koranindopos.com – Jakarta. Aletra, brand mobil listrik lokal yang semakin memperkuat posisinya di pasar Indonesia, baru-baru ini meluncurkan produk terbarunya, Aletra L8 EV, di ajang GJAW 2024. Mobil listrik ini hadir dengan harga mulai dari Rp 415 juta, menjadikannya pesaing berat bagi mobil listrik lainnya, seperti BYD M6. Namun, dengan Geely Auto Group, yang juga memiliki hubungan erat dengan Aletra melalui Livan Auto, muncul pertanyaan: apakah Geely akan membawa produk yang serupa ke Indonesia?
Terkait dengan pertanyaan tersebut, Joko Purwanto, Technical Director Aletra, menegaskan bahwa Geely tidak akan membawa varian yang sama dengan Aletra di Indonesia. “Geely tidak akan membawa varian yang sama di Indonesia? Ada perjanjian atau tidak mengenai hal tersebut? Kalau perjanjian belum tahu, tapi rasanya tidak,” ujar Joko dengan keyakinan.
Penegasan Joko tersebut didasarkan pada fakta bahwa Aletra L8 EV hadir setelah melalui riset dan pengembangan (R&D) yang dilakukan oleh Aletra sendiri. Salah satu poin yang disebutkan Joko adalah bahwa Aletra bertanggung jawab atas produksi stir kanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia. “Karena kami yang memproduksi stir kanannya di Indonesia. Jadi, tidak mungkin Geely akan membawa varian yang sama,” tambah Joko.
Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa seluruh proses R&D Aletra L8 EV dilakukan oleh tim Aletra di Indonesia, yang berarti model ini sepenuhnya dirancang untuk memenuhi preferensi dan kebutuhan konsumen Indonesia. Setir kanan menjadi salah satu elemen penting, karena mobil ini ditujukan untuk pasar Indonesia, yang mayoritas menggunakan setir kanan.
Dengan demikian, meskipun Geely Auto Group memiliki keterlibatan dalam kemitraan dengan Livan Auto yang memproduksi Aletra, mereka tidak akan membawa model yang identik ke pasar Indonesia, karena Aletra sudah mengembangkan produk yang secara khusus dirancang untuk konsumen lokal.
Saat meluncurkan Aletra L8 EV, Joko juga memberikan penjelasan mengenai harga yang dianggapnya wajar untuk mobil listrik dengan berbagai fitur unggulan. “Harga terlalu mahal Rp 400 jutaan ke atas? Pertimbangan harga itu setelah digodok selama 1 tahun. Banyak yang disesuaikan dengan kebutuhan pengendara di Indonesia agar sesuai dengan pengendara Indonesia,” kata Joko.
Aletra L8 EV tidak hanya menawarkan harga yang terjangkau, tetapi juga mengedepankan kenyamanan dengan kapasitas hingga 7 penumpang. Joko menambahkan, “Sebenarnya harga segitu worth it (sepadan). Kita kan beda kelas (dengan produk yang sejenis), jadi tidak mungkin ada yang bilang harga kami lebih mahal. Ini terluas di kelasnya, bisa 7 orang dan ada 7 kabin.”
Dengan berbagai fitur dan kapasitas tersebut, Aletra L8 EV diposisikan untuk bersaing di segmen pasar yang berbeda dibandingkan mobil listrik sejenis lainnya. Aletra percaya bahwa konsumen Indonesia akan melihat nilai lebih pada mobil ini, mengingat keunggulannya yang berbeda dibandingkan kompetitor.
Dengan peluncuran Aletra L8 EV, Aletra menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di pasar mobil listrik Indonesia yang semakin berkembang. Meskipun ada hubungan dengan Geely Auto Group, Aletra memastikan bahwa mereka memiliki produk unik yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia, dan tidak akan ada produk yang sama yang dibawa oleh Geely.
Dengan harga yang kompetitif dan fitur-fitur unggulan, Aletra L8 EV siap menjadi pilihan menarik bagi konsumen Indonesia yang menginginkan mobil listrik dengan kapasitas besar dan harga yang terjangkau. Kini, konsumen Indonesia bisa menantikan kehadiran mobil listrik lokal yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan mereka.(dhil)










