Koranindopos.com – Jakarta. Kebutuhan negara-negara Timur Tengah, Eropa, dan Asia terhadap tenaga kerja di bidang hospitality cukup tinggi. Untuk memenuhi permintaan tersebut, Kementerian Pelindung Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI) menggandeng Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk melatih para calon pekerja migran Indonesia (PMI). ”Saya sengaja menghadap bu menteri karena permintaan terhadap hospitality tinggi di luar negeri, di semua negara,” kata Menteri P2MI Abdul Kadir Karding setelah bertemu dengan Menpar Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta akhir pekan lalu.
Politikus yang akrab disapa Karding tersebut mengungkapkan, kolaborasi dengan Kemenpar tersebut dapat meningkatkan skill PMI dan taraf hidupnya. ”Saya melihat tiga tujuan pokok. Pertama mereka bisa menjadi duta wisata. Kedua, mereka transfer ilmu, pulang – pulang menjadi lebih baik, dan ketiga bisa membantu perekonomian,” ungkap Karding.
Menurut Karding, pemintaan tenaga kerja skill datang dari berbagai negara. ”Sekarang ini yang minta banyak. Maldives (Maladewa), Arab Saudi, United Emirat Arab, banyak. Kemudian, Eropa juga banyak. Jepang, Korea juga butuh. Jerman juga butuh,” ungkap Karding.
Oleh karena itu, lanjut Karding, Kemen P2MI terus mendorong kerja sama dengan Kemenpar, mengingat kementerian tersebut memiliki belasan sekolah vokasi politeknik pariwisata. ”PMI akan memperoleh pelatihan dan pengetahuan, sehingga pada akhirnya memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di bidang hospitality. Baik di perhotelan maupun restoran,” beber Karding. (why/mmr)










