koranindopos.com – Jakarta. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa pasukan militer negaranya akan masuk ke Jalur Gaza dengan kekuatan penuh dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan ini mempertegas eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hamas yang telah berlangsung sejak Oktober 2023.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Kantor Perdana Menteri Israel, Netanyahu menegaskan bahwa tujuan utama operasi militer di Gaza adalah untuk menghancurkan Hamas, yang oleh Israel diklasifikasikan sebagai organisasi teroris.
“Dalam beberapa hari mendatang, kami akan masuk dengan kekuatan penuh untuk menyelesaikan operasi. Menyelesaikan operasi berarti mengalahkan Hamas. Itu berarti menghancurkan Hamas,” ujar Netanyahu, seperti dilansir oleh AFP dan Al Arabiya, Rabu (14/5/2025).
Netanyahu juga menekankan bahwa Israel tidak akan menghentikan operasi militer sepenuhnya, meskipun kemungkinan gencatan senjata sementara tidak ditutup sepenuhnya.
“Tidak akan ada situasi di mana kami menghentikan perang. Gencatan senjata sementara mungkin terjadi, tetapi kami akan melakukan semuanya dengan sepenuhnya,” tegasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan internasional terhadap Israel dan Hamas untuk menghentikan pertempuran yang telah menewaskan ribuan warga sipil dan memperburuk krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Namun, Netanyahu bersikukuh bahwa penghentian total operasi hanya akan dilakukan setelah tujuan militernya tercapai.
Operasi militer terbaru Israel di Gaza telah menuai sorotan tajam dari komunitas internasional, termasuk dari PBB dan sejumlah negara sahabat, yang menyerukan penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap warga sipil.
Sementara itu, Hamas menyatakan bahwa mereka siap bertahan dan menolak menyerah. Situasi di Gaza pun terus memburuk, dengan ribuan warga sipil terjebak di wilayah konflik dan bantuan kemanusiaan yang sangat terbatas.(dhil)










