LPG Bima, PT Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk memperkuat kehandalan distribusi LPG di Indonesia Timur,” ujar Eduward.
Melalui proyek ini, kebutuhan LPG di NTB dan sekitarnya diharapkan dapat terjamin lebih andal, dengan pasokan yang lebih stabil dan efisien. Eduward juga menambahkan bahwa proyek tersebut adalah wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendukung kemandirian energi nasional. “Kami sangat mengapresiasi pengawalan dan pengamanan dari PPS Jamintel Kejaksaan Agung RI yang memastikan proyek ini berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG),” katanya.
Pembangunan Terminal LPG Bima ini juga mendapat perhatian besar dari berbagai pihak terkait. Kementerian ESDM sebagai pemberi penugasan mengawasi jalannya proyek ini untuk memastikan bahwa semua tahapan pembangunan berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Keamanan dan kelancaran proyek ini juga didukung oleh pengawalan dari PPS Jamintel Kejaksaan Agung RI, yang memastikan bahwa proyek ini dijalankan dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi yang tinggi.
Dengan selesainya proyek ini, PT Pertamina Patra Niaga berharap dapat meningkatkan kapasitas distribusi LPG, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat NTB. “Dengan selesainya proyek ini, kebutuhan LPG masyarakat NTB dapat terjamin lebih andal,” tutup Eduward.
Terminal LPG Bima merupakan salah satu contoh proyek infrastruktur penting yang mendukung sektor energi nasional. Dengan beroperasinya terminal ini, distribusi LPG di wilayah NTB diharapkan dapat lebih lancar dan memenuhi permintaan yang terus berkembang. Selain itu, proyek ini juga berperan penting dalam meningkatkan cadangan energi dan memastikan keberlanjutan pasokan untuk masyarakat di daerah yang sebelumnya mungkin mengalami keterbatasan akses energi.
Sebagai perusahaan yang mengemban tugas negara dalam sektor energi, PT Pertamina terus berkomitmen untuk membangun infrastruktur yang mendukung ketahanan energi, distribusi yang lebih merata, serta pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh Indonesia.(dhil)









