Koranindopos.com – Jakarta. Di tengah gemerlap teknologi militer dari 42 negara yang dipamerkan di Indo Defence 2025, satu nama lokal mencuri perhatian bukan karena rudal atau radar, melainkan karena busana: Wong Hang Bersaudara (WHB). Perusahaan mode yang sebelumnya dikenal lewat koleksi busana formal kini memasuki arena taktis dengan meluncurkan lini produk baru bernama GAMS—singkatan dari “Gusti Allah Mboten Sare”.
Berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, dari tanggal 11 hingga 14 Juni, Indo Defence 2025 menjadi titik awal perubahan besar dalam strategi bisnis WHB. Pameran internasional ini dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto dan diikuti lebih dari 1.100 peserta dari dalam dan luar negeri. Di tengah dominasi alutsista seperti pesawat tempur Rafale hingga radar ALP300G, WHB hadir dengan konsep unik: memadukan desain elegan dan fungsional dalam balutan pakaian taktis berstandar militer.
“Kami bergerak di bidang pengadaan Kapolap—mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki—khusus untuk kebutuhan TNI, Polri, dan berbagai instansi seperti Satpol PP hingga kementerian. Indo Defense menjadi momentum tepat untuk kami melakukan branding,” ujar Stephen Wongso, Direktur PT Wong Hang Bersaudara, saat ditemui di area pameran.

Tak sekadar menampilkan produk yang selama ini digunakan Mabes TNI dan satuan elit lainnya, WHB juga mengumumkan ekspansi besar ke pasar sipil lewat brand GAMS. Dengan mengusung konsep pakaian taktis yang tetap formal dan rapi, WHB menargetkan konsumen baru dari kalangan pengawalan VIP hingga pecinta fashion militer.
“Brand GAMS akan menawarkan berbagai kebutuhan taktis dengan desain yang memadukan aspek tektikal dengan tampilan formal dan rapi, cocok untuk pengawalan VIP dan masyarakat yang antusias terhadap TNI-POLRI,” ungkap Stephen.
Produk unggulan GAMS meliputi seragam, jaket, hingga sepatu taktis yang dibanderol di kisaran Rp 1,5 hingga 2 juta. Meski harganya kompetitif, kualitasnya diklaim setara dengan standar militer aktif. Seluruh bahan digunakan dari sumber lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tinggi. WHB menerapkan proses produksi yang terintegrasi dari hulu ke hilir—memadukan keahlian tailor-made dengan kemampuan produksi massal.
Langkah WHB tak berhenti di pasar domestik. Mereka juga tengah menjajaki ekspor ke negara-negara ASEAN seperti Kamboja dan Vietnam, terutama untuk kebutuhan pasukan pengawal presiden. Rencana ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang WHB memperluas pengaruh di sektor pertahanan dan keamanan, baik nasional maupun regional.
Salah satu pencapaian penting WHB dalam bidang ini adalah saat mereka dipercaya untuk mendesain seragam pasukan berkuda, termasuk helm hingga sepatu, yang digunakan dalam penyambutan tamu negara asal Prancis. Proyek tersebut menjadi spesial karena melibatkan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden memiliki visi besar yang disampaikan kepada tim, dan dari segi pakaian disampaikan kepada kami untuk diterjemahkan menjadi desain,” jelas Stephen.
Keterlibatan dalam proyek tersebut tak hanya menjadi kehormatan, tetapi juga bukti bahwa WHB mampu menyerap kebutuhan fungsional dalam desain yang tetap elegan—ciri khas yang selama ini melekat pada identitas brand mereka.
Persiapan menghadapi Indo Defence 2025 bukan perkara sepekan dua pekan. Menurut Stephen, timnya telah menyiapkan berbagai lini produk inovatif selama lebih dari enam bulan. Hal ini menjadi bukti keseriusan WHB dalam memperkuat peran mereka di industri pertahanan nasional.
Dengan kehadiran mereka di Indo Defence 2025, WHB berharap dapat memperluas jangkauan pasar, sekaligus memperkenalkan inovasi buatan dalam negeri yang tak hanya kompetitif, tetapi juga bergaya. Melalui GAMS, mereka membuka pintu bagi masyarakat sipil untuk merasakan sensasi perlindungan dan ketangguhan ala militer—tanpa harus mengorbankan gaya dan kenyamanan.










